5 Tanda Tak Terbantahkan Kalau Kamu adalah Tipe Pembelajar Auditori

Kamu sudah tahu belum tentang tipe-tipe belajar? Kalau belum, ada baiknya nih kamu kenal dengan tipe ataupun gaya belajar kamu. Terutama kamu yang masih berstatus pelajar ataupun mahasiswa. Nah, rupanya nih tipe belajar manusia dibagi menjadi 3 lho, yakni: tipe visual (penglihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetik (gerak tubuh).

Nah, pada artikel ini kita akan berfokus pada si tipe auditori ya. Kira-kira apa saja sih tanda-tanda tak terbantahkan kalau kamu adalah tipe pembelajar auditori. Penasaran bukan? Dari berbagai sumber, berikut ulasannya di bawah ini.

1. Kamu lebih mudah mengingat nama dan ucapan orang lain
Nah, kalau berkenalan dengan orang baru biasanya tipe visual itu lebih mudah mengingat wajah orang maka berbeda nih dengan si auditori ini. Tipe auditori cenderung lebih mudah untuk mengingat nama orang yang baru dikenalnya. Bukan hanya itu saja, tipe auditori ini peka lho dengan suara yang termasuk di dalamnya ucapan maupun perkataan orang lain.

Jadi, pada dasarnya mereka lebih dapat mengingat ucapan orang lain dengan baik ketimbang hal-hal yang berhubungan dengan visual. Bukan hanya soal pelajaran saja, tetapi baik buruk ucapanmu akan mudah diingat oleh mereka yang tipe auditori. So, ketika bertemu mereka ingatlah untuk hati-hati dalam berucap ya!

Baca juga: 6 Tips Hadapi Dosen Pembimbing Killer Agar Skripsimu Tetap Lancar

2. Kalau sedang membaca, biasanya tipe auditori ini suka bersuara atau setidaknya menggerakkan bibir
Karena pada dasarnya tipe auditori ini agak kurang suka membaca (visual), maka supaya informasi bacaan dapat terserap dengan baik mereka cenderung mengeluarkan suara dalam membaca. Gak harus selalu dengan suara yang keras dan kencang juga sih, karena dengan suara yang pelan dan kecil pun sering mereka lakukan saat membaca. Tak hanya itu saja, kadang mereka juga sering menggerakkan bibir seakan-akan sedang bersuara atau mendengar ‘suara’ dari dalam diri meskipun sedang membaca tanpa suara.

Ya, hal semacam itu sangat membantu tipe auditori ini untuk tetap menggunakan indera pendengarannya dengan baik terutama dalam proses belajar. Kalau kamu gimana?

3. Tipe auditori umumnya senang dengan pelajaran bahasa dan musik
Tipe auditori ini memang terlihat lebih suka dengan pelajaran bahasa dan musik. Gak heran kok, soalnya mereka itu lebih suka dan peka banget lho dengan suara-suara, bunyi-bunyian maupun musik. Misalnya saja pelajaran bahasa, pastinya gak jauh-jauh dari praktik conversation atau percakapan, suara maupun intonasi dalam pengucapan bahasa terutama bahasa asing. Lalu gimana dengan pelajaran musik?

Sama juga sebenarnya, mereka memang punya ingatan bagus soal musik maupun lagu yang didengar, terutama lirik lagu. Berbeda lho dengan tipe kinestetik (gerak) yang ketika mendengar musik atau lagu, mereka lebih suka bergoyang atau bergerak sesuai irama lagu.

4. Gak heran, mereka yang tipe auditori ini lebih suka mendapat informasi dengan cara berkomunikasi
Sudah sedikit dijelaskan pada poin di atas, bahwa auditori ini kurang suka membaca sehingga cara terbaik bagi mereka untuk belajar dan mendapatkan adalah dengan mendengar dan diskusi secara lisan atau verbal. Maka, gak heran kamu sering menjumpai mereka yang bertipe auditori ini senang berkomunikasi panjang lebar untuk sekadar sharing maupun bertanya.

Mereka kurang suka mencari informasi dengan cara membaca, gampangnya mereka lebih memilih untuk dibacakan daripada membaca sendiri. Sampai penjelasan disini kamu sudah cukup tahu kan kamu termasuk tipe auditori atau bukan?

Baca juga: Untuk Kamu yang Mudah Lupa, 5 Tips Memperkuat Memori dari Harvard 

5. Tapi, kalau lagi konsentrasi umumnya sih mereka yang tipe auditori ini anti banget dengan kebisingan
Walaupun tipe auditori ini suka mendengar, jangan lupa ya kalau mereka yang bertipe ini punya indra pendengaran yang lebih tajam daripada tipe lainnya. Sehingga, mereka sering terganggu dengan suara-suara yang dianggap bising bagi mereka. Terutama saat sedang berkonsentrasi, duh mereka biasanya langsung cari tempat yang lebih tenang nih. Ya, walau bukan berarti mereka tahan tidak mendengar suara sama sekali alias sepi ya. Biasanya, mereka mensiasatinya dengan mendengar musik yang mereka sukai supaya gak terlalu ribut maupun terlalu sepi.

Akhir kata, semua tipe belajar itu baik kok tergantung bagaimana kamu memanfaatkan kemampuan dari tipe belajarmu yang tentunya turut menunjang keberhasilan kamu dalam belajar. Semoga bermanfaat!

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s