Hastag Campus

5 Hal yang Perlu Mahasiswa Tahu Tentang Seminar Motivasi

Umumnya, seminar-seminar motivasi khusus mahasiswa baru maupun lama banyak diselenggarakan oleh organisasi-organisasi kampus maupun luar kampus. Kamu pasti pernah memgikuti salah satu event-nya atau bahkan setiap agendanya. Biasanya, tema-tema seminar tersebut seputar motivasi sukses, menjadi mahasiswa berprestasi, trik meraih IPK tinggi dan sempurna serta persiapan survive di era digital atau revolusi industri 4.0.

Di satu sisi, seminar semacam itu memang bagus sebagai sumber motivasimu yang lain demi menjaga semangat kuliah dan tidak menjadi mahasiswa standar saja. Namun, seminar seperti itu juga terkadang hanya menawarkanmu semangat berapi-api tanpa teknis yang jelas. Sepulang dari sana, spirit yang membara itu menguap begitu saja dalam beberapa jam.

Mahasiswa pada umumnya akan menyukai kegiatan seminar seperti ini. Tapi, sebelum kamu memutuskan untuk ikut, cobalah untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. Yuk, simak ulasannya!

1. Kesuksesanmu bergantung dari mindset dan kerja keras, bukan hanya motivasi
Hal yang harus kamu tanamkan sejak awal mengenai konsep kesuksesan adalah kamu hanya bisa meraihnya dengan mindset yang benar dan kerja keras serta campur tangan takdir dari Tuhan. Jadi, tanpa itu semua kamu gak akan bisa meraihnya dengan mudah.

Pola pikirmu tentang uang, pentingnya disiplin waktu, cara membedakan produktivitas dan kesibukan hingga cara menghargai orang lain seperti keluarga hingga klien adalah hal yang perlu kamu pelajari. Belum lagi teknis atau cara meraihnya. Kamu harus berani ambil risiko, berkreasi, menciptakan inovasi, belajar pemasaran atau marketing jika itu terkait dengan bisnis dan sebagainya.

Baca juga: Pahami 9 Keahlian Komunikasi Ini Agar Wawancara Kerjamu Makin Sukses

2. Jangan terlalu bergantung pada seminar saat butuh motivasi
Selanjutnya, kamu jangan terlalu bergantung pada seminar motivasi hanya demi memenuhi kebutuhan motivasi. Sebab, kebanyakan seminar tentang motivasi hanya membuatmu bersemangat dalam sesaat saja.

Jika kamu membutuhkan motivasi agar semangatmu kembali, jangan buru-buru mengikuti seminar. Lihatlah dirimu sedalam mungkin. Teliti segala kesalahan atau kekurangan yang membuatmu kehilangan gairah dalam beraktivitas.

Gunakan akses internet dan gawai yang kamu miliki untuk mempelajari hal baru. Gak harus menunggu tokoh inspiratif datang ke hadapanmu.

3. Tindak lanjut dari seminar itu penting
Hal yang tidak kalah substantif adalah tindak lanjut dari seminar yang kamu ikuti. Apakah ilmu yang kamu dapatkan dari narasumber yang luar biasa dibiarkan menguap begitu saja dan hanya sekadar jadi wacana? Pada umumnya, orang-orang yang sudah mengikuti seminar motivasi hanya ‘terbakar’ sementara.

Sebaiknya, kamu ubah kebiasaan tersebut. Catat hal-hal teknis atau janji pada dirimu sendiri dari motivasi yang kamu dapatkan. Gunakan catatan tersebut untuk kamu praktikkan sendiri.

Baca juga: 6 Beasiswa S1 Tahun 2020 Ini Resmi Dibuka, Ada Dalam & Luar Negeri!

4. Pastikan setiap input yang kamu dapat bisa membuatmu berkembang
Apakah seminar motivasi bisa membuatmu lebih berkembang dari sebelumnya? Pada dasarnya, tidak satupun seminar motivasi berkonten negatif. Semuanya menyajikan ajakan positif bagi peserta yang mengikutinya. Jadi, jawaban pertanyaan tersebut adalah bergantung dari cara kamu menyikapinya.

Pastikan kamu fokus pada poin-poin yang cocok untuk membuatmu berkembang di bidang yang kamu inginkan. Jangan hanya fokus pada lelucon atau quote yang sulit kamu wujudkan.

5. Gunakan motivasi sebagai cara lebih mengenal potensi diri
Agar seminar motivasi yang kamu ikuti gak sia-sia, gunakan momen tersebut untuk mengenal potensi dirimu sendiri. Dengan begitu, kompetensi dirimu akan melejit seiring waktu. Masa-masa kuliahmu pun jadi lebih berwarna karena tidak hanya duduk diam menyimak materi dari dosen. Tapi, juga tergerak untuk berkarya dan memberi sumbangsih bagi sekitar.

Nah, itulah hal yang mesti kamu perhatikan sebelum mengikuti seminar motivasi agar waktu dan uangmu tidak terbuang sia-sia. Dan juga, agar lebih banyak lagi generasi yang kritis dan produktif.

Selamat mencoba!

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star