Prospek dan Peluang Kerja Jurusan Ilmu Gizi

Prospek dan peluang kerja ilmu gizi merupakan salah satu hal yang banyak ditanyakan para alumni SMA/SMK sebelum mereka memilih jurusan kuliah. Mungkin karena jurusan ilmu gizi jarang didengar dan kalah populer dibanding jurusan-jurusan lain yang lebih sering disebut, semacam jurusan kedokteran, jurusan akuntansi, jurusan ilmu politik ataupun jurusan teknik sipil.

Oleh karenanya, banyak yang masih belum memiliki gambaran jelas tentang apa itu jurusan ilmu gizi dan bagaimana peluang kerja di masa depannya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, InsyaAllah tulisan ini saya hadirkan. Mudah-mudahan dapat membantu memberikan gambaran seperti apa kuliah di jurusan ilmu gizi dan bagaimana peluang kerja setelah lulus.

Sebelum membahas tentang prospek dan peluang kerja dari jurusan ilmu gizi, perlu kami singgung dulu seperti apa ilmu gizi. Mudah-mudahan teman-teman dapat memiliki gambaran awal tentang perkuliah dan lulusan ilmu gizi.

Ilmu gizi adalah salah satu jurusan kuliah yang mempelajari ilmu-ilmu tentang makanan seperti bahan makanan juga kandungan dari makanan (karbohidrat, protein, vitamin atau mineral) dan kaitannya dengan tubuh. Selain itu para mahasiswa yang kuliah di jurusan ilmu gizi akan mempelajari juga tentang kebutuhan tubuh secara umum, secara khusus dan secara usia.

Maksudnya bagaimana?
Kebutuhan tubuh secara umum adalah kebutuhan tubuh akan nutrisi dalam kondisi tubuh normal. Sedangkan kebutuhan tubuh secara khusus artinya kebutuhan akan nutrisi untuk kondisi tertentu, misalnya, kondisi tubuh setelah melahirkan, saat hamil, saat menyusui, atau setelah melakukan operasi tertentu, dan lain sebagainya.

Saat seorang ibu sedang hamil misalnya, tentu ia memiliki kebutuhan nutrisi dan jenis makanan yang berbeda dibanding saat ia tidak hamil. Sebab ia mengandung janin yang mendapatkan nutrisi hanya dari ibunya. Sehingga, ibu hamil tersebut harus berbagi nutrisi dengan janinnya tersebut.

Pada bagian ini, jurusan ilmu gizi akan mempelajari kebutuhan nutrisi apa saja yang harus dipenuhi oleh ibu hamil agar ia dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi dirinya dan janinnya, dan dari mana kebutuhan nutrisi itu dapat dipenuhi. Sehingga, mahasiswa jurusan ahli gizi juga harus menghitung dan menentukan jenis makanan apa yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil dan dalam jumlah berapa konsumsinya.

Contoh lain kondisi tubuh yang khusus adalah penderita diabetes atau orang yang mengalami overweight (kelebihan berat tubuh). Mereka yang menderita diabetes atau overweight tentu harus memiliki diet makanan yang berbeda dengan orang yang umum. Ada makanan-makanan tertentu yang harus dikurangi bahkan dihindari. Ada juga makanan-makanan tertentuyang harus dikonsumsi. Nah mahasiswa jurusan ilmu gizi akan mempelajari hal ini dengan baik.

Secara usia maksudnya bagaimana?
Kondisi tubuh secara usia juga memerlukan tinjauan gizi yang khusus. Karena tentu saja kebutuhan gizi antara balita, anak-anak, orang dewasa dan lansia akan berbeda. Oleh karena itu, asupan makanan bagi setiap jenjang usia juga akan berbeda. Di jurusan ilmu gizi, juga dipelajari tentang bagaimana mengatur asupan gizi bagi setiap jenjang usia.

Selain itu, masih banyak hal yang dipelajari di jurusan ilmu gizi, seperti tentang gizi olahraga dan kewirausahaan. Bahkan termasuk pengetahuan tentang psikologi dan manajemen akan teman-teman pelajari di dalamnya, walaupun tentu tidak terlalu detail dan mendalam. Demikian, sekilas tentang urusan ilmu gizi.

Kemudian, bagaimana prospek atau peluang kerja para alumni ahli gizi?
Prospek dan peluang kerja bagi lulusan jurusan ahli gizi terbuka cukup lebar. Selama manusia masih membutuhkan gizi dan makanan, selama itu pula prospek kerjanya terbuka. Beberapa di antaranya adalah berikut ini.

1. Menjadi Pengusaha Kuliner
Prospek jurusan ilmu gizi yang pertama adalah menjadi pengusaha kuliner. Dan saya kira ini sangat prospektif. Menjadi pengusaha kuliner disini bukan pada usaha yang sudah umum, seperti warung bakso, siomay, ayam bakar, nasi padang, bubur ayam atau yang sejenisnya. Tentu bisa dan sah-sah saja jika ada alumni jurusan ilmu gizi yang ingin membuka usaha yang seperti itu. Tapi bukan seperti itu maksud saya.

Membuka usaha kuliner yang saya maksud adalah kuliner yang lebih spesifik untuk target market tertentu. Bukan untuk umum, untuk semua orang dan untuk semua usia.

Contoh usaha kuliner yang spesifik misalnya, bisnis bubur bayi dan batita. Ini peluang yang sangat lebar. Setiap kompleks perumahan, setiap jalan dan gang di tempat teman-teman tinggal, hampir dapat dipastikan ada bayi dan batita. Mereka memerlukan makanan yang sehat dengan nutrisi yang tepat. Pada sisi lain, ada banyak orang tua, terutama orang tua yang sibuk bekerja, enggan atau tidak mau repot membuat bubur bayi. Ini peluang besar bukan?

Memang ada bubur bayi instant. Cara menyajikannyapun praktis. Tinggal sobek, tuang, seduh dan diaduk. Tapi tentu akan lebih sehat dan baik bagi pencernaan jika makanan itu adalah makanan yang alami dan segar. Bukan makanan yang mengandung pengawet dan tambahan bahan kimia lainnya.

Selain membuka kuliner untuk bayi dan batita, teman-teman alumni jurusan ilmu gizi dapat membuat jasa catering yang spesifik juga. Contoh catering khusus penderita diabetes atau menu khusus diet orang yang over weight. Itu juga target market yang jangan dianggap sepele.

Prospek ini sangat cocok dengan jurusan ilmu gizi karena beberapa pertimbangan.
Pertama
Mahasiswa jurusan ilmu gizi mengerti dengan benar tentang aneka bahan makanan dan jumlah nutrisinya. Sehingga ia dapat dengan tepat mengatur komposisi bahan makanan untuk mendapatkan jumlah nutrisi yang sesuai dengan target marketnya, baik itu bayi, batita, ataupun penderita diabetes dan over weight.

Kedua
Teman-teman yang kuliah di jurusan ilmu gizi juga mendapatkan kuliah tentang kewirausahaan. Kuliah ini sangat bermanfaat untuk membantu usaha teman-teman dalam mengembangkan bisnis kulinernya.

Ketiga
Belum banyak yang mencoba memanfaatkan target market yang spesifik ini. Sehingga belum banyak pemain dan persaingannya belum terlalu ramai. Dengan demikian, peluang teman-teman berhasil dalam usaha ini masih sangat besar.

2. Menjadi Dosen Ilmu Gizi
Peluang kerja selanjutnya bagi para alumni jurusan ilmu gizi adalah menjadi dosen. Menjadi dosen untuk mata kuliah yang sejenis tentunya, yaitu seputar ilmu gizi.

Menjadi dosen menjadi idaman banyak orang karena beberapa pertimbangan.
Pertimbangan pertama dan utama biasanya karena gaji dan fasilitas penunjang yang cukup baik. Apa lagi jika kita rajin melakukan riset dan publikasi ilmiah. Karir akademiknya dapat melesat lebih cepat. Selain itu, lingkungan akademik akan membuat ilmu-ilmu yang dipelajari dapat lebih dikembangkan dengan baik.

Terlepas dari apapun alasannya, menjadi dosen bukan perkara mudah. Ada hal-hal yang perlu disiapkan dengan baik sejak teman-teman kuliah di semester-semester awal.

  • Persiapan pertama jelas adalah nilai IPK yang bagus.
    Nilai IPK, suka atau tidak suka menjadi salah satu pertimbangan untuk menjadi dosen. Sebab nilai IPK secara tidak langsung menunjukkan bahwa teman-teman serius dan benar-benar mengikuti kuliah beserta kegiatan akademik lainnya.

    Berapa nilai IPK yang ideal? Tidak ada nilai pasti, tapi jika teman-teman memiliki cita-cita untuk menjadi dosen, minima IPKnya 3,5. Itu minimal sekali, jangan lebih rendah dari itu. Akan lebih baik lagi jika diatas 3,75.

  • Persiapan kedua adalah mendapatkan nilai minimal B untuk mata kuliah pendukung semacam statistik, metode penelitian dan sejenisnya. Sebenarnya ini secara tersirat sudah termasuk di persiapan pertama, yaitu nilai IPK. Namun saya lebih fokus dan memisahkan pembahasannya di sini agar teman-teman jangan menyepelekan mata kuliah tersebut. Sebab, menjadi dosen tentu tidak akan lepas dari yang namanya penelitian, merancang percobaan dan perhitungan statistik.

    Tetapi, saran saya, lebih baik fokus pada semua mata kuliah agar semuanya mendapatkan nilai A, usahakan jangan ada mata kuliah yang nilainya B, apalagi C. Jika kita fokus untuk membuat nilai setiap mata kuliah menjadi A, insyaAllah persiapan pertama yaitu nilai IPK yang bagus otomatis akan mengikuti.

  • Persiapan ketiga, rajin-rajinlah mencari informasi lowongan dosen. Baik itu pada pembukaan lowongan di perguruan tinggi ataupun swasta. Hal ini bisa teman-teman lakukan melalui media surat kabar atau internet.

    Bisa juga teman-teman secara proaktif mengajukan lamaran untuk menjadi dosen di universitas atau perguruan tingg tertentu. Dengan langkah proaktif tersebut, peluang untuk mendapatkan informasi lowongan dosen akan lebih terbuka.

3. Bekerja di Instalasi Gizi Rumah Sakit
Peluang kerja selanjutnya bagi jurusan ilmu gizi adalah bekerja menjadi di instalasi gizi Rumah Sakit. Setiap rumah sakit hampir dipastikan memiliki unit atau instalasi gizi. Yaitu bagian yang bertugas untuk mengatur dan menyiapkan makanan bagi para pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Tentu tugasnya tidak hanya menyediakan makanan saja tetapi juga menyajikan makanan dengan jenis dan nutrisi yang tepat.

Makanan dengan jenis yang tepat makudnya adalah kesesuaian jenis makanan dengan kondisi pasien. Misalnya, pasien penderita tipes, tentu tidak mungkin diberikan makanan berupa makanan pedas atau bertekstur keras. Bisa-bisa ususnya menjadi luka dan tipesnya tambah parah.

Selanjutnya, makanan secara nutrisi maksudnya adaah kesesuaian nutrisi yang ada dalam makanan dengan kebutuhan pasien. Contoh, keutuhan nutrisi seorang ibu yang baru melahirkan dengan cara operasi tentu memerlukan lebih banyak protein dibanding pasien DBD atau pasca operasi patah tulang misalnya. Pada bagian inilah ahli gizi memiliki peran yang sangat penting.

4. Bekerja sebagai PNS
Prospek kerja seorang alumni ahli gizi selanjutnya adalah menjadi PNS. Menjadi PNS ini bisa di mana saja. Di Puskesmas, rumah sakit pemerintah, semacam RSUD misalnya. Bisa juga di Departemen Kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau juga di bagian ketahanan pangan.

Selain itu, ahli gizi kadang diperlukan juga sebagai penanggungjawab pada bagian dapur umum ketika penanggualangan bencana. Ini berada di bagian BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Menjadi PNS memang menjadi idaman banyak orang, namun biasanya formasi yang dibuka sedikit dan pendaftranya sangat banyak sehingga persaingannya sangat ketat.

5. Menjadi Konsultan Gizi
Prospek selanjutnya dari para alumni jurusan ilmu gizi adalah Menjadi konsultan gizi. Banyak bidang yang bisa ditekuni dengan menjadi konsultan gizi. Misalnya menjadi konsultan gizi pada klinik kesehatan, pusat kebugaran atau Gym. Biasanya pada pusat kebugaran atau klinik kesehatan terutama yang fokus pada pelayanan diet akan membutuhkan ahli gizi untuk menunjang keberhasilan para membernya.

Contoh, pada pusat kebugaran, tentu para member ingin mendapatkan badan yang ideal. Bagi yang pria, tentu ingin mendapatkan badan yang berotot, kekar dan nampak atletis. Demikian juga bagi yang wanita, tentu ingin mendapatkan badan yang langsing, tidak terlalu banyak lemak yang menumpuk di sana-sini.

Nah, untuk menunjang target tersebut, tentu diperlukan asupan nutrisi yang sesuai, agar keinginan mereka mendapatkan tubuh yang ideal dapat dipenuhi tanpa harus kekurangan nutrisi. Di sinilah ahli gizi berperan.

6. Bekerja di Perusahaan Makanan
Peluang kerja selanjutnya adalah bekerja di perusahaan makanan. Seperti Wingsfood, dan sejenisnya. Tugas ahli gizi adalah memantau dan memastikan kandungan nutrisi yang ada dalam produk perusahaan tersebut aman bagi konsumen.

Sebenarnya, sekarang tidak hanya perusahaan makanan saja yang membutuhkan ahli gizi tetapi juga perusahaan obat semacam kalbe farma dan sejenisnyamembutuhkan ahli gizi. Hal ini disebabkan karena rata-rata perusahaan obat tersebut juga membuka divisi makanan. Baik itu berupa suplemen makanan atau menu diet tertentu. Di sini, ahli gizi kembali mendapatkan tempat untuk berperan dengan sangat penting.

Demikianlah beberapa prospek kerja dari lulusan jurusan ilmu gizi. Jika disebutkan satu-persatu, dalam perspektif positif, akan sangat banyak peluang dari jurusan ilmu gizi.

Mudah-mudahan tulisan ini membawa manfaat dan inspirasi yang mencerahkan buat teman-teman. Jangan lupa dishare agar teman-teman yang lain mendapat informasi dan inspirasi dari tulisan ini.

Sumber: Infomahasiswa.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s