Hastag Campus

Gak Selalu Negatif, 6 Hal Positif Ini Dirasakan Mahasiswa “Kupu-Kupu”

Terkadang, orang-orang suka menganggap remeh mahasiswa “kupu-kupu” alias “kuliah pulang-kuliah pulang”. Mereka beranggapan bahwa mahasiswa “kupu-kupu” adalah anak yang pasif, pemalas, tidak berpengalaman, dan tidak produktif.

Namun benarkah anggapan tersebut? Daripada berburuk sangka, yuk simak ulasannya berikut ini!

1. Hemat uang jajan dan transportasi
Kalau jarak rumah cukup jauh dari kampus dan membutuhkan biaya transportasi yang besar, jadi mahasiswa “kupu-kupu” dapat menghemat uang jajan dan biaya transportasi, lho!

Yups, mahasiswa “kupu-kupu” gak perlu bolak-balik kampus tiap hari sekalipun hari libur. Mahasiswa “kupu-kupu” juga gak perlu ngeluarin banyak uang untuk beli makan ataupun bayar denda organisasi. Uang jajan dan transportasi pun jadi lebih hemat dan bisa ditabung.

Baca juga: 5 Manfaat Mengikuti Program Coaching bagi Mahasiswa

2. Ikut kegiatan positif lain di luar kampus
Mahasiswa “kupu-kupu” punya banyak kesempatan untuk ikut berbagai macam kegiatan positif lain di luar kampus. Tentunya sekarang ini udah banyak banget kegiatan volunteer yang bisa diikuti. Nah, mahasiswa “kupu-kupu” bisa daftar itu tanpa harus pusing memikirkan waktu apakah bentrok dengan organisasi kampus atau tidak.

Selain ikut kegiatan volunteer, mahasiswa “kupu-kupu” juga bisa daftar kursus atau part time. Jadi, pengalaman mahasiswa “kupu-kupu” pun gak kalah banyak dengan teman-teman yang aktif di kampus.

3. Dapat mengasah bakat dan menekuni hobi
Kalau jadi mahasiswa “kupu-kupu” yang juga gak ikut kegiatan di luar kampus, waktu senggang pastinya bisa dipakai untuk mengasah bakat dan menekuni hobi. Kalau belum tahu punya bakat apa, mahasiswa “kupu-kupu” punya banyak waktu untuk terus menggalinya. Menekuni hobi pun dapat membuahkan hasil yang positif untuk mahasiswa “kupu-kupu”.

4. Punya waktu refreshing dan me time
Salah satu keuntungan jadi mahasiswa “kupu-kupu” adalah masih punya waktu refreshing dan me time ketika tugas lagi numpuk-numpuknya. Karena gak ada jadwal kegiatan organisasi, mahasiswa “kupu-kupu” masih bisa menenangkan diri atau sesekali berkumpul teman-teman lama. Dengan memberi waktu istirahat untuk diri sendiri, kesehatan mental dan fisik pun lebih terjaga.

Baca juga: Gak Melulu tentang Pasal, 7 Bidang Hukum Ini Wajib Kamu Tahu!

5. Bisa menyelesaikan tugas tepat waktu
Coba bayangkan apa jadinya kalau dalam satu kelompok semuanya sibuk mengurus suatu kegiatan organisasi kampus? Tentunya tugas jadi gak maksimal dikerjakan dan bikin stres! Nah, di situlah peran mahasiswa “kupu-kupu”.

Mahasiswa “kupu-kupu” bisa menyelesaikan tugas tepat waktu serta membantu teman-teman yang aktif organisasi kampus dalam tugas kelompok. Jadi, tugas selesai dan gak perlu pakai stres!

6. Lebih banyak waktu dengan keluarga
Gak sedikit mahasiswa yang aktif di organisasi kampus mengeluhkan kurangnya quality time dengan keluarga mengingat tak jarang waktu libur pun dipakai untuk rapat hingga melaksanakan acara. Nah, mahasiswa “kupu-kupu” bisa meluangkan banyak waktunya dengan keluarga baik saat weekend maupun sepulang kuliah. Bagus, kan?

Jadi, baik mahasiswa “kupu-kupu” maupun mahasiswa kura-kura, keduanya sama-sama baik kok selama mampu mengatur dan menggunakan waktu untuk hal-hal positif.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star