Hastag Campus

6 Anggapan Tentang Introvert Yang Sering Disalahpahami

Memiliki kepribadian introvert memang seakan memiliki berjuta rahasia yang menarik untuk diketahui. Kepribadian introvert dianggap memiliki kepribadian unik, sehingga orang lain seakan dibuat kesulitan untuk memahaminya. Hal tersebut memungkinkan munculnya berbagai opini bahkan hingga menjadi anggapan di masyarakat yang bahkan belum jelas akan kebenarannya.

Nah, untuk lebih jelasnya, mari kita ketahui enam anggapan keliru yang sering muncul terkait dengan orang-orang yang memiliki kepribadian introvert!

1. Introvert sulit diajak kerja sama

Anggapan yang paling sering muncul terkait orang-orang introvert adalah mereka dianggap sulit diajak kerjasama. Padahal ini adalah anggapan yang sangat salah. Mungkin anggapan ini sering muncul karena sifat sosok introvert yang relatif pendiam, sehingga introvert terkesan sangat sulit untuk diajak berbicara.

Perlu diluruskan, bahwa dalam bekerja sama, orang introvert akan sangat bertanggung jawab pada tugasnya. Namun, introvert memang akan lebih senang jika langsung diberikan tugas untuk dia kerjakan.

2. Introvert tidak bisa diandalkan

Seringkali orang-orang menganggap remeh kemampuan introvert, sehingga banyak diantara mereka yang mungkin akan berpikir ulang untuk mempercayakan tugas atau suatu urusan kepada sosok introvert. Padahal, kondisi yang sebenarnya sangat bertentangan.

Padahal, orang introvert memiliki kreativitas yang sangat tinggi, bahkan kemampuannya berpikir bisa jauh lebih kritis dari kebanyakan orang. Mereka juga memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan suatu urusan, bahkan bisa sangat rapi dalam hal melakukan pekerjaan.

3. Introvert tidak jago dalam public speaking

Karakter introvert yang sangat pendiam, seringkali diangggap memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara apalagi dalam hal public speaking. Ini adalah anggapan yang salah. Diamnya seorang introvert memang sebuah karakter, bukan karena mereka memiliki keterbatasan dalam hal berbicara.

Terbukti, banyak tokoh-tokoh terkenal dengan kepribadian introvert justru memiliki kemampuan public speaking yang baik, misalnya saja Bill Gates, Emma Watson, Mahatma Gandhi, Albert Einstein dan lain sebagainya.

4. Introvert sosok yang membosankan

Ini adalah anggapan yang paling sering melekat pada diri seorang introvert. Padahal sebenernya, jika seseorang sudah benar-benar dekat dan mengenal dengan baik orang introvert, mereka akan melihat bahwa kepribadian introvert sangat menyenangkan. Bahkan, mereka juga bisa menjadi sosok yang periang, hanya saja sifat itu muncul jika saat sedang bersama orang-orang terdekatnya.

5. Introvert tidak bisa jadi seorang leader

Rupanya masih banyak orang yang meragukan introvert dalam hal leadership atau kepemimpinan. Padahal, akan ada banyak poin lebih yang didapat jika introvert menjadi seorang pemimpin. Salah satunya adalah sifat mereka yang pemikir serta kritis dalam segala hal. Mereka juga orang yang fokus terhadap tujuan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Justru hal-hal seperti itulah yang sebenarnya harus ada pada diri seorang pemimpin.

6. Introvert adalah pribadi yang harus diubah

Introvert merupakan suatu karakter yang tidak mungkin dapat dirubah. Namun, orang yang memiliki kepribadian introvert memungkinkan untuk mengurangi kadar introvert dalam dirinya. Meskipun mereka dapat berubah dari introvert menjadi sedikit lebih terbuka, namun perasaan mereka akan tetap sama, lebih menyukai ketenangan dan cenderung menghindari keramaian.

Nah, itu tadi enam anggapan keliru terkait dengan orang-orang berkepribadian introvert yang kami recontent dari tulisan Muhammad Johan pada artikelnya di idntimes.com.

Apa kalian juga pernah mempercayai beberapa anggapan diatas

 

[Quiet : Pahami Daya Kekuatan Sang Introvert]

Banyak orang menduga seseorang yang berkepribadian introvert adalah sosok pendiam, kutu buku dan anti sosial.

Berbagai label negatif diberikan kepada para introvert sehingga sosok extrovert menjadi contoh yang baik dalam masyarakat.

Akan tetapi, Susan Cain dalam bukunya yang berjudul “Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking”. Buku ini seperti cermin bagi seorang introvert, yang akan menunjukkan kekuatan dan kelemahan yang selama ini tidak disadari.

Susan Cain menjawab keresahan tersebut dengan mengungkapkan bahwa orang yang berkepribadian introvert adalah sosok orang-orang pemerhati dan pendengar yang baik.

Apa kata mereka tentang buku ini?

“Bacaan yang diteliti dengan luar biasa, sangat berwawasan, dan mengagumkan. Quiet merupakan sumber daya yang mutlak diperlukan oleh siapa pun yang ingin memahami anugerah dari setengah populasi yang introver.”

–GRETCHEN RUBIN, penulis The Happiness Project

 

“Quiet merupakan buku pembebasan dari ide-ide lama mengenai nilai introver. Kecerdasan Cain, penghormatannya pada penelitian, dan prosa yang bersemangat menempatkan Quiet dalam kelas elite bersama dengan buku terbaik dari Malcolm Gladwell, Daniel Pink, dan para ahli nonfiksi psikologis lainnya.”

–TERESA AMABILE, profesor di Harvard Business School, ko-penulis The Progress Principle

 

“Karena seorang introver sering diharuskan untuk berperilaku seperti ekstrover, saya menemukan bahwa informasi dalam buku ini sangat membuka pikiran dan membantu. Bersumber pada penelitian neurosaintifik dan banyak laporan kasus, Susan Cain menjelaskan keunggulan dan potensi introversi dan untuk menjadi senyap dalam dunia yang gaduh.”

–ANDREW WEIL, penulis Healthy Aging dan Spontaneous Happiness

 

“Susan Cain telah melakukan kerja penelitian yang luar biasa melewati beberapa dekade penelitian yang kompleks akan introversi, ekstroversi, dan sensitivitas—buku ini akan menjadi anugerah bagi banyak orang yang sangat sensitif yang juga introver.”

–ELAINE ARON, penulis The Highly Sensitive Person

 

“Quiet mengesahkan dan bahkan merayakan ‘relung’ yang mewakili separuh orang di dunia ini.”

–GUY KAWASAKI, penulis Enchantment: The Art of Changing Hearts, Minds, and Actions

 

“Dalam Quiet, Susan Cain melakukan pekerjaan yang fasih dan ampuh memuji keutamaan dari para pendengar dan pemikir—introver-introver reflektif yang menghargai bahwa masalah-masalah pelik memerlukan pemikiran yang cermat dan yang memahami bahwa merupakan suatu gagasan yang baik untuk mengetahui apa yang ingin Anda katakan sebelum Anda membuka mulut Anda.”

–BARRY SCHWARTZ, penulis Practical Wisdom dan The Paradox of Choice

 

Dapatkan buku TERJEMAHAN ASLI QUIET dengan judul lengkap : Quiet, Daya Introvert dalam Dunia yang Tidak Bisa Berhenti Bicara.

Pemesanan melalui WhatsApp : 0822-3209-6491 atau klik langsung di [Pesan Buku Quiet]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star