Hastag Campus

7 Cara Memaksimalkan Otak dengan Keterampilan Menyelesaikan Tugas

Otak merupakan organ manusia paling vital yang berperan sebagai pusat keseimbangan tubuh. Menurut Supradewi dalam jurnalnya yang berjudul “Otak, Musik dan Proses Belajar” memaparkan beberapa aturan otak bahwa otak akan selalu berkembang dan berubah sepanjang waktu, otak akan senantiasa mengalami pertumbuhan apabila dipakai terus menerus dan sebaliknya, otak akan mengalami penyusutan jika jarang dipakai. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa otak merupakan satu kesatuan jaringan fungsional yang sangat dinamis.

Otak juga bisa berubah berdasarkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi misalnya komunikasi lingkungan, relasi, pengalaman dan terutama pembelajaran. Pembelajaran merupakan salah satu contoh tindakan yang dapat mengubah otak secara sengaja.

Menurut Jensen dalam bukunya yang berjudul “Memperkaya Otak: Cara Memaksimalkan Potensi Setiap Pembelajar” menyatakan bahwa Kemampuan memodifikasi otak dengan sengaja seperti bekerja sama dapat terjadi atas dasar teori kelenturan otak yang menitikberatkan pada keterampilan setiap pembelajar.

Nah, salah satu keterampilan yang dimaksud di sini adalah melalui penekanan dan kemauan kuat dari diri sendiri oleh setiap pembelajar serta latihan berkualitas yang dilakukan secara konsisten. Keterampilan ini bisa bermacam-macam sesuai tipe pembelajar. Salah satu ketrampilan yang sering diberikan oleh pendidik pada umumnya ialah melalui penugasan.

Tugas yang diterima biasanya mencakup komponen yang general dengan substansi materi yang spesifik pada bidang jurusan. Contohnya seperti membuat makalah, jurnal, paper, atau bahkan penelitian yang kemudian harus dipresentasikan. Tugas tersebut biasanya harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Berikut ini ada 7 cara yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kinerja otak melalui penugasan.

1. Melakukan ‘effort’ terhadap tugas
Melakukan upaya dan memberi perhatian penuh terhadap tugas bukan berarti dengan memaksakan kinerja otak ya. Upaya penuh di sini dapat dilakukan apabila ada keseuaian bidang yang dikuasai pembelajar dengan tugas yang diberikan. Akan tetapi kesesuaian tidak selalu menjadi hal yang dijadikan prioritas di balik alasan menyelesaikan tugas.

Effort yang dilakukan disini dapat melatih otak untuk bekerja secara penuh melakukan analisa dan perubahan. Perhatian di sini merupakan hal yang penting karena semakin tinggi tingkat produksi dalam pikiran pembelajar akan semakin tinggi pula tingkat perubahan.

Sebaliknya, semakin banyak pembelajar yang berpikir (dalam angan-angan tak tentu dan tanpa tujuan yang jelas), akan semakin sedikit tingkat perubahan yang akan dialami. Perubahan yang dimaksud di sini ialah perubahan dalam hal menyikapi, menyelesaikan tugas dengan tepat dan mengembangkan pemikirannya supaya lebih maju dan kreatif.

Baca juga: 5 Alasan Peta Konsep Bisa Bantu Proses Belajar Jadi Lebih Mudah

2. Menerima tekanan dengan bijak
Berusaha menerima dan berlapang dada dalam memutuskan pilihan serta memegang kendali di lingkungan sekitar. Apa yang menjadi tekanan bagi individu, bisa saja tidak menjadi tekanan bagi orang lain. Sebaliknya, apa yang menurut individu tidak menjadi tekanan, bisa saja menjadi tekanan buat orang lain. Seorang pembelajar yang dapat mengatasi dan memegang kendali keadaan di sekitarnya akan mendapat pengaruh positif dari pembelajaran tersebut.

3. Kerjakan tugas yang konsisten dan bermakna.
Pekerjaan-pekerjaan rumah atau tugas yang tidak bermanfaat hanya akan menyebabkan individu bosan. Perubahan yang terjadi dan diciptakan dalam otak akan sangat minim jika individu terus menerus mendapatkan tugas yang secara acak tidak bertujuan dan sangat ‘unfaedah’. Sebaliknya, para pendidik harus mampu memberikan suatu penugasan yang menantang dan memberi efek pengetahuan serta keterampilan dalam memori jangka panjang untuk bekal pembelajaran dan karier di masa depan.

4. Fokuskan diri pada latihan yang bermutu
Kuantitas dan kualitas latihan dalam pembelajaran akan sangat mempengaruhi. Seorang remaja dapat mendedikasikan waktunya selama sekitar 1 jam hingga 1,5 jam untuk memfokuskan diri terhadap pembelajaran yang berkualitas. Berlatih berpikir kritis dalam menyelesaikan tugas akan sangat berdampak pada perubahan otak untuk bisa berpikir lebih maju.

Baca juga: Bukan Jenuh, Ini 5 Tanda Kalau Kamu Sebenarnya Malas Belajar

5. Menyesuaikan tipe tugas
Pengklasifikasian dan penggolongan beberapa kelas akan mampu memberikan keberhasilan yang optimal. Seorang pembelajar ketika diberikan sebuah ‘assignment’ dari seorang pendidik tentunya akan beberapa kali menemukan kebingungan dan melakukan kesalahan. Apabila hasil yang didapat seorang pembelajar tumpang tindih atau dianggap tidak sesuai dengan ‘effortsnya’ maka individu tersebut akan cepat mengalami ketidakpercayaan diri, merasa tertekan, dan akan sangat dianggap menyebalkan.

6. Melakukan ‘repetisi’ dari sebuah tugas
Hasil pemikiran-pemikiran baru yang didapatkan dari ke-lima cara di atas apabila berhasil dilakukan maka akan membentuk suatu pembelajaran baru sehingga bisa menciptakan ikatan atau koneksi baru dalam otak. Beberapa koneksi yang terbentuk tersebut tidak dapat bertahan lama apabila tidak dilakukan secara berkelanjutan.

Artinya bahwa sebuah prinsip baru tersebut harus dilestarikan dalam otak dengan cara melakukan pengulangan atau review kembali materi baru. Pengulangan yang optimal dapat dilakukan dengan tahapan waktu secara bertingkat, mulai dari 2 kali dalam seminggu kemudian beberapa kali dalam seminggu hingga mampu dilakukan setiap hari.

7. Jangan sampai kurang tidur di malam hari ya!
Tidur merupakan suatu aktivitas yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa tidur yang berkualitas dan tercukupi akan memaksimalkan kinerja otak untuk mengakumulasi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada siang hari termasuk pembelajaran-pembelajaran baru yang masuk dalam otak.

Otak akan melakukan pengelolaan, pengkonsolidasian, penyebaran atau pendistribusian materi-materi baru ke berbagai bagian dalam otak untuk disimpan dalam memori jangka panjang.

Na, itu dia beberapa cara yang dapat digunakan untuk memperkaya dan mengoptimalkan kinerja otak. Ternyata tugas memberi banyak peran positif lho, maka dari itu sebisa mungkin kita harus enjoy ya.

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star