Hastag Campus

7 Perbedaan Introvert dengan Anti Sosial

Banyak orang yang mengartikan introvert adalah anti sosial dan sebaliknya. Padahal dua hal tersebut adalah dua hal yang berbeda. Introvert sangat berbeda dengan anti sosial dan sebaliknya. Sebaiknya kamu mengenali perbedaannya dan mencari tahu apakah kamu itu memang introvert atau anti sosial.

Di bawah ini adalah 7 perbedaan antara intriovert dan anti sosial. Jangan sampai kamu salah paham mengira kamu adalah introvert padahal sebenarnya ansos. Menjadi ansos bukanlah hal yang baik sehingga kamu harus menghindarinya.

1. Introvert lebih nyaman sendiri tapi sanggup memiliki hubungan baik dengan orang lain sedangkan ansos tidak mampu berhubungan dengan orang lain dalam cara yang sehat.

 

Introvert hanya suka melakukan semua hal sendiri, lebih nyaman dengan sepi daripada ramai. Tapi, dia sanggup menjalin hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Dia tidak menutup dirinya untuk berkenalan dengan orang baru. Berbeda dengan ansos yang tidak bisa memiliki hubungan dengan orang lain dengan cara yang sehat. Dia memiliki masalah dengan dirinya sendiri.

2. Introvert adalah kepribadian sedangkan ansos adalah masalah kesehatan mental.

 

Anti sosial hampir sama dengan psikopat. Dia suka memanipulasi, mempengaruhi, membenci dan menolak segala sesuatu yang baik. Ansos melihat segala hal secara negatif. Beda dengan introvert yang adalah kepribadian yang tertutup. Introvert hanya sosok yang tertutup, bukan sosok yang membenci orang lain.

3. Orang ansos bisa jadi sangat ekstrovert dan terbuka sedangkan introvert tidak bisa menjadi ekstrovert.

 

Jangan mengira bahwa ansos itu pasti tidak suka berkumpul dengan orang lain, ansos juga bisa menjadiekstrovert dan sangat terbuka jika dia mau. Biasanya, dia menjadi seperti itu dengan alasan tertentu dan dengan alasan yang negatif. Sedangkan introvert jelastidak bisa menjadi ekstrovert karena mereka adalah kepribadian yang berbeda.

4. Introvert menikmati hubungan dengan orangy ang dekat dengannya, sedangkan ansos tidak punya rasa empati.

 

Introvert punya rasa empati. Dia juga menikmati hubungannya dengan orang yang dekat dengannya dan merasa peduli tentang perasaan orang lain. Sedangkan ansos tidak peduli tentang perasaan orang lain. Orang yang ansos adalah orang yang egois, yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

5. Introvert tidak perlu disembuhkan atau diubah sedangkan ansos butuh diubah.

 

Introvert tidak perlu diubah. Itu adalah kepribadian yang positif dan tidak apa-apa jika orang memiliki kepribadian sebagai seorang introvert. Sedangkan ansos itu penyakit yang perlu disembuhkan. Anti sosial butuh diubah karena kalau tidak dia akan menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.

6. Introvert bisa ramah dengan siapa saja sedangkan ansos menganggap semua orang adalah musuh.

 

Walau tertutup, Introvert bisa ramah dengan siapa saja. Berbeda dengan anti sosial yang menganggap semua orang itu musuhnya, dia tidak bisa percaya dengan orang lain dan menganggap semua orang punya maksud jahat padanya.

7. Introvert menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang dia suka sedangkan ansos menghabiskan waktunya untuk berpikir bagaimana caranya memanipulasi orang lain.

 

Introvert walau suka menyendiri akan melakukan hal-hal yang dia suka sendirian, bukan memikirkan orang lain dan menyusun rencana untuk memanipulasi orang lain seperti yang ansos lakukan. Karena orang yang anti sosial memiliki masalah dengan dirinya sendiri, makanya dia ingin membuat masalah dengan orang lain juga.

Semua hal di atas adalah pembeda antara anti sosial dan introvert. Jangan sampai kamu salah paham dan menyamakan keduanya. Introvert adalah kepribadian yang positif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika kamu memiliki kepribadian tersebut. Berbeda dengan ansos yang negatif dan butuh diubah.

 

[Quiet : Pahami Daya Kekuatan Sang Introvert]

Banyak orang menduga seseorang yang berkepribadian introvert adalah sosok pendiam, kutu buku dan anti sosial.

Berbagai label negatif diberikan kepada para introvert sehingga sosok extrovert-lah yang menjadi contoh baik dalam masyarakat.

Akan tetapi, Susan Cain dalam bukunya yang berjudul ‘Quiet: The Power of Introvert” (diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia : Quiet, Daya Introvert dalam Dunia yang Tidak Bisa Berhenti Bicara), mengungkapkan bahwa dibalik kepribadian introvert tercipta orang-orang sukses. Sisi-sisi positif para introvert inilah yang kemudian diulas oleh Susan Cain di dalam bukunya tersebut.

Susan Cain menjawab keresahan tersebut dengan mengungkapkan bahwa orang yang berkepribadian introvert adalah sosok orang-orang pemerhati dan pendengar yang baik.

Kamu bisa memesannya dengan mudah melalui WhatsApp ke no 0822-3209-6491 dengan format : Saya Mau Beli Buku Quiet atau klik di bit.ly/PesanQuiet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star