Hastag Campus

Khusus Mahasiswa: Ini Trik Bikin Portfolio Keren Biar Cepat Dapet Kerja!

Gimana sih cara membuat portfolio kalau masih mahasiswa? Apa bisa?

Ya, setiap orang bisa membuat portfolio. Asal, syaratnya sudah memiliki pengalaman membuat sesuatu berdasarkan kemampuan. Umumnya, portfolio dibuat dengan tujuan untuk menarik minat perusahaan agar menerima sebagai karyawan. Selain itu, agar pihak lain ingin mempekerjakan kamu.

Nah, ini dia cara atau langkah membuat portfolio walaupun masih di jenjang mahasiswa. Check it out!

1. Rangkum dahulu jenis pengalaman kerja atau projek yang kamu lakukan sebelumnya.
Langkah pertama ialah kamu harus tahu apa saja jenis projek atau pengalaman yang sudah kita buat sebelumnya sesuai dengan kemampuan atau skill yang kamu miliki. Rangkum beberapa hal tersebut sehingga kamu dapat menyertakan dalam portfolio. Tujuannya, agar pembaca mengetahui kapabilitas kamu di bidang apa.

Baca juga: 5 Tips Hemat Saat Ramadan, Biar Keuanganmu Aman sampai Hari Raya!

2. Sertakan dokumentasi atau bukti projek yang pernah dibuat.
Berkaitan dengan langkah pertama, kamu harus memberikan bukti konkrit apa saja yang sudah pernah kamu buat. Misalnya, jika kamu memiliki skill di bidang desain interior, maka sertakan gambar interior yang pernah dibuat. Hal ini penting, agar pembaca dapat memahami dan mengetahui sejauh mana skill dan pengalaman yang kamu miliki.

3. Gunakan platform online sebagai wadah untuk pembuatan portfolio.
Agar dapat terangkum dengan baik, maka kamu membutuhkan sebuah wadah untuk menampung beberapa informasi di portfolio-mu. Nah, cobalah untuk mencari platform di internet. Yang terpenting adalah memilih platform tersebut yang sesuai dengan jenis informasi yang kamu miliki.

Kamu harus benar-benar selektif dalam pemilihan platform agar portfolio mu terlihat efektif dan mengesankan pembaca.

4. Jual skill-mu di portfolio.
Setiap orang memiliki skill yang berbeda-beda. Dan hal ini yang harus kamu dorong ke permukaan agar pembaca berminat untuk memakai jenis skill-mu itu. Bagaimana caranya? Bubuhkanlah beberapa kalimat sederhana di jenis bidang yang kamu tekuni. Tujuannya, agar pembaca diyakini bahwa kamu memang expert di bidang itu.

Baca juga: Kuliah Sambil Kerja, Inilah 5 Manfaat yang Bisa Kamu Dapetin

5. Yakinkan pembaca dengan keterangan rinci pengalamanmu.
Lebih pentingnya lagi, saat kamu menyertakan bukti projek atau karyamu di portfolio, kamu harus membubuhkan keterangan rinci. Apa jenis karya mu itu, kapan itu dibuat, bagaimana itu dibuat, dan mengapa itu layak untuk ditampilkan. Hal ini nantinya akan mempengaruhi pembaca, sejauh mana kualitas projek atau karya yang kamu buat sebelumnya.

6. Sertakan rekomendasi dari beberapa klien sebelumnya.
Selain itu, kamu membutuhkan pengakuan dari orang lain bahwa kamu pernah bekerja projek A tersebut untuk orang lain. Oleh sebab itu, kamu memerlukan keterangan rekomendasi dari klien sebelumnya. Hal ini bertujuan agar pembaca yakin bahwa kamu pernah mengerjakan untuk klien sebelumnya dan memperoleh nilai memuaskan.

7. Terus tambahkan projek baru di dalam portfolio.
Terakhir, jangan lupa untuk terus meng-update portfolio mu secara berkala. Karena seiring berjalannya waktu kamu harus memberikan perkembangan karya atau projekmu sehingga pembaca tahu bahwa kamu tetap eksis di bidang mu itu.

Meskipun kamu masih mahasiswa, kamu bisa memulai belajar membuat portfolio keren dari sekarang. Hal ini berguna untuk masa depan kelak. Ayo semangat!

Sumber: Idntimes.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star