Hastag Campus

Hindari, 6 Sikap Kurang Bijaksana saat Ada Masalah di Kantor

Dengan beban kerja yang tak ringan, banyaknya orang yang terlibat, dan perbedaan persepsi; munculnya berbagai permasalahan di kantor adalah suatu keniscayaan. Jika kamu juga sedang mengalaminya, tentu kamu ingin masalah itu bisa teratasi dengan baik dan segera. Sebab permasalahan di kantor membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman.

Namun masalah yang melibatkan kamu mungkin membuat emosimu tidak stabil dan kamu cenderung gegabah. Tanpa sadar, kamu justru bisa melakukan hal-hal yang memperburuk situasi di kantor. Penting untukmu selalu mengingat dan menghindari 6 sikap kurang bijaksana berikut ini yang cuma bikin masalah tambah runyam.

1. Ngambek tak mau mengerjakan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabmu
Masalah di kantor memang kadang bikin semangat kerja menurun. Barangkali kamu juga berharap dengan tidak mengerjakan tugas-tugasmu, kamu akan mendapatkan perhatian lebih. Sehingga jika kamu punya tuntutan pada pihak kantor, suaramu akan lebih didengar.

Ya, satu sisi kamu memang akan mendapatkan perhatian. Sayangnya, bukan diperhatikan dengan rasa yang positif melainkan justru negatif. Sikapmu hanya mengesankan kamu kekanak-kanakan dan memang kurang profesional. Bahkan lebih jauh lagi, kamu bisa dinilai memiliki niat buruk untuk menghambat tercapainya target kantor.

Baca juga: 5 Beasiswa dengan Waktu Buka dan Tutup Pendaftaran pada Agustus 2020

2. Mempersulit rekan-rekan yang membutuhkan peranmu
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Masalahmu sebenarnya hanya melibatkan segelintir orang. Tetapi kamu malah mencampuradukkan segalanya sehingga semua rekan kerjamu yang membutuhkan peranmu ikut kena getahnya. Tentu ini akan membuat teman-temanmu amat cemas.

Mereka takut terhambatnya tugas-tugas yang membutuhkan peranmu akan membuat mereka kena sanksi. Kamu seperti hendak mencelakakan mereka semua ketimbang dirimu sendiri. Bahkan saat kelak masalahnya bisa diselesaikan dan kamu kembali baik seperti semula, teman-temanmu telanjur menandaimu sebagai orang yang sulit diajak bekerja sama dan tega merugikan orang lain demi keperluanmu sendiri.

3. Tergesa-gesa menyebarluaskan masalah internal ke luar
Selain bisa mencemarkan nama baik kantormu, tergesa-gesa menyebarluaskan masalah internal ke luar juga hanya akan membuat permasalahan makin besar dan rumit. Respons orang-orang di sekitarmu mungkin akan membuat emosimu kian tak stabil.

Kamu mungkin mengambil keputusan yang keliru karena mendengar terlalu banyak saran dari orang-orang luar. Padahal bisa jadi mereka hanya asal bicara dan tentu saja tak benar-benar tahu duduk masalahnya. Kamu tidak akan mendapatkan solusi yang tepat dengan menyebarkan masalah kantor ke luar sebab solusinya ada di dalam lingkungan kantor itu sendiri.

Baca juga: 5 Keuntungan yang Didapat jika Kamu Mampu Kritis Terhadap Diri Sendiri

4. Meminta teman-temanmu berpihak padamu
Makin yakin kamu benar, semestinya kamu makin tak perlu meminta keberpihakan siapa-siapa. Dengan sendirinya orang lain akan berpihak padamu. Tetapi jika mereka tetap tak berpihak padamu, kamu juga tak boleh memaksa.

Kamu harus mengerti bahwa bersikap terang-terangan membela salah satu pihak mungkin berisiko pada kelanjutan pekerjaan mereka. Jika mereka sampai kehilangan pekerjaan karena berpihak padamu, siapa yang bisa menjamin mereka akan lekas mendapatkan pekerjaan baru yang sebaik apalagi lebih baik daripada pekerjaan mereka sekarang?

5. Membawa masalah ke rumah
Makin berat masalahnya, kamu mungkin merasa butuh menceritakannya pada orang lain di luar lingkungan kantor. Yang paling mungkin tentu pada orang-orang di rumah karena ke sanalah kamu selalu pulang. Tidak apa-apa bila hanya sekadar bercerita.

Namun jangan sampai kemarahanmu terbawa ke rumah, kamu melampiaskan rasa frustrasimu pada keluargamu. Itu hanya akan membuat semua orang merasa buruk, terlebih dirimu sendiri. Di kantor tertekan, di rumah pun tak bisa tenang. Jika kamu sering membawa masalah kantor ke rumah, itu bisa menghancurkan keharmonisan keluargamu.

6. Mendesak semua orang membantu mengatasi masalahmu padahal mereka tidak tahu apa-apa
Kamu mungkin butuh masukan. Namun tetaplah melihat-lihat pada siapa kamu akan memintanya. Pastikan hanya pada orang yang tepat. Tahu persis masalahnya, adil, dan mengutamakan kebaikan untuk semua.

Jangan malah mengejar-ngejar bantuan dari orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Selain membuat mereka tidak nyaman, kamu sendiri pun berpotensi besar mendapatkan saran yang keliru.

Coba instrospeksi dirimu, apakah kamu pernah melakukan beberapa hal di atas? Jika iya, yuk berubah mulai sekarang.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star