Hastag Campus

Saat Menyusun KRS Online, 7 Hal Ini Pasti Pernah Dialami Mahasiswa

Sebagai mahasiswa, Kartu Rencana Studi (KRS) memang menjadi hal mutlak untuk menentukan rencana perkuliahan hingga wisuda mendatang.

Dulu, pengisian KRS hanya bisa dilakukan secara manual. Namun, pesatnya perkembangan teknologi saat ini turut memudahkan mahasiswa dalam melakukan pengisian KRS secara online.

Sayangnya di balik segala kemudahan itu, sistem pengisian KRS online masih menyisakan beberapa kendala yang menghambat kelancaran mahasiswa dalam menyusun rencana studi. Kendala itu bukan hanya karena faktor eksternal lho, melainkan juga terjadi akibat faktor internal mahasiswa sendiri.

Hal-hal apa saja sih yang sering dialami mahasiswa saat proses pengisian KRS online berlangsung? Berikut beberapa poinnya khusus untuk kamu.

1. Begadang dan memastikan koneksi internet lancar
Portal kampus yang menyediakan layanan KRS berbasis online biasanya memang dibuka tengah malam. Hal ini secara tidak langsung menuntut mahasiswa untuk begadang atau terpaksa bangun tengah malam jika ingin melakukan pengisian KRS lebih awal. Tujuannya agar mahasiswa yang bersangkutan bisa lebih leluasa memilih mata kuliah sesuai jadwal yang diinginkan.

Tapi, ternyata bangun tengah malam saja belum cukup, guys! Mahasiswa juga wajib memiliki koneksi internet yang lancar jika tidak ingin mata kuliah atau kelas incarannya diserobot oleh mahasiswa lain. Kamu pernah mengalaminya?

2. Tertidur atau lupa jadwal pengisian KRS
Setiap mahasiswa tentu tidak ingin telat melakukan pengisian Kartu Rencana Studi. Meski sejak jauh-jauh hari pihak kampus sudah memberikan informasi terkait jadwal pengisian KRS, faktanya masih ada saja mahasiswa yang melewatkan waktu awal pengisiannya. Entah itu akibat tertidur, atau bahkan lupa jadwal.

Alhasil, kuota untuk beberapa mata kuliah yang ingin diambil pun keburu penuh sehingga mahasiswa terpaksa memilih mata kuliah lain yang kurang begitu cocok dengan minatnya. Memang ada-ada saja, ya?

Baca juga: Wajib Dicoba! 9 Cara Supaya Skripsimu Bisa Selesai dalam Satu Semester

3. Mendapatkan mata kuliah ‘sisa’
Masih ada kaitannya dengan poin nomor 2, mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah ‘sisa’ biasanya akan tetap berusaha mendapatkan mata kuliah incarannya, lho! Salah satu metode yang umumnya diterapkan adalah ‘saling tukar matkul.’

Para mahasiswa yang hanya memperoleh mata kuliah ‘sisa’ ini biasanya akan berbondong-bondong meramaikan grup angkatan guna menawarkan ‘matkul sisa’ yang terpaksa mereka ambil untuk ditukar dengan mata kuliah lain yang sudah keburu diambil oleh temannya.

Hal itu dilakukan sebab pihak fakultas memiliki kebijakan untuk tidak membuka kelas baru meski jumlah mahasiswa yang berminat mengambil mata kuliah tersebut melebihi kuota yang ditentukan.

Tapi tenang saja, tidak semua fakultas dan perguruan tinggi menerapkan sistem seperti itu kok. Masih ada banyak fakultas yang bersedia membuka kelas tambahan bagi mahasiswa yang belum kebagian jatah kursi pada mata kuliah yang diinginkan. Baik sekali, kan?

4. Server down pada hari pertama pengisian KRS
Kendala teknis saat pengisian KRS merupakan hal yang paling tidak disukai oleh mahasiswa mana pun, sebab hal tersebut berada di luar kendalinya. Salah satu kendala yang paling sering terjadi adalah server down akibat banyaknya pengguna yang mengakses portal kampus yang bersangkutan.

Karena tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu, mahasiswa dituntut untuk bersabar sambil menanti pihak teknisi IT kampus melakukan perbaikan sehingga portal dapat kembali diakses secara normal.

5. Jadwal mata kuliah yang bersamaan
Kondisi yang cukup membuat mahasiswa nyesek adalah ketika dua mata kuliah yang ingin diambil ternyata memiliki jadwal kuliah di hari dan jam yang sama. Akibatnya, mahasiswa terpaksa merelakan salah satu mata kuliah demi mata kuliah lainnya. Sayang sekali, ya?

Baca juga: Kalau 6 Hal Ini yang Jadi Alasanmu, Jangan Buru-buru Lanjut S2!

6. Jatah SKS tersisa
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akan sangat berpengaruh terhadap jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat diambil mahasiswa di semester berikutnya. Nah, kasus yang biasanya cukup membuat mahasiswa gemas adalah ketika jatah SKS yang ingin mereka manfaatkan secara maksimal untuk memilih beberapa mata kuliah ternyata sisa.

Hal itu terjadi lantaran sejumlah kendala, salah satunya karena jatah SKS hanya tersisa 1 atau 2, padahal mata kuliah yang ingin diambil berbobot 3 SKS atau lebih. Tak mampu digenggam, namun dilepas pun sayang.

7. Takut bertemu dosen killer
Mahasiswa akan selalu dihadapkan dengan karakter dosen yang bermacam-macam, ada yang disiplin, tegas, narsis, bahkan jutek. Sikap jutek saja sebenarnya bukan masalah besar, namun apa jadinya jika dosen tersebut jutek dan hobi memberikan tugas berat yang bertumpuk?

Mahasiswa tentu akan berpikir berulang kali untuk mengambil mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut. Sebab pada umumnya, mahasiswa memiliki naluri untuk menghindari beban kuliah yang berlebih karena sebagian waktu mereka juga dialokasikan untuk berorganisasi hingga bekerja paruh waktu.

Nah, itu dia beberapa hal yang umumnya dialami oleh mahasiswa saat pengisian KRS online berlangsung. Di antara beberapa poin di atas, nomor berapa saja yang pernah jadi kendalamu?

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star