Hastag Campus

Mau Kuliah Arsitektur? 5 Biaya Ekstra Ini Perlu Disiapkan

Hayo, yang baru lulus SMA sudah punya gambaran belum kira-kira, kalau dapat kesempatan berkuliah mau ambil jurusan apa? Kalau kalian terpikir untuk mengambil arsitektur, pas banget nih untuk membaca artikel ini. Bagi yang gak minat namun kepo, bisa juga jadi bahan informasi tambahan.

Nah, selain biaya SKS atau biaya kuliah per-semester jika kalian kuliah di universitas negeri, maka ada biaya di luar semesteran yang harus kalian siapkan demi mendapat gelar S.Ars. Apa saja? Yuk, kita bahas.

1. Biaya laptop yang jadi jantung kehidupan perkuliahan
Lho, bukannya emang setiap mahasiswa kuliah sekarang sudah punya laptop? Iya benar, namun di arsitektur, laptop yang harus dimiliki rata – rata harganya lebih mahal dibanding laptop yang hanya untuk bikin PPT atau nulis.

Karena aplikasi gambar di arsitektur seperti Autocad, Sketch Up, dan Lumion bukan aplikasi dengan ukuran yang rendah, maka spesifikasi laptop juga harus disesuaikan lah. Minimal core i5 dan RAM 4GB. Itu sudah paling minimal ya untuk mengoperasikan aplikasi gambar di arsitektur.

2. Alat gambar untuk mata kuliah yang wajib hand drawing
Di awal semester, kalian tentu gak langsung diperbolehkan gambar dengan bantuan aplikasi. Namun, hand drawing skill juga diasah di permulaan kuliah. Jadi, kalian harus siap beli pensil, drawing pen aneka ukuran, pensil warna, fine colour atau copic, dan cat air.

Berita buruknya adalah beberapa komponen itu memiliki harga yang cukup mahal per-bijinya, makanya kalian harus pintar – pintar untuk menabung dan membeli perlahan jika gak mampu membeli semuanya.

3. Pembuatan maket blok plan, konstruksi, dan maket presentasi
Maket juga menjadi makanan tiap semester bagi anak arsitektur. Maket terdiri dari maket blok plan, maket studi, maket konstruksi dan juga maket presentasi final seperti yang kalian sering lihat di mall-mall jika ada pemeran perumahan atau bangunan.

Sebenarnya mahal murahnya suatu maket tergantung kreativitas masing – masing. Jika pandai mengolah kertas pasti jadinya tetap sama seperti dari kayu atau bahan jadi yang pasti lebih mahal. Tapi, tetap harus kalian sediakan dana untuk maket, ya!

4. Biaya print gambar di kertas A2, A1, dan A0
Di arsitektur kalian nanti akan kurang familiar dengan kertas ukuran A4. Karena paling kecil kertas gambar berukuran A3. Nah, setiap semester saat akan UTS atau UAS, maka kalian harus siapkan dana untuk nge-print gambar kerja kalian, yang ukurannya bisa A2, A1 bahkan A0.

Kalau A4 atau A3 sih masih bisa pakai printer rumahan. Namun, kalau udah A2 gak mungkin kan kalian beli printernya yang skalanya buat percetakan? Maka itu, dana buat nge-print ini akan cukup menguras dompet.

5. Biaya ruang studio arsitektur di kampus
Selain membayar uang kuliah di mata kuliah utama yaitu studio perancangan arsitektur, biaya ruangnya juga akan dibebankan kepada kalian, karena dalam seminggu kalian bisa minimal 2 hari menjalani mata kuliah studio perancangan arsitektur. Besar biayanya tergantung masing-masing universitas, ada yang 2 atau 3x biaya SKS.

Nah itu dia guys, 5 biaya ekstra yang harus dikeluarkan jika serius kuliah di arsitektur. Karena biayanya gak murah, maka yakinkan benar kalau kalian memang passion di arsitektur. Karena, kalau nggak sayang banget kan uangnya?

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star