Hastag Campus

5 Pemikiran yang Harus Dibuang Jauh Kalau Ingin Skripsi Cepat Selesai

Buat kamu mahasiswa S1, skripsi merupakan kegiatan penelitian yang wajib kamu selesaikan di akhir masa perkuliahan. Karena kerap menyita banyak pikiran dan tenaga, skripsi seringkali dianggap sebagai suatu ‘beban’. Skripsi bahkan bisa jadi dianggap momok oleh sebagian mahasiswa. Gak heran, banyak mahasiswa yang ingin segera mengakhiri skripsinya.

Kalau kamu ingin skripsi cepat selesai, yuk hindari lima pemikiran berikut.

1. Masih ada banyak waktu
Meski tergantung pada kebijakan masing-masing kampus, pengerjaan skripsi idealnya dibatasi waktu antara 6 bulan hingga satu tahun. Dengan tenggat waktu tersebut, kamu mungkin berpikir bahwa kamu punya waktu yang cukup banyak untuk mengerjakan skripsi. Dengan begitu, kamu menjadi mudah untuk menunda pengerjaan skripsi. Padahal ketika kamu sudah memasuki masa skripsi, waktu akan terasa berjalan begitu cepat lho.

Baca juga: 5 Tips Agar Kamu Tetap Semangat Saat Sedang Mempersiapkan Tes IELTS

2. Skripsi terlalu mudah
Memang, kita harus berpikir positif dengan memandang bahwa skripsi bukanlah sesuatu yang sulit. Tapi jangan sampai kamu malah menganggap enteng skripsi. Kalau sampai itu terjadi, kamu mungkin akan mudah tergoda untuk menunda pengerjaan skripsi.

3. Kemampuan diri sendiri rendah
Poin ini berkebalikan dengan poin sebelumnya, yaitu berpikiran bahwa diri kita gak punya kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu. Padahal, kita semua punya peluang yang sama menyelesaikan tepat waktu, asal punya kemauan untuk terus berusaha.

Baca juga: 5 Teknik Ampuh untuk Menenangkan Pikiran yang Terlalu Sibuk Bekerja

4. Dosen pembimbingmu killer
Gak bisa dimungkiri, karakter dosen pembimbing menjadi salah satu penentu cepat atau tidaknya kamu dalam menyelesaikan skripsi. Tiap dosen tentu punya karakter berbeda-beda. Ada yang mudah ditemui dan perhatian, ada yang susah ditemui, bahkan ada juga yang hobi memberi revisi.

Namun seperti apa pun karakteristik dosen yang membimbing kamu, kamu harus tetap menjalin hubungan yang baik dengannya. Jangan sampai kamu berpikir negatif bahwa dosenmu killer, meski seandainya itu memang benar. Killer atau tidaknya dosen sebenarnya tergantung dari pemikiranmu sendiri, lho. Asal kamu tetap berlaku baik dan berusaha mengerjakan skripsi dengan baik, kamu tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu.

5. Bertanya adalah sesuatu yang memalukan
Dalam mengerjakan skripsi, kita mungkin dihadapkan pada berbagai masalah, hal yang membingungkan, atau hal yang kurang dipahami. Dengan situasi seperti itu, bertanya bisa menjadi solusi yang tepat. Kamu bisa bertanya kepada orang yang dianggap mengerti permasalahan yang kamu hadapi, seperti dosen, teman sebagai, senior, alumni, atau bahkan adik kelas.

Sayangnya, beberapa orang mungkin masih merasa gengsi untuk bertanya atau bahkan berpikir bahwa bertanya adalah sesuatu yang memalukan. Padahal dengan bertanya, kamu bisa menjawab permasalahan tersebut dengan lebih cepat daripada harus mencari tahu semuanya sendiri.

Sebenarnya, kunci utama dari ketepatan waktu pengerjaan skripsi adalah diri pikiran kamu sendiri. Seberapa sulitnya rintangan yang kamu hadapi selama skripsi akan bisa kamu atasi asal kamu tetap berpikir positif dan punya kemauan yang kuat. Tetap semangat, ya!

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star