Hastag Campus

5 Alasan Gak Perlu Minder Meski Kuliah di Universitas Non-Favorit

Masa SMA adalah masa peralihan. Ada banyak sekali momen yang berpengaruh kepada masa-masa selanjutnya. Salah satunya ketika memutuskan untuk kuliah. Memang harapan kita terhadap tempat belajar selanjutnya sangatlah tinggi. Kita ingin membanggakan nama besar kampus dengan memakai almamaternya. Namun karena banyak faktor tidak semua orang bisa masuk di universitas favorit.

Sayangnya ketika yang terjadi tidak seperti harapan, kekecewaan dan rasa iri muncul dalam diri kita. Momen ini sangat sulit kita terima dan membuat kita mengaitkannya dengan kesuksesan. Padahal kuliah di universitas favorit juga tidak menjaminmu untuk sukses, lho.

Berikut ini 5 alasan kenapa kamu gak perlu minder kuliah di universitas non-favorit. Tenang masih banyak jalan.

1. Kualitas dirimu lebih penting daripada nama besar kampus.
Ini adalah prinsip yang perlu kamu pegang sejak awal. Jika kamu masih sering membanding-bandingkan kampus, kualitas dirimu justru lebih utama. Kamu perlu mengasah kelebihanmu sehingga bisa menjadi personal branding-mu ketika nanti bersaing dengan mahasiswa lain. Kerja keras yang akan membuktikan kesuksesanmu bukan universitas.

Terkadang faktor keuntungan juga mempengaruhi seseorang bisa masuk di universitas ternama lho. Jadi gak perlu minder, belum tentu mereka lebih baik darimu kok. Selain itu kuliah di kampus favorit tidak menjaminmu lebih sukses. Tetap saja faktor terbesar ada dalam dirimu sendiri.

Baca juga: Coba Tanyakan 5 Hal Ini Pada Dirimu Ketika Ingin Bekerja Sambil Kuliah

2. Belajar bisa di mana saja, ilmu bisa didapat di mana saja
Selalu ingat bahwa tujuan kamu kuliah adalah belajar dan mencari ilmu. Bukan untuk gengsi-gengsian semata. Jika pola pikirmu sudah seperti ini, kamu tidak akan ragu lagi untuk belajar di mana pun. Jangan mengira bahwa kampus hebat sangatlah sempurna, karena tetap ada kekurangan yang hanya tidak kamu ketahui.

Jadi sebenarnya sama saja karena fungsi utama universitas adalah untuk mencari ilmu. Belajar tidak pernah mengenal tempat, di mana pun ada ilmu yang bisa kamu pelajari.

3. Tetap ada keuntungan ketika kamu kuliah di universitas non-favorit
Hal ini yang sering tidak kamu sadari. Bahwa kuliah di universitas non-favorit juga memiliki beberapa keuntungan yang bisa kamu maksimalkan. Jangan merasa bahwa kuliah di universitas favorit itu menyenangkan. Malah justru membuatmu stres berkepanjangan. Jika kamu tidak mampu mengikuti standar di tempat tersebut, mentalmu akan jatuh dan merasa gagal.

Nah kuliah di universitas non-favorit membuatmu memiliki peluang yang tinggi untuk mencoba banyak kesempatan. Kamu bisa mencari kesempatan untuk bekerja part time atau mengikuti organisasi. P

eluangmu untuk bisa jadi asisten lab atau asisten dosen juga tinggi. Termasuk lulus dengan cum laude dan penelitianmu masuk jurnal nasional/internasional juga bisa kamu dapatkan. Bukan hal yang mustahil jika semua itu bisa kamu dapat ketika wisuda.

Baca juga: Pantang Menyerah, 5 Hal ini Akan Buatmu Kuat Hadapi Kegagalan

4. Persaingan dunia kerja bukan ditentukan berdasarkan universitas
Dunia kerja adalah masa selanjutnya setelah kita menempuh perkuliahan. Dengan persaingan bersama ribuan lulusan lainnya, bukan berarti seseorang yang kuliah di universitas favorit memiliki privilege daripada yang lainnya. Seleksi tetap dilakukan secara adil dan dilihat berdasarkan kualitas. IPK hanyalah standar administrasi, setelahnya ditentukan oleh dirimu sendiri.

Kamu tetap memiliki kemungkinan diterima lebih tinggi jika memiliki kelebihan dan pengalaman yang banyak. Tidak jarang mahasiswa lulusan universitas favorit masih kesulitan dalam mencari pekerjaan, kok. Jadi lebih baik kamu rencanakan ingin bekerja apa setelah ini, sehingga kamu sudah dahulu mempersiapkan dari orang lain.

5. Selalu ingat perjuangan orang tua untuk membiayai kuliah
Jika rasa mindermu sudah berlebihan kamu perlu kembali lagi melihat dirimu seutuhnya. Belajarlah mengevaluasi diri sendiri dan mencari sisi positif dari suatu permasalahan. Cobalah ingat kedua orang tuamu yang telah membantumu memberikan pendidikan sebaik mungkin.

Tidak semua orang bisa mendapatkan pendidikan sampai tingkat universitas. Kamu perlu banyak-banyak bersyukur dan mengingat kondisi orang-orang di sekitarmu. Jangan sampai kamu memaksakan egomu hingga membuat orang lain kesusahan. Yang paling penting ilmu yang kamu dapatkan sudah mendapat restu dari orang tua, sehingga akan bermanfaat bagi banyak orang.

Memang pikiran tersebut sangat wajar terjadi dan hampir dirasakan semua orang yang merasa gagal masuk di universitas yang diharapkan. Masa-masa tersebut akan membuatmu mendapat banyak pembelajaran. Termasuk arti dari kesuksesan yang sebenarnya.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star