Hastag Campus

5 Mitos Tentang Introvert

Banyak orang tidak sepenuhnya mengerti tentang sosok introvert. Mereka menyamakan kepribadian introvert dengan perasaan malu, depresi, atau kecemasan sosial. Ketika kita sebagai introvert sedang diam, seringkali kita dituduh sedang terbawa emosi, marah, atau tidak tertarik dengan percakapan atau prasangka-prasangka lainnya. Dan ketika kita menghabiskan waktu sendirian, orang yang memiliki kepribadian introvert sering dituduh antisosial atau egois.

Berikut beberapa stereotip terburuk tentang sosok introvert :

1. Introvert tidak selalu canggung secara sosial.

Sama seperti rasa malu, kecanggungan sosial adalah sifat yang terpisah dari introversi. Banyak introvert sebenarnya bisa sangat karismatik dalam situasi sosial. (Faktanya, introvert menyumbang 60 persen dari semua pengacara, sebuah profesi yang membutuhkan sedikit kepercayaan diri berbicara di depan orang lain.)

2. Introvert tidak membenci orang.

Kurangnya percakapan yang dilakukan oleh orang yang memiliki kepribadian introvert sering disalahartikan. Orang-orang menganggapnya sebagai tanda bahwa introvert tidak menyukai orang lain. Padahal yang terjadi sebenarnya tidak demikian. Introvert sering menghindari obrolan ringan karena introvert menganggapnya tidak otentik atau hanya sekedar basa-basi. Orang yang memiliki kepribadian Introvert menginginkan hubungan yang lebih bermakna dengan orang-orang yang diajak bicara.

3. Introvert tidak kasar.

Jika seorang introvert benar-benar kehabisan energi untuk melakukan komunikasi dengan orang lain, beberapa orang menganggapnya memiliki sifat pemarah. Padahal, jika kamu memberikan sedikit waktu untuk mereka menyendiri untuk mengisi energinya, tentu introvert akan sangat jauh lebih ramah dari yang kamu bayangkan.

4. Tidak perlu “memperbaiki” kepribadian introvert.

Menjadi seorang introvert adalah bagian dari siapa kita, dan itu bisa menjadi sumber kecemerlangan, kecerdasan dan keunggulan kita. Kita berada dalam kondisi terbaik ketika kita merangkul sifat kita dan menggunakannya sebagai sumber kekuatan.

5. Introvert tidak perlu berharap kami ekstrovert.

Tentu, kadang-kadang orang-orang yang memiliki kepribadian introvert iri kepada mereka sosok ekstrovert yang memiliki kemampuan berpikir yang cepat atau kecepatan menyesuaikan diri secara alami ke dalam situasi sosial. Tetapi introvert juga sangat menikmati dunia batin dan waktu menyendiri. Introvert memiliki banyak kekuatan yang tidak datang secara alami ke ekstrovert.

 

[Quiet : Pahami Daya Kekuatan Sang Introvert]

Banyak orang menduga seseorang yang berkepribadian introvert adalah sosok pendiam, kutu buku dan anti sosial.

Berbagai label negatif diberikan kepada para introvert sehingga sosok extrovert-lah yang menjadi contoh baik dalam masyarakat.

Akan tetapi, Susan Cain dalam bukunya yang berjudul ‘Quiet: The Power of Introvert” (diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia : Quiet, Daya Introvert dalam Dunia yang Tidak Bisa Berhenti Bicara), mengungkapkan bahwa dibalik kepribadian introvert tercipta orang-orang sukses. Sisi-sisi positif para introvert inilah yang kemudian diulas oleh Susan Cain di dalam bukunya tersebut.

Susan Cain menjawab keresahan tersebut dengan mengungkapkan bahwa orang yang berkepribadian introvert adalah sosok orang-orang pemerhati dan pendengar yang baik.

Kamu bisa memesannya dengan mudah melalui WhatsApp ke no 0822-3209-6491 dengan format : Saya Mau Beli Buku Quiet atau klik di bit.ly/PesanQuiet

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star