Hastag Campus

5 Hal yang Membuat KBM dengan Digital Learning di Rumah Lebih Efektif

Saat ini, beberapa institusi pendidikan sudah banyak yang melakukan transformasi digital dalam bidang pengajaran. Hal ini tak hanya dilakukan pascapandemik COVID-19 masuk ke Indonesia saja.

Namun, tidak sedikit pula sekolah yang baru menerapkan digital learning sehingga guru atau pelajarnya merasa kaget dan kesulitan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar.

Terkait hal tersebut, Pintek dan NUADU mengadakan Webinar yang bertajuk “KBM Efektif dengan Implementasi Digital Learning” pada Kamis (30/4) secara online. Dalam bahasan tersebut, Frahel Theodora, Head of Curriculum NUADU, menyampaikan tips agar kegiatan belajar mengajar dengan digital learning di rumah dapat berjalan efektif

1. Mencari tahu kebutuhan sekolah dan aplikasi yang paling sesuai untuk digunakan
Menerapkan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar di rumah hingga membuatnya layak seperti kelas secara fisik, bukan hal mudah.

Namun, Frahel Theodora mengatakan bahwa sebagai pengajar atau pemimpin sekolah, kamu bisa cari tahu lebih dahulu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh sekolah. Dengan begitu, kamu bisa memilih aplikasi yang paling tepat.

“Membawa kelas fisik ke rumah atau home based learning, bukan perkara mudah. Bagi sekolah yang tak memiliki teknologi digital sebelumnya, maka hal yang harus dilakukan adalah mencari tahu kebutuhan sekolah agar dapat memilih aplikasi pengajaran yang tepat,” ungkapnya.

Baca juga: 6 Motivasi untuk Tetap Konsisten Jalani Side Job Sesuai Passion

2. Mengadakan pelatihan kepada para pengajar agar dapat memberikan materi yang baik kepada siswa
Keterbatasan SDM atau pihak pengajar, juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Apalagi, menurut Frahel Theodora, terdapat tantangan yang harus dihadapi oleh para pengajar yaitu mental block atau merasa tidak siap dalam menggunakan teknologi baru.

“Sangat penting untuk membuat guru agar tetap mengimplementasikan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Namun, mereka memiliki tantangan baik dari dana, sarana, dan prasarana, hingga mengalami mental block,” terangnya.

Iamenambahkan bahwa mental block dapat terjadi karena peran pengajar menjadi berlipat ganda. Mulai dari mempersiapkan materi pembelajaran, membuat soal dan tugas, bahkan harus mempelajari metode digital learning agar KBM dapat tetap berjalan efektif.

“SDM dikatakan tidak siap bukan karena guru tidak kompeten. Akan tetapi, ketika sistem pembelajaran pindah ke rumah, pekerjaan mereka justru menjadi berlipat ganda. Mulai dari mempersiapkan materi pembelajaran, membuat soal dan tugas. Bahkan, dengan adanya digital learning, mereka harus belajar untuk menggunakan teknologi,” kata Frahel.

3. Mengajak orangtua untuk bekerjasama dalam membuat home based learning berjalan efektif
Untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar di rumah yang efektif layaknya di sekolah, Frahel menegaskan bahwa hal tersebut dapat dicapai jika orangtua juga mengambil peran dan bekerja sama secara kooperatif dengan pihak pengajar.

Mereka bisa memastikan dalam kegiatan belajar mengajar, sudah terdapat 3 tahapan yang terjadi, yakni penyampaian materi dari guru ke siswa berjalan dengan baik, tugas yang diberikan dikerjakan, dan evaluasi dari guru ke siswa.

“Orangtua dan guru harus bersinergi karena memiliki peran yang sama penting untuk memastikan dalam kegiatan belajar mengajar sudah terdapat 3 tahapan yang terjadi. Mulai dari penyampaian materi guru ke siswa, tugas yang diberikan dikerjakan dengan baik, dan guru memberikan evaluasi yang dipahami oleh siswa,” terangnya.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Pengucapan Bahasa Inggris dengan 5 Cara Mudah Ini

4. Bagi pelajar dalam tingkatan PAUD atau Sekolah Dasar, sebaiknya menerapkan konsep blended learning
Setiap tingkatan pendidikan memiliki sistem pengajaran yang berbeda. Untuk tingkatan PAUD dan Sekolah Dasar, Frahel menyarankan untuk mengurangi penggunaan gawai dalam memaparkan materi dan menerapkan konsep blended learning.

“Penggunaan gawai untuk tingkatan PAUD dan SD tidak bijaksana untuk siswa. Jadi, untuk siswa yang masih berada di tingkatan tersebut sebaiknya pemaparan menggunakan gawai dikurangi dan mulai menerapkan konsep blended learning. Tujuannya agar mereka juga bisa belajar untuk meningkatkan soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi atau berpikir kognitif,” ungkap dia.

5. Melakukan evaluasi dan feedback yang disesuaikan dari hasil tugas para siswa
Agar kegiatan belajar mengajar berjalan efektif, pihak pengajar juga harus memberikan evaluasi kepada siswa. Dengan begitu, pengajar dapat mengetahui sejauh mana kemampuan siswa.

Pengajar juga bisa melakukan pemetaan untuk menetapkan tugas dan materi yang lebih tepat. Untuk siswa sendiri, hal ini bisa dijadikan untuk pembelajaran dan pengetahuan terhadap kemampuan diri.

“Feedback dan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting. Ini berguna untuk melakukan pemetaan yang tepat berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Dengan begitu, materi dan tugas yang diberikan akan dapat lebih efektif,” ujar Frahel.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menggunakan digital learning di rumah, dapat berjalan lebih efektif. Semoga informasi di atas dapat diimplementasikan dengan baik.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star