3 Alasan Ini Yang Membuat Fresh Graduate Dengan IPK Tinggi Ditolak Perusahaan Ketika Interview

Para mahasiswa, termasuk fresh graduate, umumnya berfikir bahwa IPK adalah segalanya. Maksudnya, jika memiliki IPK tinggi akan mudah mendapat pekerjaan. Jika memiliki IPK tinggi akan dapat melewati serangkaian ujian dan wawancara. Bahkan mungkin, mereka juga berfikir, dengan IPK tinggi akan mudah mendapatkan jodoh. Ups!

Benarkah demikian?
Ternyata TIDAK! Sebab, IPK hanya salah satu indikator penilaian dari sekian banyak aspek yang akan dilihat oleh para penguji atau pewawancara.

Teman-teman boleh percaya atau tidak, demikianlah adanya. Sebagai bukti, saya akan sampaikan hasil diskusi informal saya dengan Bapak Dani setyawan, SE., MM. Manajer SDM di Yayasan Sosial Al-Irsyad Cilacap. Sebagai informasi, Yayasan Islam ini menaungi 12 unit pendidikan yang terdiri dari 10 unit sekolah, 1 unit pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan 1 unit Sekolah Tinggi Kesehatan. Selain itu, juga mengelola 1 unit bisnis kuliner dan 1 unit Klinik kesehatan.

O iya, saya akan sampaikan poin-poin pokoknya saja. Sebab jika disampaikan detail semua penjelasan beliau, tulisan ini akan terlalu panjang. Mari kita simak.

Alasan 1. Kejujuran.
Kejujuran menjadi faktor pertama dan utama yang menjadi pertimbangan. Jika saat wawancara si pelamar sudah ketahuan tidak jujur, jangan harap untuk diterima. Sebab pegawai yang tidak jujur adalah bibit penyakit yang akan membawa kerusakan dan kemunduran perusahaan.

Pegawai yang tidak jujur, bukan saja berpotensi berbohong, melakukan pemalsuan atau penipuan. Lebih dari itu, ia tidak akan disukai oleh sesama karyawan. Hal ini tentu sangat buruk untuk sebuah perusahaan karena akan mengganggu iklim team work yang sudah terbangun.

Lebih jauh lagi. Pegawai yang tidak jujur akan menjadi titik pembuka kekecewaan para konsumen, pelanggan atau pengguna jasa dari perusahaan tersebut. Ini tentu saja sangat berbahaya karena menjadi potensi menurunnya omset dan profit perusahaan. Bahkan jika tidak segera ditangani dengan serius akan membawa kepada kebangkrutan.

Tentu saja, sebagai manajer SDM yang sudah berpengalaman, beliau punya puluhan trik bagaimana mengetahui tingkat kejujuran para pelamar bahkan mungkin tanpa teman-teman sadari. Apa saja triknya? Maaf, tidak akan dibahas di sini.

Alasan 2. Kesetiaan.
Faktor selanjutnya yang membuat seorang fresh graduate berIPK tinggi ditolak saat wawancara adalah kesetiaan. Kesetiaan yang dimaksud di sini tentu saja adalah kesetiaan kepada institusi atau lembaga.

Faktor kesetiaan menjadi sangat penting karena berhubungan dengan iklim kerja perusahaan tersebut. dan citra perusahaan tersebut. Jika ada atau banyak karyawan yang direkrut ternyata tidak setia dengan perusahaan, maka dampaknya akan buruk.

Maksudnya begini
Karyawan yang tidak setia atau gampang resign (mengundurkan diri) akan membuat iklim team work yang telah dibangun terganggu karena ada satu anggota tim yang hilang. Tentu job yang biasa dia lakukan selama ini menjadi tidak ada yang mengerjakan. Memang untuk sementara waktu bisa dialihkan kepada orang lain, tapi itu hasilnya tidak akan optimal.

Alasan kedua adalah, jika ada karyawan yang resign dan kemudian perusahaan merekrut karyawan baru, maka akan ada biaya dan waktu tambahan yang keluar. Baik itu untuk kegiatan perekrutan dan seleksi masuk ataupun untuk kegiatan pelatihan bagi karyawan yang baru direkrut tersebut. Ini tentu pengeluaran yang mestinya bisa dihilangkan dengan memilih karyawan yang setia.

Alasan ketiga, jika ada karyawan yang resign, apalagi jumlahnya banyak itu akan mempengaruhi citra perusahaan tersebut. Seolah-olah, perusahaan tersebut gampang memberhentikan karyawan. Seolah-olah perusahaan tersebut sedang tidak stabil kondisinya, dan masih banyak lagi. Tidak terlalu signifikan memang pengaruhnya, tapi nama baik perusahaan bagaimanapun juga harus tetap dijaga.

Oleh karena itu, setelah wawancara kerja selesai, sebaiknya segera putuskan dengan cermat apakah teman-teman akan dan bisa bertahan di perusahaan tersebut atau tidak. Jika tidak bisa, lebih baik teman-teman jujur saja dari awal (sebagaimana alasan no.1), sampaikan ketidaksiapan teman-teman secara baik-baik. InsyaAllah pihak perusahaan akan sangat menghormati keputusan teman-teman.

Alasan 3. Rendah Hati.
Sebenarnya, saya ingin menuliskan alasan ketiga ini adalah #Tidak Sombong. Tetapi itu kesannya mengambil sudut pandang negatif. Jadi saya ganti dengan #Rendah Hati agar sudut pandangnya menjadi positif.

Mengapa rendah hati termasuk hal yang dipertimbangkan?
Setidaknya ada 2 hal, mengapa faktor rendah hati seorang pelamar atau calon karyawan menjadi bahan pertimbangan.

Pertama, sederhana saja, orang akan suka kepada orang yang rendah hati dan mudah menerima masukan, tidak sombong atau keras kepala. Hal ini akan membawa dampak positif bagi iklim kerja di perusahaan tersebut.

Rekan-rekan dari satu tim, satu divisi bahkan dari lain divisi akan senang dengan kehadiran teman-teman yang rendah hati. Jika kehadiran teman-teman disambut dengan senang hati maka rekan-rekan yang lebih senior akan dengan senang hati membantu jika ada kesulitan. Jika telah demikian iklim kerja yang terbangun, tentu akan membawa dampak positif bagi perusahaan. Dan tentu saja bagi anda sebagai karyawan baru.

Kedua, Jika karyawan itu rendah hati dan mudah menerima masukan dari rekan-rekan kerja yang lain, maka teman-teman akan dengan mudah meningkatkan kemampuan dan efektifitas kerjanya. Karyawan yang mampu berkembang dan memiliki efektifitas kerja yang baik akan membuat pihak perusahaan senang. Jika demikian, maka peluang untuk percepatan karier dan salary (gaji) terbuka sangat lebar.

Oleh karenanya, bersikaplah rendah hati dan terbuka. Jauhi sikap sombong, angkuh dan merasa diri paling benar. Sebab itu menjadi faktor yang dipertimbangkan untuk menolak lamaran teman-teman.

Terakhir, beliau berpesan dengan sebuah perumpamaan bahasa jawa. Nggolet Jeneng, nembe Nggolet Jenang.

Maksudnya adalah, cari nama dulu baru cari jenang (nama makanan). Perumpamaan ini bermakna, sebaiknya ketika teman-teman masuk bekerja ke dalam sebuah peusahaan atau institusi, bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Bekerjalah dengan profesional dan sepenuh hati. Jika teman-teman sudah dilihat dan dikenal sebagai karyawan yang baik dan berprestasi, maka perusahaan akan memberikan balasan (jenang). Balasan itu bisa berupa percepatan karier, peningkatan salary (gaji), penambahan fasilitas penunjang, atau bahkan mungkin bonus umroh sekeluarga.

Memang, lanjut beliau, tidak semua orang atau karyawan bisa menempuh kehidupan karyawan dengan sabar dan profesional. Sehingga, Jeneng (nama baik) belum didapat, sudah keburu resign (mengundurkan diri) karena tidak mendapat Jenang yang diharapkan.

Demikianlah, 3 hal yang akan membuat teman teman langsung ditolak lamaran kerjanya saat masih wawancara. Walaupun nilai IPK teman-teman tinggi. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat. Tolong dibagikan, agar teman-teman kita yang lain mendapat inspirasi dari artikel ini.

Sumber: Infomahasiswa.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s