Hastag Campus

6 Attitude Ini Patut Dimiliki Fresh Graduate Ketika Melamar Kerja

Bagi kamu yang ingin berkarier sebagai tenaga profesional, mencari pekerjaan setelah lulus kuliah adalah fase yang perlu kamu tempuh. Ini bukan hal mudah, mengingat kamu bakal bersaing dengan fresh graduate lainnya. Bukan cuma modal lulusan universitas ternama atau prestasi akademik saja, ada faktor-faktor lain yang menentukan kesuksesanmu melamar kerja, termasuk keberuntungan dan attitude.

Bicara soal attitude, bagaimana sikap yang sebaiknya ditunjukkan oleh fresh graduate saat melamar kerja? Yuk, simak enam tips berikut!

1. Proaktif mencari alternatif lowongan pekerjaan
Seorang sarjana biasanya mengutamakan lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensi lulusannya. Apalagi keberadaan situs info lowongan pekerjaan kini menawarkan fasilitas penyaringan. Lowongan kerja dikelompokkan dalam beberapa kategori seperti bidang keilmuwan, besaran gaji, atau lokasi perusahaan.

Nah, selain fokus pada pekerjaan yang sesuai dengan pendidikanmu, siapkan juga alternatif lain. Tandai lowongan kerja yang cocok dengan minat dan bakatmu. Lebih baik lagi jika kamu sudah memiliki portofolio yang bisa dilampirkan saat melamar.

Jangan lupa untuk proaktif memantau perkembangan lamaran kerjamu. Jika gak kunjung ada kabar, segera beralih ke lowongan lain yang dirasa potensial.

2. Memahami etika berkirim surel yang baik dan benar
Penting untuk diperhatikan saat mengirim berkas lamaran kerja via email. Pastikan kamu sudah memahami etika berkirim email resmi dengan baik dan benar. Tuliskan subyek dengan jelas, dan sampaikan pengantar tentang tujuanmu mengirim pesan pada badan email.

Masih banyak fresh graduate yang menyepelekan etika pengiriman email resmi yang baik dan benar. Jangan salah, banyak perusahaan yang menjadikan tata cara berkirim email menjadi salah satu parameter penilaian, lho.

3. Berpakaian sopan dan rapi saat menghadiri undangan tes wawancara
Bagi seorang fresh graduate, mendapat kabar undangan wawancara kerja terdengar begitu menyenangkan. Rasanya seperti selangkah lebih dekat dengan dunia kerja. Padahal, tahap wawancara ini termasuk bagian krusial. Perusahaan akan menilai secara langsung, sebelum memutuskan menerimamu atau tidak.

Pastikan kamu mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Ciptakan first impression yang berkesan bagi pihak pewawancara.

4. Menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan santun dan cerdik
Banyak pelamar kerja mengeluhkan pertanyaan wawancara yang tricky dan menjebak. Beberapa pertanyaan sengaja dibuat untuk menguji kecakapan mental calon pekerja, salah satunya saat diminta menyebutkan kelebihan dan kekurangan dalam dirimu.

Hindari sikap menyombongkan diri, terutama membanggakan besaran nilai IPK dan nama besar universitas. Lebih bijak jika bisa menyertakan bukti saat menjelaskan keunggulan dan skill yang kamu kuasai.

5. Memahami aturan upah minimum yang ditetapkan pemerintah
Ini dia bagian terpenting yang kadang disepelekan para fresh graduate saat melamar kerja. Hingga saat ini, belum ada undang-undang atau peraturan resmi dari pemerintah yang mengatur besaran gaji berdasarkan jenjang pendidikan dan almamater.

Apalagi untuk perusahaan swasta, penggajian termasuk dalam urusan perdata atau berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. Dengan catatan, gaji yang diberikan perusahaan gak boleh lebih rendah dari UMP (Upah Minimum Pekerja) yang diatur pemerintah.

Merujuk pada Pasal 88 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap buruh/pekerja berhak menerima upah/penghasilan sesuai dengan kebijakan upah minimum proporsional yang ditetapkan oleh pemerintah. Nah, besarnya upah minimum atau UMP ini berbeda-beda untuk tiap daerah.

Lebih lanjut lagi, Permenakertrans No. 13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, dijadikan pedoman dalam menentukan besarnya UMP di tiap daerah.

Besarnya KHL (Kebutuhan Hidup Layak) dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan hidup bulanan seorang buruh/pekerja lajang. Maka dari itu, perusahaan dianjurkan memberi tambahan tunjangan kesejahteraan jika buruh/pekerja terkait sudah berstatus menikah atau memiliki keluarga.

Jadi, jangan diartikan bahwa seorang fresh graduate gak berhak menerima gaji besar. Hanya saja disesuaikan dengan ketatapan UMP di wilayah perusahaan. Selama besaran gaji gak berada di bawah UMP, maka perusahaan sudah menjalankan aturan pemerintah dengan benar.

6. Boleh optimis pasang target, asal tetap masuk akal
Siapa, sih yang gak ingin mendapat pekerjaan mapan dengan penghasilan cukup? Apalagi bagi fresh graduate yang baru saja menyelesaikan perjuangan meraih gelar. Rasanya ingin pasang target tinggi, mendambakan kehidupan yang mapan terjamin setelah mendapat pekerjaan.

Faktanya gak sesederhana itu. Berpikir optimis memang baik, tapi jangan lupa tetap masuk akal. Amati dan analisis bagaimana persaingan di dunia kerja saat ini. Seorang fresh graduate harus lebih ‘melek’ terhadap perkembangan zaman dan kondisi terkini di sekitarnya.

Gak harus diterima di perusahaan besar, lho untuk memiliki karier cemerlang. Rintis pelan-pelan kariermu dari bawah. Maksimalkan kemampuan yang kamu miliki, sambil tetap percaya bahwa gak ada hasil yang mengkhianati usaha.

Itu dia beberapa attitude yang patut dimiliki fresh graduate saat melamar kerja. Ada banyak peluang yang ditawarkan, pastikan kamu jeli melihatnya.

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star