Hastag Campus

8 Cara Jitu untuk Mendeteksi Apakah Suatu Berita Hoaks atau Bukan

Di antara kamu barangkali pernah menemukan beberapa kawan yang berdebat di media sosial, semisal Facebook, hanya gara-gara berita hoaks. Perdebatan yang kemudian berujung pada pertengkaran, permusuhan, bahkan aksi bullying. Tak jarang juga berakhir dengan tindakan unfollow, unfriend, atau lebih parah lagi, sampai memblokir akun kawan dekatnya sendiri.

Akhir-akhir ini, berita-berita hoaks sepertinya memang tengah menggempur masyarakat Indonesia, khususnya warga Indonesia yang aktif di media sosial. Berita-berita hoaks tersebut bahkan mulai menggeser manfaat sebenarnya dari penggunaan media sosial, yaitu untuk berbagi dan menyebar informasi yang bersifat positif. Yang terjadi sekarang ini, warga media sosial justru terkesan lebih suka berbagi dan menyebarkan berbagai konten negatif.

Konten-konten negatif yang sudah telanjur banyak tersebar tersebut barangkali tak bisa dilenyapkan sepenuhnya, tapi kamu bisa berperan menguranginya. Tak perlu menunjuk orang lain, kamu bisa memulainya dari diri sendiri dengan cara selalu mewaspadai berbagai berita yang kamu baca.

Sebelum kamu benar-benar menyebarkannya kepada orang lain, baiknya kamu cek lagi apakah berita tersebut hoaks atau bukan. Kamu bisa mengetahuinya dengan delapan cara berikut ini.

1. Cek apakah berita tersebut memenuhi unsur 5W1H atau tidak
Bagi kamu yang pernah mempelajari ilmu jurnalistik atau memang berprofesi sebagai jurnalis, tentu tak asing lagi mendengar istilah 5W1H (what, where, when, who, why, dan how). 5W1H merupakan unsur wajib yang harus ada dalam setiap berita. Situs berita yang kredibel biasanya tak akan mengabaikan unsur 5W1H ini dalam setiap berita yang ditayangkannya.

Maka, untuk mendeteksi apakah suatu berita hoaks atau bukan, kamu bisa mengecek apakah berita tersebut memenuhi unsur 5W1H atau tidak. Jika tidak, patut kamu waspadai. Akan lebih baik jika kamu tak lekas menyebarkan berita tersebut kepada siapa pun.

2. Cek url link berita tersebut
Cek apakah url link berita tersebut berakhiran aneh. Misalnya url-nya berakhiran “.com.co” atau “.com.org”. Jika iya, kemungkinan besar link berita tersebut berisi hoaks. Badan atau website yang menyajikan berita-berita kredibel biasanya tak pernah menggunakan link url yang aneh semacam itu.

Baca juga: 4 Cara Simpel Menghadapi Homesick untuk Mahasiswa Rantau

3. Cek halaman “contact” dan “about”-nya
Cari tahu lebih banyak mengenai situs tersebut dengan cara mengecek halaman “contact” dan “about” yang biasanya memang akan tersedia dalam setiap alamat website. Cek apakah terdapat informasi detil mengenai situs tersebut di sana. Jika tidak, atau ada, tapi informasinya tak relevan, berita-berita yang diunggah di situs tersebut kemungkinan besar adalah hoaks.

4. Cek penulis dan narasumber berita tersebut
Cari tahu lebih banyak mengenai penulis atau narasumber yang tercantum dalam berita tersebut. Googling informasi mengenai mereka. Dari sana kamu bisa mengetahui apakah narasumber dan penulisnya fiktif atau tidak, atau orang yang berkompeten atau bukan.

5. Cek apakah berita tersebut bernada provokatif
Berita-berita hoaks umumnya memang sengaja ditulis untuk memperkisruh suasana dan memancing perpecahan. Berita-berita semacam itu biasanya isinya lebih bernada provokatif ketimbang informatif.

Cobalah tanyakan pada dirimu sendiri setelah membacanya, apakah berita yang kamu baca itu membuatmu marah atau tidak, karena berita hoaks biasanya lebih sering bertujuan membuat seseorang emosi ketimbang memberi informasi.

6. Cek cara penulisannya
Berita-berita hoaks pada umumnya mengabaikan kaidah EYD (atau sekarang disebut PUEBI) dan tata bahasa yang baik dan benar. Selain itu, kerap juga mengabaikan pencantuman sumber utama yang digunakan dalam berita tersebut.

Baca juga: 8 Hal Inspiratif Ini Bisa Membuatmu Menjadi Lebih Sukses dari Sekarang

7. Cek apakah media lain juga memberitakan hal yang sama
Jika suatu berita menginformasikan hal yang benar, biasanya berita tersebut tidak hanya akan sampai pada satu media saja. Akan ada banyak media yang juga memberitakan hal yang sama, meski tentu ditulis dengan angle, gaya atau cara penulisan, juga penggunaan foto yang berbeda.

8. Gunakan fact checking
Kamu bisa menggunakan bantuan dari fact checking seperti situs Snopes.com dan FactCheck.org untuk mendeteksi apakah berita tersebut hoaks atau bukan. Kamu tinggal meng-copy-paste link beritanya pada dua situs tersebut untuk melakukannya.

Yang lebih penting dari semua cara tadi sebenarnya adalah diri kamu sendiri. Sebagai manusia yang berpikir mestinya kamu bisa bertindak lebih bijak terhadap segala hal yang kamu dengar dan baca. Selemah-lemahnya pengetahuan kamu, ada baiknya menahan diri untuk tak lekas membagikan link yang berisi berita-berita dan informasi yang hanya menimbulkan emosi saat kamu membacanya dan masih diragukan kebenarannya.

Semakin kamu bisa menahan diri, semakin kamu dapat mengurangi kesempatan menyebarnya berita-berita hoaks tersebut. Dengan begitu, artinya kamu tak hanya telah memproteksi diri sendiri, tapi secara tak langsung juga telah memproteksi keluarga dan lingkungan sekitar kamu dari efek yang ditimbulkan berita-berita hoaks tersebut.

Yuk, semangat perangi hoaks!

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star