Hastag Campus

Penting Buat Masa Depan: Selain Skill, Kamu Harus Punya ‘Personal Branding’ Untuk Bersaing!

“Kudu pintar ‘jual diri’ gitu deh.”

Personal Branding bukan hanya milik perusahaan lho, guys! Secara gak sadar, pribadi kamu pun membutuhkannya. Terkenal dengan segala kelebihan itu suatu kebanggan. Apalagi yang membuat kamu dikenal orang lain adalah potensi yang nggak semua orang miliki. Persaingan saat ini semakin ketat, kalau kamu punya personal branding, kamu akan terlihat lebih di mata orang lain. Ini trik nya supaya kamu punya personal branding tanpa harus ber-alay-ria di sosial media.

1. Biarpun ahli di reportase, jangan asal publish kisah yang kamu dapat.
Dunia informasi saat ini berkembang pesat. Nah, ketika ada kesempatan buat kamu membagikan sebuah kisah atau berita di media sosialmu, jangan dikemas hanya ala kadarnya! Jangan lupa dipercantik dan dibentuk dengan sepenuh hati. Misalnya nih, kamu berhasil merekam konser bintang favoritmu atau pertandingan olahraga tim populer di kotamu. Eits, daripada sekedar di-upload ke Youtube, bisa kamu kompilasikan dengan adanya dirimu yang bercerita tentang konser itu dan beri fakta-fakta menarik. Orang lain akan melihat video itu sangat informatif, seru dan kamu terlihat berbeda! Sesuatu yang kamu publish harus menarik perhatian publik yaaa. Bukan sekedar asal jadi saja. Dengan benar-benar “mempersiapkan” konten yang kamu taruh di sosial media, personal branding-mu secara otomatis akan terbentuk juga.

2. Setinggi apapun skill kamu, percuma kalau gak ditampilin di LinkedIn!
Siapa yang nggak kenal media yang satu ini? Iya, media yang berpotensi ‘menjual diri’ kamu. Eits, dalam artian menjual kemampuan kamu lho. Bukan bermaksud sombong, utarakan saja berbagai pengalaman kamu yang pernah kamu kerjakan. Maka semua orang akan tahu bahwa kamu punya potensi yang patut diperhitungkan. Di ranah profesional, LinkedIn sangat diperhitungkan dan bisa jadi jembatanmu ke banyak kesempatan.

3. Nggak perlu cari sensasi yang tak ada hubungannya dengan skill kamu.
Misalnya, membuat kontroversi dengan menghujat orang lain. Zonk! Kamu memang bakal cepat terkenal, terkenal karena sumpah pocong, iya. Yes, okelah followers kamu banyak. Tapi citra dirimu akan memburuk dan jadi perbincangan nggak sedap di masyarakat. Ngapain juga kan menyia-nyiakan nama baikmu kan?

4. Manfaatkan segala platform yang bisa menunjang kesuksesan kamu (blog, personal website).
Karena saat ini media online, sudah seperti soulmate yang gak bisa dipisahkan dari pasangannya #tsaah. Memiliki blog maupun personal website itu suatu kebutuhan lho, guys! Bukan hanya sebagai media tempat kamu menulis. Dari situlah berawal siapa kamu dan seperti apa kamu akan dikenal oleh publik.

5. Usahakan namamu terdeteksi dan teridentifikasi dengan baik ketika di-search google.
Coba deh, iseng-iseng kamu search google, ketik namamu. Apa yang muncul? Kalau yang muncul hanya sebatas di sosial media, Wah… bisa dikatakan kamu belum memiliki personal branding yang baik. Usahakan nama kamu minimal muncul di blog pribadi kamu atau mungkin muncul di portal media tentang prestasi kamu.

6. Gunakan nama “panggung”(jika perlu).
Di zaman ini, stage name ini perlu lho guys! Bukan berarti karena kamu nggak bersyukur dengan nama asli kamu. Namun, ada kalanya nama lainmu akan lebih menjual dan membuat kamu lebih dikenal. Serius deh! Misalnya nih, kamu pasti lebih familiar dengan nama Dee Lestari, dibandingkan Dewi Lestari Simangunsong kan?

7. Bergabung dengan komunitas.
Jangan hanya berpikir tentang materi. Bergabung dengan komunitas secara logika memang nggak mendapatkan apa-apa. Namun, justru disanalah kamu bisa mengambil kesempatan untuk menjalin relasi yang lebih kuat. Apa gunanya jika kamu punya skill yang wah, akan tetapi orang lain gak mengetahuinya.

8. Selektif memilih media sosial.
Sosial media kamu jangan hanya digunakan untuk status-status nggak penting. Update status lagi makan, lagi mau ke kamar mandi, dll. Plis deh… Sadar deh, vroh. Tinggalkan kebiasaan buruk itu. Lebih baik kamu gunakan sosial mediamu untuk meningkatkan personal branding kamu, Contohnya, gunakan Twitter kamu untuk share tulisan yang kamu punya di blog. Siapa tahu ada penerbit yang melirik. Kesempatan kamu buat jadi penulis terbuka luas.

Coba pikirkan baik-baik sekarang, kamu sudah memiliki personal branding belum?

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star