Hastag Campus

7 Hal yang Sebaiknya Dihindari agar Gak Stres Berlebihan saat Skripsi

Bagi mahasiswa S1, skripsi merupakan tugas akhir yang wajib dijalani dan diselesaikan agar bisa lulus. Dalam mengerjakan skripsi, gak jarang mahasiswa rentan dilanda stres. Stres selama skripsi bisa jadi dipicu oleh sulitnya topik penelitian yang dipilih, dosen pembimbing yang ‘galak’ atau sulit ditemui, adanya masalah atau hambatan tertentu, tuntutan dari orangtua atau orang terdekat untuk segera lulus, atau berbagai faktor lainnya.

Stres saat skripsi sebenarnya wajar. Tapi kalau stres tersebut kadarnya sudah berlebihan, performa kita dalam mengerjakan skripsi bisa terpengaruh. Hal tersebut terjadi karena stres akan membuat kita gak fokus atau bahkan menjadi malas dalam mengerjakan skripsi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah stres supaya gak mengganggu kita dalam menyelesaikan skripsi.

Berikut ini tujuh hal yang sebaiknya kita hindari agar gak mengalami stres berlebihan saat mengerjakan skripsi.

1. Gak me-manage waktu dengan baik
Manajemen waktu yang kurang baik bisa membuat proses pengerjaan skripsi menjadi kacau. Hal tersebut bisa memicu stres saat skripsi, lho. Karena itu, buat timeline pengerjaan skripsi secara rinci dan terstruktur. Agar mudah, kita bisa menuangkannya ke dalam to-do-list harian.

Dalam to-do-list tersebut, tulis hal-hal apa saja yang harus diselesaikan setiap harinya berdasarkan skala prioritas. Dengan menulis rencana secara rinci dan terstruktur, kita gak akan melewatkan hal penting dan bahkan akan termotivasi untuk menyelesaikan berbagai target yang sudah ditulis dengan baik.

Baca juga: Belum ‘Sah’ Lulus Kuliah Kalau Belum Punya 5 Hal Ini

2. Suka menunda
Hal ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Bila kita suka menunda, kita mungkin akan ‘kelabakan’ untuk mengerjakan tugas-tugas kita saat mendekati deadline. Hal tersebut tentu berpeluang memicu stres pada diri kita. Karena itu, sebaiknya buang jauh kebiasaan menunda saat mengerjakan skripsi. Saat ada sesuatu yang bisa kamu kerjakan saat itu juga, segera kerjakan.

Ketika ada revisi dari dosen, jangan tunda untuk mengerjakannya. Menunda pengerjaan skripsi memang nyaman, tapi bukankah kamu tetap berkewajiban untuk mengerjakannya nanti? Lebih baik kerjakan secepatnya agar beban berkurang dan hati ‘plong’.

3. Kurang istirahat
Mahasiswa yang sedang skripsi mungkin sudah gak asing lagi dengan yang namanya begadang. Mengerjakan skripsi di malam hari hingga larut malam seakan sudah menjadi hal yang biasa. Padahal, berkurangnya jam tidur atau istirahat bisa memicu stres, lho.

Karena itu, coba manage waktumu dengan baik sehingga kamu tetap punya waktu istirahat yang cukup. Kalau bisa, hindari mengonsumsi kafein di malam hari yang dapat menunda keinginan untuk tidur.

4. Gak meluangkan waktu untuk refreshing atau berolahraga
Hal lain yang sebaiknya kamu hindari agar gak stres saat skripsi adalah melupakan refreshing atau olahraga. Olahraga dapat meningkatkan produksi hormon stres adrenalin dan kortisol di dalam tubuh yang bisa membantu meredam stres. Tubuh dan pikiran pun menjadi lebih tenang dan rileks. Karena itu, jangan lupa masukkan agenda untuk refreshing atau berolahraga ke dalam to-do-list di sela-sela pengerjaan skripsi.

5. Memasang target terlalu tinggi
Sebelum atau saat mengerjakan skripsi, kita mungkin memasang target tertentu untuk dicapai, misalnya mendapatkan hasil penelitian yang baik, cepat selesai, atau menerbitkan hasil penelitian skripsi di jurnal internasional bereputasi.

Sebenarnya gak ada yang salah, tapi jangan memasang target yang terlalu tinggi atau sekiranya terlalu sulit untuk dicapai. Menetapkan target-target yang terlalu tinggi hanya akan membuat kamu merasa stres. Karena itu, cobalah membuat target skripsi yang lebih realistis.

Baca juga: Penting Buat Masa Depan: Selain Skill, Kamu Harus Punya ‘Personal Branding’ Untuk Bersaing!

6. Memilih topik skripsi yang gak disukai atau dikuasai
Kita bebas menentukan topik skripsi karena pada dasarnya hal tersebut merupakan ajang kreativitas bagi kita. Tapi, jangan sampai kamu memilih topik atau judul skripsi tertentu hanya karena keren, gengsi, atau karena topik tersebut sedang hits, padahal kamu gak begitu menguasainya atau bahkan gak menyukainya.

Hal tersebut nantinya akan memberatkan kamu dan bahkan membuat stres. Karena itu, saat memilih topik atau judul skripsi, cermati baik-baik masalah apa yang akan kamu angkat. Kemudian, sesuaikan dengan kapasitasmu, baik dari sisi pengetahuan, minat, referensi, dan waktu.

7. Selalu berpikiran negatif
Pada akhirnya, stres atau tidaknya kamu saat mengerjakan skripsi bergantung pada pikiranmu sendiri. Kalau kamu selalu berusaha bersikap optimis dan membuat kata-kata afirmasi positif ke dalam dirimu, otak akan merespon dengan positif sehingga kamu pun bisa terhindar dari stres. Begitu pun sebaliknya.

Cara simpel untuk membiasakan berpikir positif adalah dengan menulis kata-kata motivasi atau inspirasi di ponsel, buku harian, dinding kamar, atau berbagai benda yang sering kamu jangkau. Selain itu, mendengarkan lagu-lagu bernuansa positif juga bisa menjadi pilihan agar kita tetap berpikir positif.

Nah, itulah tadi beberapa hal yang sebaiknya kita hindari saat mengerjakan skripsi agar kita gak stres. Ketika sedang skripsi, stres itu wajar, tapi jangan sampai kadarnya berlebih dan membuat produktivitas kita menurun. Jadi, tetap semangat ya guys!

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star