Hastag Campus

5 Perasaan yang Biasa Muncul Setelah Menyelesaikan Skripsi

Waktu yang dinanti oleh para mahasiswa semester akhir, adalah menjalani sidang skripsi atau sidang tugas akhir. Momen itu bisa dibilang sebagai momen yang sangat penting dan menentukan kelulusan mahasiswa. Dalam mencapainya saja, diperlukan banyak sekali pengorbanan.

Karena hal itulah, ketika saat itu berhasil dilalui, maka akan ada banyak perasaan yang muncul dan dirasakan oleh mahasiswa. Kira-kira, apa yang dirasakan oleh mereka sesuai sidang skripsi atau tugas akhir, ya?

1. Setelah sekian purnama, akhirnya skripsi selesai juga. Super duper lega banget!
Pada akhirnya setelah cukup lama bergelut dengan skripsi, tibalah waktu sidang. Selesainya, ada sebuah perasaan yang lega luar biasa. Apalagi kalau kamu berhasil membawakannya dengan baik dan mendapatkan respon yang menyenangkan dari para dosen penguji.

Rasanya semua seperti sudah terbayar lunas. Jerih payahmu yang membuahkan hasil yang membanggakan. Buat para perantauan, biasanya akan langsung menghubungi keluarga via telpon dan mengabarkan berita membahagiakan ini. Ibarat beban yang kita emban selama ini ada 10, maka bebannya berkurang hingga menjadi 4 beban saja. Super lega!

Baca juga: Kamu Mahasiswa Baru? Ini 5 Kebutuhan Wajib untuk Perantau Pemula

2. Revisiannya banyak banget, sedih nih
Ada juga yang justru merasa sedih ketika selesai sidang skripsi. Penyebabnya? Ada banyak hal. Jika dosen penguji merasa ada yang kurang dari skripsimu, maka ada kemungkinan kamu untuk menambah beberapa hal lagi dan menjalani sidang ulang. Tentunya ini membuat mahasiswa merasa sedih, lantaran ternyata belum berhasil melaluinya dengan lancar.

Ada pula yang merasa sedih karena revisian yang cukup banyak. Terkadang ada beberapa hal yang masih perlu dibenarkan pada skripsi kita setelah sidang. Bisa sedikit, tapi bisa saja banyak hingga seperti merombak keseluruhan skripsi. Belum lagi, biasanya terdapat batasan waktu revisi di mana hal tersebut semakin menekan mahasiswa. Belum lega, deh!

3. “Setelah ini mau ngapain lagi, ya? Bisa dapat kerjaan enggak, ya?”
Setelah sidang skripsi, masih ada step lainnya yang perlu diperhatikan. Kewajiban untuk mengurus semua berkas untuk yudisium juga kerap membuat mahasiswa khawatir. Kekhawatiran mengenai berkas yang kurang lengkap atau tidak mampu mengumpulkannya tepat waktu adalah salah satunya.

Mahasiswa juga kerap kali khawatir mengenai masa depannya. Banyak sekali mahasiswa yang masih merasa bingung ketika ditanya mengenai langkah atau rencana selanjutnya di masa depan. Pertanyaan seperti “Apakah sekolah lagi? Apakah bekerja? Mungkin menikah?”. Pertanyaan berikutnya adalah seperti “apakah aku nanti mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? gaji yang layak? pasangan yang ideal?” dan segudang pertanyaan lainnya.

Baca juga: 7 Skill Kece yang Bisa Kamu Pelajari di Masa Kuliah

4. Menangis terharu ketika selesai sidang, kerap melanda para mahasiswa
Perasaan terharu yang tiba-tiba muncul, bukan tanpa alasan. Mahasiswa merasa bahwa pada akhirnya mereka berhasil melewati dan menjalani langkah terberat dalam sepanjang perjalanan perkuliahan.

Skripsi yang selama ini dilewati dengan rasa gembira dan juga rasa sedih, pada akhirnya berhasil dilepaskan. Tak heran, sebagian mahasiswa akan menangis terharu seusai sidang berlangsung. Apakah kamu juga termasuk salah satunya?

5. Ugh, Sidang skripsinya berjalan dengan kurang lancar dan kurang nyaman. Sebel!
Kok marah, sih? Harusnya kan lega dan senang? Ada juga yang merasa marah setelah keluar dari ruang sidang, lho. Kemungkinan besar sih, ada sesuatu yang terjadi padanya di dalam ruang sidang. Tersinggung dengan ucapan para dosen, marah pada diri sendiri karena tidak mampu menjawab pertanyaan dosen, atau marah karena dosen tidak mampu menangkap apa yang mahasiswa maksudkan. Pengalaman tersebut mampu menyulut emosi mahasiswa. Apalagi ketika sidang, mahasiswa sedang dalam kondisi yang tegang dan stres.

Apapun perasaannya, kamu perlu mengingat sesuatu. Kamu telah berhasil melaluinya. Meski hasilnya tidak sempurna, tapi keberanianmu untuk menjalaninya patut diacungi jempol. Biarkan perasaan tersebut muncul, supaya kamu merasa lebih lega. Namanya juga perasaan. Tiap orang pasti berbeda, kan?

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star