Hastag Campus

Mau Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri? 17 Hal Ini Wajib Dihindari!

Siapa sih, di antara kamu yang gak mau kuliah ke luar negeri? Pasti mau, dong. Kuliah ke negara lain bahkan menjadi impian bagi banyak orang. Alasannya beragam, mulai dari kualitas pendidikan yang lebih baik, jaringan pertemanan yang luas, hingga ingin merasakan budaya di negara tujuan studi.

Kabar baiknya, saat ini ada banyak banget beasiswa untuk studi ke luar negeri yang bisa kamu pilih. Meski begitu, mendapatkan beasiswa pun tidak semudah itu. Tetap dibutuhkan usaha dan persiapan yang matang. Apalagi, banyak orang yang sama-sama mau mendapatkan beasiswa tersebut.

Nah, buat kamu yang akan atau sedang berburu beasiswa ke luar negeri, hindari beberapa hal berikut, ya!

1. Tidak proaktif atau malas mencari informasi seputar beasiswa dan universitas
Kalau mau dapat beasiswa ke luar negeri, jangan malas cari informasi sendiri ya, guys! Saat ini, berbagai informasi mengenai beasiswa dan universitas bisa dengan mudah kamu dapatkan di internet. Selain itu, kamu juga bisa mencari informasi dari sumber lain, seperti pameran beasiswa atau bertanya langsung ke teman yang pernah studi ke luar negeri.

Dengan proaktif mencari info sebanyak-banyaknya, kamu tentu bisa mendaftar ke lebih banyak beasiswa. Dengan begitu, peluangmu mendapatkan beasiswa pun menjadi lebih besar. Selain itu, dengan informasi yang memadai, kamu akan bisa memilih dan mempertimbangkan beasiswa dan universitas mana yang lebih cocok buatmu.

2. Suka menunda-nunda
Proses mendapatkan beasiswa bukanlah hal singkat. Proses ini akan memakan waktu yang cukup lama, mulai dari pencarian universitas, pendaftaran beasiswa, hingga persiapan keberangkatanmu setelah diterima nanti.

Kamu tidak bisa mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam waktu yang mendadak mendekati deadline. Pastikan kamu sudah menghubungi dosen untuk surat rekomendasi jauh-jauh hari sebelumnya karena mungkin saja dosenmu akan sibuk di saat mendekati deadline.

Begitu pun dengan paspor, pastikan tanggal kadaluarsanya masih lama karena kalau sudah expired, kamu harus segera mengurusnya ke kantor imigrasi. Kalau diminta surat keterangan sehat atau catatan kepolisian, sebaiknya kamu juga mengurusnya jauh-jauh hari karena kamu bisa jadi akan mengantri lama di rumah sakit atau kantor polisi untuk mendapatkan kedua surat tersebut.

Supaya tidak ada agenda yang terlewat, kamu bisa membuat to-do-list di buku diary. Agar lebih praktis, kamu juga bisa membuat to-do-list tersebut dalam bentuk timeline di kalender HP dan menyalakan alarm sebagai pengingat. Selain itu, jangan lupa untuk membuat target pencapaian yang harus kamu raih per minggu atau per bulan.

3. Terlambat mengirimkan dokumenmu
Pemberi beasiswa biasanya cukup ketat dengan urusan deadline pendaftaran. Meski hanya telat beberapa menit bahkan detik, mereka tidak segan akan menolak aplikasimu. Wah, sayang banget, kan kalau aplikasimu sampai ditolak, apalagi kalau kamu sudah bersusah payah mempersiapkannya.

Jadi, selalu catat atau ingat baik-baik deadline beasiswa yang ingin kamu coba ya! Tidak hanya hari dan tanggalnya saja, sebaiknya kamu juga mencatat batas jam pengumpulan aplikasinya.

Baca juga: Pertimbangkan 5 Hal Ini Saat Kamu Ingin Kuliah di Dua Jurusan

4. Konten surat motivasi tidak menarik
Surat motivasi menjadi pertimbangan penting para penyedia beasiswa dalam proses seleksi. Ketika kamu membuat surat ini, sampaikan motivasimu dengan detail dan jujur. Sampaikan hal-hal yang tidak hanya tentang pengembangan dirimu saja, tapi juga jelaskan kontribusi konkret dan berbagai rencana yang ingin kamu kerjakan selepas kelulusanmu nanti. Jangan lupa kaitkan motivasimu tadi dengan subjek studimu di luar negeri.

Yang tidak kalah penting, jangan terlalu banyak menulis informasi tentang dirimu di surat motivasi. Kamu hanya cukup memasukkan sedikit informasi dirimu yang relevan dan bisa menyatu dengan alur ceritamu di surat tersebut.

Buatlah surat motivasi yang ringkas namun padat dan “to the point”. Memasukkan semua informasi ke dalam surat motivasi akan membuatnya menjadi bertele-tele sehingga kurang menarik. Untuk informasi diri yang detail, kamu bisa menuliskannya di dalam CV.

5. Terdapat typo atau kesalahan grammar dalam surat motivasi beasiswa atau CV yang kamu buat
Meskipun terlihat sepele, jangan sekali-kali kamu membuat typo atau kesalahan grammar saat membuat surat motivasi dan CV. Sebelum mengirimkan aplikasi pendaftaranmu, kamu harus mengecek surat motivasi dan CV berkali-kali. Pastikan tidak ada kesalahan grammar atau ejaan satu kata pun.

Kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk membantumu mengoreksi tulisanmu, menyewa jasa proofreading profesional, atau menggunakan software proofreading berbayar seperti grammarly.

6. Menjiplak surat motivasi orang lain atau meminta orang lain untuk menuliskan surat tersebut untukmu
Surat motivasimu adalah cerminan dirimu, jadi pastikan kamu membuatnya sendiri. Jangan pernah menjiplak surat motivasi orang lain atau bahkan meminta orang lain membuatkannya untukmu. Pihak penyeleksi bisa tahu lho kalau kamu kamu tidak menulis sendiri suratmu.

Ingat, yang akan kuliah adalah kamu dan bukan orang lain. Kamu boleh meminta bantuan orang lain untuk memberikan masukan atau sebagai editor surat motivasimu, tapi pastikan kontennya harus kamu buat sendiri.

7. Berbohong di CV atau saat wawancara
Jangan pernah sekali-kali berbohong mengenai pencapaianmu atau melebih-lebihkan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan di CV. Mengada-ada tentang kelebihan yang kamu punya bisa jadi bumerang buatmu saat proses wawancara nanti, lho! Bahkan kebohongan sekecil apa pun juga bisa ketahuan. Kalau kamu ketahuan berbohong, kamu bisa langsung didiskualifikasi dan dimasukkan ke daftar hitam (blacklist).

Nah, kamu sendiri kan yang rugi? Lebih baik menulis CV apa adanya daripada memiliki CV bagus tapi bohong. Bagaimanapun juga, tetaplah percaya pada kemampuan dirimu sendiri ya, guys!

8. Mengabaikan kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris
Ketika mendaftar kuliah ke luar negeri, kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris harus kamu perhatikan. Pastikan kamu sudah memiliki sertifikat tes kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS dengan skor yang cukup.

Setiap universitas dan beasiswa mensyaratkan skor yang berbeda-beda, tapi tidak ada salahnya untuk selalu mengejar skor setinggi-tingginya saat mengikuti tes bahasa Inggris. Setidaknya, kamu harus mengantongi nilai 500 atau lebih untuk TOEFL dan nilai 6 atau lebih untuk IELTS. Kalau kamu belum mencapai target skor tersebut, sebaiknya kamu mempersiapkannya dengan belajar mandiri atau ikut kursus.

Kalau kamu memilih kuliah di negara-negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, seperti di Prancis, Jerman, Rusia, Spanyol, Korea, atau Jepang, pastikan kamu setidaknya tahu sedikit bahasa mereka. Sebelum keberangkatan, ada baiknya untuk ikut persiapan belajar bahasa asing sesuai negara tujuanmu.

Bahkan meskipun di negara-negara itu kamu menggunakan bahasa Inggris ketika di kampus, kemampuan bahasa lokal di negara tersebut akan tetap berguna nantinya untuk kehidupan sehari-harimu, seperti ketika kamu pergi ke pasar atau tempat umum lainnya.

9. Meminta surat rekomendasi ke orang yang tidak terlalu mengenalmu
Surat rekomendasi umumnya menjadi salah satu syarat administratif pendaftaran beasiswa ke luar negeri. Surat ini bisa kamu dapatkan ke orang-orang yang telah mengenalmu secara akademis maupun personal, seperti dosen atau guru yang akrab denganmu.

Hindari meminta surat ini dari orang-orang yang tidak benar-benar mengenalmu secara personal karena di dalam surat rekomendasi, biasanya mereka juga akan memberi testimoni mengenai kepribadian dan rekam jejakmu.

Jadi, kalau kamu ingin aplikasimu menjadi lebih “kuat” dengan meminta surat rekomendasi dari rektor atau kepala sekolah yang sebenarnya tidak akrab dengan kamu, sebaiknya urungkan niatmu tersebut.

10. Hanya mendaftar ke satu universitas atau beasiswa
Untuk mewujudkan keinginan kuliah ke luar negeri, sebaiknya kamu mendaftar ke sebanyak mungkin universitas atau beasiswa untuk memperbesar kemungkinanmu mendapatkan beasiswa.

Kalau kamu hanya mendaftar satu atau dua beasiswa saja, peluangmu memperoleh beasiswa akan menjadi lebih kecil. Meskipun sangat mungkin terjadi, tapi sebaiknya kamu jangan terlalu berharap akan berhasil lolos pada usaha pertama.

Baca juga: 7 Rutinitas Ini Buat Kamu Pintar Berbahasa Asing! Yuk, Lakukan!

11. Menggunakan surat motivasi yang sama ke program beasiswa yang berbeda
Tiap program beasiswa memiliki aturan yang berbeda-beda, sehingga kamu gak bisa menggunakan satu surat motivasi yang sama untuk mendaftar ke banyak program beasiswa. Kamu harus secara spesifik membuat surat yang baru berdasarkan aturan beasiswa yang kamu lamar.

Kalau dianalogikan, menggunakan satu surat motivasi yang sama untuk mendaftar banyak beasiswa sama halnya seperti mengumpulkan satu tugas esai untuk dua mata kuliah berbeda. Tentunya beda banget, kan?

12. Tidak mengikuti instruksi yang diminta pihak penyedia beasiswa
Pihak penyedia beasiswa biasanya meminta hal-hal yang sifatnya spesifik saat proses pendaftaran, misalnya meminta dokumen diterjemahkan ke bahasa Inggris, meminta surat rekomendasi dikirimkan langsung ke mereka, esai dengan ketentuan format tertentu, dan lain-lain.

Kamu harus jeli melihat permintaan si pemberi beasiswa dan memastikan semua dokumenmu sudah sesuai dengan kemauan mereka. Jangan sampai esai yang sudah kamu buat tidak sesuai dengan format mereka, kelebihan kata, atau melanggar ketentuan yang telah dibuat karena bisa berakibat pada penolakan.

13. Dokumen yang kamu kirim tidak lengkap atau kurang jelas
Setelah mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk dokumen beasiswamu, kamu juga harus tahu dokumen apa saja yang harus tercantum di dalam berkas pendaftaran beasiswamu.

Jangan sampai dokumenmu tidak lengkap karena penyedia beasiswa tidak akan memproses aplikasimu. Pastikan kamu sudah membubuhkan tanda tangan ke surat motivasi dan formulir pendaftaranmu, meminta dosenmu mengirimkan surat rekomendasi tepat waktu, dan lain-lain.

Selain kelengkapan dokumen beasiswa, hindari juga mengirimkan dokumen yang kurang jelas. Pastikan file yang kamu kirim dapat dibuka dan dilihat dengan jelas. Scan dokumen harus bisa terbaca dan tidak pecah.

Kalau kamu menulis aplikasimu secara manual dengan tangan, tulislah dengan rapi. Sementara itu kalau kamu menuliskan aplikasimu dengan komputer, sebaiknya pilih font yang jelas dan desain yang rapi.

14. Memberikan jawaban yang tidak realistis saat wawancara
Kalau kamu dipanggil untuk menjalani seleksi wawancara, selamat! Kamu sudah selangkah lebih dekat ke proses akhir seleksi. Karena itu, jangan sia-siakan proses ini. Kesalahan yang umum dilakukan pencari beasiswa saat wawancara adalah memberikan jawaban yang tidak realistis.

Misalnya ketika kamu diwawancarai mengenai kontribusimu terhadap negara, hindari memberikan jawaban dengan visi terlalu tinggi seperti “Saya mau mengubah Indonesia” atau “Saya mau memberantas korupsi”.

Tak perlu menjawab muluk-muluk seperti itu, kamu cukup menjawabnya dengan visi sederhana namun konkret, seperti misalnya “Saya mau berkontribusi di lingkungan sekitarku dengan menjadi relawan mengajar di SD dekat rumah” atau “Saya mau berkontribusi membagikan ilmu dengan menulis berbagai artikel di media online”.

Dengan visi seperti itu, tidak hanya kamu, tapi pewawancara juga akan lebih optimis denganmu karena visi itu lebih jelas untuk dicapai.

15. Tak peduli dengan perkembangan proses pendaftaranmu
Setelah mengirimkan semua dokumen dan berhasil menyelesaikan proses pendaftaran beasiswa, jangan lupa untuk selalu melihat perkembangan proses seleksinya. Caranya, pantau secara berkala portal pendaftaran beasiswa atau rutin membuka email yang kamu gunakan saat pendaftaran beasiswa.

Kalau kamu tidak update dengan ini, kamu bisa saja melewatkan informasi penting bahkan deadline. Pihak penyedia beasiswa atau kampus yang kamu daftarkan bisa saja meminta tambahan berkas untuk dikirimkan, lho.

16. Menyerah saat gagal mendapatkan beasiswa
Gagal dalam mendapatkan beasiswa itu hal biasa, apalagi kalau kamu baru pertama kalinya mencoba mendaftar beasiswa. Kamu tidak perlu khawatir karena masih ada banyak sekali beasiswa yang bisa kamu coba. Toh, kalau kamu gagal di satu beasiswa, kamu masih bisa mencobanya lagi tahun depan.

Sedih sih boleh, tapi jangan sampai membuatmu menyerah dan berhenti mencoba ya, guys! Justru, kegagalan yang kamu dapatkan bisa menjadi motivasi dan pelajaran untuk mempersiapkan pendaftaran beasiswa selanjutnya.

17. Lupa berdoa
Setelah kamu mengikhtiarkan semuanya, jangan sampai lupa untuk berdoa. Kalau perlu, tambah intensitas berdoamu dan lakukan juga ibadah lainnya, seperti bersedekah. Meski bagaimanapun juga, keputusan terbaik tetap ada di tangan Tuhan. Ingat baik-baik pepatah, “You do the best, God do the rest”.

Wah, ternyata mendaftar beasiswa ke luar negeri gak bisa sembarangan! Dengan beberapa tips di atas, semoga kamu bisa mendapatkan beasiswa sesuai yang kamu harapkan. Tetap semangat, ya! Kamu pasti bisa!

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star