Hastag Campus

5 Kekurangan Belajar Secara Autodidak yang Perlu Kamu Ketahui

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk belajar, selama ada niat kuat untuk melakukannya. Salah satunya adalah dengan belajar autodidak. Belajar secara autodidak ini maksudnya adalah seseorang belajar sesuatu dengan sendiri atau mandiri tanpa bantuan guru, mentor ataupun pembimbing.

Belajar secara autodidak memang punya berbagai keuntungan dan keunggulan yang mungkin sudah kamu ketahui. Akan tetapi, belajar secara autodidak ini ternyata juga punya berbagai kelemahan lho. Penasaran? Yuk kita simak!

1. Butuh waktu yang lebih lama untuk memahami dan menguasai bidangnya
Yang namanya belajar secara autodidak, tentu saja dalam prosesnya tidak akan didampingi oleh guru atau pembimbing. Itu artinya, tidak ada bimbingan yang tepat agar kamu mudah memahami dan menguasai hal atau bidang yang kamu tekuni.

Efeknya apa? Ya, kamu akan butuh waktu yang lebih lama untuk mengerti betul hal yang kamu pelajari. Walau tidak selalu, tapi poin yang satu ini wajib kamu perhatikan ya kalau seandainya kamu ingin hasil belajar yang lebih cepat dan tepat waktu.

Baca juga: 7 Tips Produktif Buat Kamu yang Masih Nganggur Pasca Sarjana

2. Kamu lebih mungkin melakukan kesalahan berulang tanpa tahu penyebabnya
Dalam proses belajar autodidak, kamu tidak diarahkan oleh siapapun. Akibatnya, kamu sangat mungkin melakukan kesalahan-kesalahan secara berulang tanpa mengetahui penyebabnya.

Istilah kerennya, kamu melakukan trial and error atau coba-coba sampai berhasil. Memang sih dalam proses trial and error ini kamu dapat belajar lebih banyak, akan tetapi ini akan memakan waktu yang lebih lama dan butuh kemandirian yang kuat. Apakah kamu sudah sanggup? Kalau iya, maka belajar autodidak ini cocok buat kamu.

3. Hal-hal dasar yang penting terkadang tidak dipelajari dan terlewatkan
Salah satu kekurangan dari belajar autodidak adalah cara belajar yang tak sistematis dan tidak terarah. Akibatnya nih, kamu mungkin belajar hal-hal yang sulit atau seharusnya belum kamu pelajari dulu. Padahal, dalam belajar apapun sebaiknya memiliki pengetahuan atau keterampilan dasar yang kuat lho sebelum belajar ke tingkatan yang sulit. Setuju?

Baca juga: 7 Kenyataan Hidup yang Kudu Fresh Graduate Tahu Sebelum Cari Kerja

4. Kemungkinan merasa frustrasi dan stres akibat kegagalan yang terus-menerus
Seperti yang sudah dijelaskan pada poin-poin di atas, belajar autodidak perlu waktu yang lebih lama, kamu juga mungkin gagal dan melakukan kesalahan berulang tanpa tahu penyebab atau cara mengatasinya.

Hal ini seringkali bikin frustrasi dan stres lho, padahal sudah giat melakukan segala usaha untuk belajar secara autodidak. Tak membuahkan hasil, seringkali hal yang bikin banyak orang menyerah. Kecuali, kamu memang sudah menyiapkan mental dan tekad yang kuat.

5. Jika rasa frustrasi dan stres tak diatasi, maka sangat mungkin proses belajarmu menjadi gagal dan tidak maksimal
Menyambung penjelasan di atas, rasa frustrasi dan stres ini akan sangat berdampak dalam proses belajar. Kalau tidak segera diatasi, kamu mungkin akan menyerah duluan, padahal kamu sudah setengah jalan. Kamu tentu gak mau usaha belajar yang kamu lakukan selama ini menjadi sia-sia, iya kan? Oleh karena itu, jangan cepat menyerah ya walaupun belum terlihat hasilnya.

Jadi, dapat disimpulkan kalau belajar autodidak ini selain punya kelebihan, ternyata juga memiliki kekurangan yang sebaiknya kamu siasati. Semoga bermanfaat!

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star