Hastag Campus

7 Tips Membuat Proposal Skripsi Berkualitas, Biar Cepat di-ACC Dosen!

Buat kamu para pejuang skripsi, proposal merupakan tahap awal sebelum menjalankan penelitian. Setelah mendapatkan topik penelitian, kamu bisa mengembangkannya menjadi sebuah proposal.

Meskipun terdengar sepele, proses pembuatan proposal skripsi bisa memakan waktu yang lama. Gak jarang, dosen memberi banyak revisi bahkan menolak usulan proposal yang diajukan.

Jangan khawatir, berikut ini beberapa tips membuat proposal skripsi yang berkualitas dan disukai dosen.

1. Menentukan batasan (scope) ruang lingkup skripsi
Setelah dapat satu ide atau topik penelitian, maka kamu harus mengerucutkan ide atau topik tersebut menjadi lebih spesifik. Tentukan batasan yang jelas mengenai apa saja yang ingin kamu teliti dan apa saja yang gak tercakup dalam topik penelitianmu. Dengan begitu, kamu bisa menulis keseluruhan isi proposal secara jelas dan terperinci sehingga lebih mudah dipahami.

Baca juga: Coba Tanyakan 5 Hal Ini Pada Dirimu Ketika Ingin Bekerja Sambil Kuliah

2. Merumuskan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan pertanyaan penelitian yang logis dan sejalan
Selanjutnya, kamu perlu membuat rumusan masalah, tujuan penelitian, dan pertanyaan penelitian (research question) yang logis dan selaras satu sama lain.

Rumusan masalah berisi tentang latar belakang atau masalah tertentu yang mendorong kamu untuk melakukan penelitian. Tujuan penelitian berisi tentang apa yang hendak dicapai berdasarkan rumusan masalah tersebut. Sementara itu, pertanyaan penelitian merupakan pertanyaan yang nantinya harus dijawab di akhir penelitian atau pada bagian kesimpulan.

3. Mengumpulkan dasar teori yang kuat dan terpercaya sebagai pendukung
Cari sebanyak mungkin literatur yang dapat mendukung konten proposalmu. Setidaknya, kamu harus bisa mengumpulkan literatur sebanyak 10 buah.

Dalam memilih pustaka, kamu gak bisa sembarangan. Sebaiknya pilih sumber terpercaya, seperti artikel jurnal terakreditasi, buku ber-ISBN, skripsi lain, atau laman resmi lembaga besar.

Hindari mencomot literatur dari sumber yang belum terjamin kebenarannya, seperti blog pribadi. Pemakaian referensi dari tulisan yang dibuat secara crowdsourcing seperti Wikipedia juga sebaiknya dihindari.

4. Menggunakan metode penelitian yang sesuai
Pilihlah metode penelitian yang sesuai, lalu tulis dengan baik dan rinci. Kamu juga bisa menggunakan metode dari berbagai skripsi lain atau artikel jurnal yang serupa dengan penelitianmu sebagai referensi. Bagian ini sangat penting untuk diperhatikan karena kalau ada kesalahan sedikit saja, bukan gak mungkin kamu harus mengulang penelitianmu dari awal. Duh, jangan sampai deh!

Baca juga: Pantang Menyerah, 5 Hal ini Akan Buatmu Kuat Hadapi Kegagalan

5. Menulis proposal secara singkat tapi informatif dan relevan
Kamu mungkin mengira kalau semakin tebal proposal, semakin baik proposal itu. Padahal, belum tentu. Justru, proposal yang baik seharusnya ditulis secara singkat (concise) namun tetap informatif dan relevan. Hindari menulis proposal yang menampilkan banyak informasi gak relevan, berulang-ulang, atau ditulis dengan gaya bahasa bertele-tele sehingga sulit dipahami.

6. Menulis proposal sesuai tempate atau format baku yang ditetapkan
Sebelum menulis proposal, kamu harus memeriksa apakah pihak prodi atau universitas menyediakan tempate atau format baku proposal yang wajib diikuti. Kamu bisa make sure dengan menanyakannya secara langsung ke bagian administrasi prodi atau universitas. Kamu juga bisa mengecek melalui website resmi prodi atau universitas. Jangan sampai kamu harus merombak ulang proposalmu hanya karena salah template.

Kalau pihak prodi atau universitas gak menyediakan template khusus, kamu bisa menggunakan format standar proposal penelitian. Sebuah proposal umumnya terdiri dari bagian judul, latar belakang, tujuan, tinjauan pustaka, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka.

7. Memperhatikan hal-hal kecil seperti kesalahan penulisan dan grammar
Membuat kesalahan penulisan atau typo memang manusiawi, tapi sebisa mungkin kamu tetap harus menghindarinya. Proposal tanpa typo tentu lebih enak dibaca, bukan? Selain itu, pastikan kamu menggunakan bahasa baku. Kalau kamu menulis proposal dalam bahasa Inggris, pastikan kamu gak menggunakan bahasa slang atau grammar yang salah.

Setelah proposalmu jadi, kamu bisa mengoreksinya kembali untuk melihat kesalahan penulisan yang mungkin ada di sana. Kalau mau, kamu juga bisa meminta bantuan teman untuk mengoreksikan proposalmu atau menggunakan jasa proofreading berbayar.

Demikianlah beberapa tips yang bisa dilakukan agar proposal skripsi kamu menjadi lebih berkualitas dan memikat hati dosen. Tips mana saja nih yang sudah kamu lakukan?

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star