Hastag Campus

Biar Gak Malas, Yuk Terapkan 4 Langkah Metode WOOP dalam Belajarmu!

Berpikir positif penting untuk dapat mewujudkan cita-cita, kamu tidak boleh menjadi orang yang gampang menyerah. Namun, berpikir terlalu positif dapat menjebak kamu ke dalam mental attainment, yaitu kondisi di mana otak merasa sudah mendapatkan apa yang diinginkan sehingga malas untuk berusaha.

Berpikir positif tetap perlu, tetapi harus realistis. Kamu boleh berkhayal soal masa depan. Tapi, supaya otak gak terlena, kamu tetap harus membentuknya dengan kenyataan yang ada.

Hal ini disebut dengan mental contrasting. Salah satu cara untuk menerapkan mental contrasting adalah dengan melakukan sebuah metode yang disebut WOOP. Apa itu metode WOOP? Berikut penjelasan, nih guys.

1. Wish
Buatlah keinginan apa yang ingin kamu raih. Misalnya, karena dalam waktu dekat kamu akan menghadapi ujian, kamu bisa set untuk mendapatkan nilai bagus atau lulus ujian dengan baik sebagai wish atau harapan kamu.

Baca juga: 5 Langkah Menghadapi Dosen Pembimbing Skripsi yang Kurang Responsif

2. Outcome
Bayangkan saat kamu berhasil mewujudkan apa yang kamu harapkan. Seperti lulus ujian misalnya. Kamu mungkin akan merasa senang dan lega karena mendapatkan nilai yang memuaskan. Intinya, di sini kamu harus tetap berpikir positif.

Yakin, bahwa kamu bisa. Tapi, tetap jangan berlebihan. Wish dan outcome ini adalah bagian dari berpikir positif. Tapi, itu saja belum cukup. Kamu harus melihat kenyataan lewat tahapan selanjutnya.

3. Obstacle
Apa sih hambatan yang bisa membuat kamu tidak mencapai wish? Kalau kamu ingin lulus ujian tapi malas belajar dan lebih suka bermain dengan teman, itu adalah obstacle kamu. Jadi, kamu bisa cari tahu cara mengatasinya.

Baca juga: Harus Mengerjakan Tugas Tapi Malas? Ini 5 Cara untuk Tetap Produktif!

4. Plan
Kamu harus punya rencana untuk menghadapi obstacle kamu. Rumusannya, jika terjadi suatu halangan, maka lakukan suatu aksi. Jika saat sedang belajar kamu malas atau atau ada teman yang mengajak main, maka kamu bisa cari metode belajar yang lebih seru.

Misalnya dengan menggunakan aplikasi belajar audio visual. Sehingga, kamu jadi gak males dan bisa mengajak teman-temanmu untuk belajar bareng.

Itulah tadi contoh penerapan metode WOOP dalam cara belajar. Gimana? Sudah kebayang belum? Metode WOOP ini juga bisa diterapkan setiap kali kamu punya keinginan atau wish lain selain belajar lho!

Berpikiran positif boleh saja, asal kamu tetap sadar dengan kenyataan dan punya aksi nyata untuk mewujudkan keinginanmu.

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star