Hastag Campus

Halo, Introvert

Untukmu, yang selalu berkutat dengan pikiranmu sendiri, merasa aman dengan benteng yang kamu bangun sendiri.

Apa yang kamu lakukan sekarang adalah caramu menghibur diri dengan kenyamanan yang kamu buat. Bersikap bisa mengatasi segala hal. Bahkan seolah-olah tidak membutuhkan orang lain untuk menemani di sampingmu, yang setia mendengar ceritamu dan tertawa bersamamu. Kamu bercanda. Kamu ceria. Kamu menjadi pusat perhatian. Tak jarang pula kamu ternyata mahir bersosialisasi, berkumpul, bergaul dan bukan pemalu.

Ternyata dibalik diammu, kamu mengamati segala hal. Tapi kamu selalu berkutat dengan pikiranmu sendiri. Hingga akhirnya sulit bagimu untuk mempercayai orang lain.

Berhari-hari kamu menghabiskan waktu dengan banyak orang, tapi lagi-lagi kamu menghela nafas sambil bertanya pada dirimu, “kenapa tidak ada seorang pun yang dapat mengertiku?”

Hal ini pun terus berlanjut, kamu menyukai hidup di duniamu sendiri, merasa aman dengan benteng yang kamu bangun sendiri. Tak mempersilahkan orang lain masuk ke dalamnya. Mereka mengenalmu dengan baik tapi tidak seperti kamu mengenal dirimu sendiri. Kamu terlihat bahagia di luar bentengmu, tapi kamu tidak mau menghancurkan bentengmu begitu saja.

Perlu bertahun-tahun kamu membangunnya. Pertahanan yang mutlak, karena menurutmu dunia luar sangat kejam. Kamu berlindung di dalam bentengmu, menyusun segala rencana dan menyiapkan amunisi di dalamnya. Tapi pada akhirnya, tidak semua orang dapat mengertimu, pola pikir dan karakter yang sudah tertanam di dalam dirimu.

Bahkan beberapa orang yang berusaha mengertimu mentah-mentah kamu tolak. Mereka butuh penjelasan tapi kamu tidak tau apa yang perlu dijelaskan lagi. Kenapa mereka harus tau dan kenapa kamu membuat batasan diri. Siapa yang bisa menjawab? Pikirmu tidak ada.

Kamu kira mempersilahkan orang lain masuk ke duniamu adalah mudah, tapi kamu tidak ingin mereka mencampuri urusanmu. Kamu selalu berpikir mereka peduli atau hanya ingin tau. Di lain sisi kamu membutuhkan mereka untuk memahamimu dan mendengarmu. Tapi kenapa kamu selalu membatasi diri? Padahal orang lain ingin menganggap keberadaanmu adalah penting bagi mereka. Mereka butuh kamu ada.

Tertanda, aku yang selalu memperhatikanmu.

“Kamu membutuhkan mereka untuk memahamimu. Tapi kenapa kamu selalu membatasi diri?”

Recontent dari : Peres Sar Arin, diposting di Hipwee.com

 

 

Advertisements

17 replies to “Halo, Introvert

    1. Sabar ya, tidak salah kok menjadi introvert. Kamu tidak berfikiran sempit, tapi kamu memiliki pikiran yang luas, namun kamu perlu waktu untuk menggalinya.

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star