Hastag Campus

6 Trik Biar Tembus Beasiswa S2 Dalam Negeri, Harus Gigih Nih!

Setelah lulus S1, adakah dari kamu yang ingin melanjutkan pendidikan hingga ke S2? Tenang, sekarang ini sudah banyak beasiswa khusus S2. Semua biaya pendidikan ditanggung dan juga mendapatkan uang saku.

Tapi persaingan untuk mendapatkan beasiswa tersebut sangat ketat. Nih, ada beberapa tips biar kamu dapat beasiswa di tengah ketatnya persaingan.

1. Tentukan universitas tujuan dan sesuaikan dengan jurusan yang hendak kamu ambil
Untuk membantu menjawab interviewer dari pihak universitas maupun penyedia beasiswa, sebaiknya kamu sudah menentukan universitas serta program studi yang kamu tuju mulai dari sekarang.

Menentukan tujuan jurusan sejak awal sangat membantu untuk membuat esai dan motivation letters supaya lebih sinkron serta meyakinkan.

Pahami betul terkait jurusan yang tersedia tersebut, mulai dari mata kuliah sampai dosen yang mengajar. Sebaiknya sesuaikan program studi yang kamu ambil dengan pekerjaan serta backround pendidikan sebelumnya.

Ini akan sangat mendukung argumen kamu ketika ditanya tentang alasan mengambil jurusan tersebut, dan manfaat ilmunya untuk masa depan setelah kamu lulus.

Baca juga: Ada Jeda di Antara Kelas Kuliahmu? Ini 7 Hal yang Bisa Kamu Lakukan!

2. Cari info tentang beasiswa dalam negeri dan sesuaikan dengan latar belakang pendidikan serta pekerjaan saat ini
Beasiswa dalam negeri punya banyak variasi, dan punya karakter yang berbeda untuk mendapatkan kandidat penerima. Kalau kamu pernah mendengar Beasiswa LPDP, PMDSU, Beasiswa Unggulan, Beasiswa SEARCA, atau Beasiswa Guru itu belum seberapa.

Beberapa pemerintah daerah dan perusahaan swasta biasanya juga menyediakan beasiswa dengan persyaratan tertentu. Kamu bisa mendapatkan info melalui website kampus atau di laman ini beasiswapascasarjana.com.

Beasiswa LPDP biasanya dikhususkan untuk para fresh graduated, dan tersedia juga buat kamu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Beasiswa PMDSU (Kemenristekdikti) cenderung mencari kandidat yang punya prestasi akademik tinggi dan berkemauan untuk jadi dosen. Beasiswa ini juga tersedia sampai jenjang S3 lho!

Sedangkan untuk Beasiswa SEARCA lebih mengarah untuk para peneliti dan PNS, beberapa universitas yang bekerja sama dengan program beasiswa ini adalah UGM dan IPB.

Jika kamu berprofesi guru, Beasiswa Guru (Kemendikbud) bisa jadi pertimbangan karena ada setiap tahunnya dan menyediakan beasiswa S2 untuk guru dari mulai guru SD, SMP, hingga SMA/SMK.

3. Buat timeline untuk mempersiapkan persyaratan
Supaya lebih efisien kamu bisa buat timeline mengenai deadline persyaratan, baik itu untuk apply ke universitas maupun beasiswa. Ini akan sangat membantu karena setiap universitas dan penyedia beasiswa biasanya memiliki waktu berbeda untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Kamu bisa buat jadwal untuk melengkapi persyaratan penting seperti IELTS, papers, motivation letters, dll. Semakin kamu maksimal melengkapi syarat administrasi ini, semakin kamu mantap menghadapi pewawacara dan meyakinkan penyedia beasiswa nanti.

Baca juga: 6 Cara Asyik Ini Akan Menambah Kemampuan Bahasa Inggrismu

4. Cari mentor yang sudah pernah lolos
Untuk bisa lolos mendapatkan satu kursi beasiswa, kamu tidak bisa berjalan sendiri. Seraplah sebanyak-banyaknya informasi dan pengalaman dari mereka yang sudah pernah lolos.

Carilah partner yang punya keinginan kuat sepertimu dan temukan mentor untuk membimbing setiap persyaratan yang perlu kamu lengkapi.

Penting untuk punya editor yang bisa me-review ulang persyaratan termasuk papers dan motivation letters. Punya teman seperjuangan untuk mendapatkan beasiswa juga akan meningkatkan keyakinan serta semangatmu saat melengkapi persyaratannya.

Mereka akan membantu menilai kelengkapan dokumen sehingga kamu bisa memperbaiki kekurangannya sebelum apply.

5. Maksimalkan saat melengkapi motivation letters, papers, dan surat referensi
Esai, motivation letters, dan surat referensi adalah beberapa dokumen penting saat apply beasiswa maupun program studi yang kamu tuju. Pembuatan esai yang scientific, orisinil, dan punya pengaruh pada bidang keilmuan maupun masyarakat akan sangat membantumu untuk lolos seleksi di universitas.

Sedangkan menulis motivation letters adalah kesempatan untuk menunjukkan kesesuaian latar belakang pendidikan, pekerjaan, kesungguhan kamu saat menghadapi situasi sulit, serta manfaat nyata ketika kamu memperoleh beasiswa.

Lebih singkatnya tulisan motivasi ini adalah jalan untuk meyakinkan penyedia beasiswa bahwa mereka tidak percuma ketika memilihmu sebagai penerimanya. Ungkapkan hal positif dan sampaikan apa yang sudah kamu lakukan untuk orang lain.

Sesuaikan dengan nilai-nilai yang merupakan ciri atau karakteristik penyedia beasiswa. Seperti misalnya kepemimpinan, ketangguhan, atau bagaimana kamu memecahkan satu kasus atau masalah tertentu.

Sedangkan untuk surat referensi, carilah orang yang benar-benar mengenalmu. Baik itu di tempat kerja maupun dosen pengajar sebelumnya. Ini akan menambah pandangan penerima beasiswa tentang gambaran positif tentang dirimu.

6. Jangan lupa selalu iringi dengan kegigihan, keyakinan, dan doa yang tiada henti
Perlu kamu catat, tidak semua orang bisa lolos hanya dengan satu kali coba. Banyak yang mencoba melakukannya berkali-kali supaya bisa mendapatkan beasiswa.

Karena itu kamu harus yakin dan selalu berpikir positif agar perjuanganmu tidak percuma. Coba lagi dan lagi. Semangat mencoba ya

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star