Jangan Sedih, Sikapi Nilai Jelek IPK-mu dengan 5 Hal Ini

Pernahkah kamu meraih nilai jelek selama masa perkuliahan?

Hampir semua orang yang berasal dari lulusan kampus menjawab ‘ya’. Sebab, proses penilaian kognitif tidak selalu berdasarkan wawasan yang kamu miliki terkait mata kuliah yang sudah diajarkan.

Ada kalanya, karakter dosen, karakter soal dan lembar ujian turun temurun ikut berperan. Namun, penilaian tetap kembali ke seberapa besar pemahaman dan daya serapmu terhadap materi kuliah.

Nah, sikap apa yang sebaiknya kamu tampilkan ketika melihat nilai buruk nangkring di laporan evaluasi mata kuliahmu? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Bersyukurlah kamu pernah merasakan kegagalan
Kegagalan adalah kesuksesan tertunda. Begitu pula dengan nilai burukmu. Nilai yang baik akan menghampiri jika persyaratan telah terpenuhi. Janganlah menganggap nilai buruk seperti langit akan runtuh.

Sesekali, kamu harus merasakan kegagalan. Sebab, dari peristiwa tersebut biasanya pembelajaran jauh lebih melekat dan berdampak. Dari kegagalan, kamu akan belajar bagaimana caranya bangkit berulangkali dengan strategi yang bervariasi.

Tanpa sadar, dari satu atau dua kegagalan, kamu sedang mempelajari sejuta makna kesuksesan.

2. Jadikan awal yang baik untuk evaluasi diri
Ingatlah ketika kamu mengalami kegagalan, jangan utamakan frustasi yang berkecamuk. Renungkan kembali penyebab kegagalanmu meraih nilai yang bagus.

Bisa jadi, kamu terlalu meremehkan ujiannya, malas belajar dan salah perhitungan. Kesalahan tersebut bisa kamu perbaiki agar tak terulang di tes atau ujian berikutnya.

3. Pikirkanlah, bisa jadi mata kuliah itu bukan bagian dari kompetensimu
Jika kamu terus menerus mendapat nilai buruk atau dominan meraih nilai yang tidak istimewa, bisa jadi hal itu mengindikasikan bahwa mata kuliah tersebut bukanlah passion atau kompetensimu yang sesungguhnya.

Ini bisa dipandang sebagai sebuah keberuntungan karena kompetensimu bisa dilacak dengan cepat. Sebab, pendidikan yang baik sesungguhnya bisa menghasilkan insan yang unggul di bidang yang dikuasainya.

4. Nilai bagus tidak selalu linear dengan kesuksesan pasca kampus
Prof. Rhenald Kasali menyatakan dalam sebuah seminarnya tentang Era Shifting bahwa anak yang pintar di sekolah atau kampus dengan nilai kognitif yang membanggakan belum tentu pintar juga di kehidupan sebenarnya. Malahan, banyak problem juga mengintai mereka setelah menempuh pendidikan. Korupsi, pengangguran dan sejenisnya adalah contohnya.

Dari sana, kita belajar bahwa dunia pendidikan mesti meluruskan beberapa pola pikir yang bengkok. Seharusnya, dunia pendidikan juga mengajarkan tentang kegagalan yang tidak perlu dianaktirikan.

Pendidikan mestinya mengajarkan pembelajaran kehidupan yang sebenarnya kepada para generasi. Bukan menuntut mereka sempurna pada bidang yang tidak dikuasainya dan haram melakukan kegagalan.

5. Ingatlah, esensi pendidikan bukanlah nilai kognitif yang selalu bagus
Ingatlah esensi pendidikan yang kamu jalani. Pendidikan itu sejatinya sebagai persiapanmu untuk hidup. Pahit dan manis, gagal dan sukses adalah pasangan yang sebaiknya kamu rasakan secara merata.

Selain itu, kamu juga tak perlu mengejar sesuatu yang merupakan bagian dari kelemahanmu. Fokuslah pada sesuatu yang menjadi dasar kekuatanmu. Kejar terus hingga pencapaianmu mencapai puncak.

Bahkan, negara pun menjamin hakmu untuk mendapatkan pendidikan sesuai minat, bakat serta kemampuan.

Nah, itulah sikap yang harus kamu pahami dengan baik ketika mengalami kegagalan dalam ujian kuliah. Semangat terus, ya!

Sumber: Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s