Efektivitas dan Efisiensi Waktu Pengerjaan Skripsi

Mungkin kita sering mendengar pepatah yang berbunyi “waktu adalah uang”, pepatah yang mempunyai maksud agar kita tidak membuang-buang waktu karena setiap waktu yang berlalu sia-sia diibaratkan uang yang terbuang. Namun yang perlu kita garis bawahi adalah sebanyak apapun uang yang kita punya, kita tidak bisa membeli jutaan waktu yang terlewat.

Apalagi untuk mahasiswa dengan segudang kesibukan yang dimilikinya tentu waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Terkhusus bagi mahasiswa tingkat akhir yang harus segera menyelesaikan studi strata satu tentu membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan kewajiban terakhirnya, yaitu SKRIPSI.

Waktu yang banyak belum menentukan bahwa skripsi akan terselesaikan dengan cepat. Karena hal inilah, sangat diperlukan efektivitas waktu yang mampu mengorganisasi segala hal yang kita butuhkan dalam menyusun skripsi.

Berikut ini akan dibagikan tips seru efektivitas dan efisiensi waktu bagi mahasiswa tingkat akhir :

1. Buatlah Target Kelulusan dari Awal Perkuliahan
Setiap rencana yang dibuat pasti ada Awalan dan Akhiran. Apabila menginginkan akhir yang indah maka harus memulai dengan sesuatu yang sudah direncanakan secara rapi dan matang. Sejak awal kita memulai, kita harus mengetahui dan memahami target yang kita harapkan sehingga efektivitas dan efeisensi waktu dapat tercapai secara maksimal.

Mengulas sedikit ke belakang, seorang yang akan memulai pembelajaran di perguruan tinggi perlu membuat perencanaan seperti berapa IPK yang mereka targetkan agar ketika sudah menjadi Mahasiswa Baru maka mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak diperlukan. Nah, hal tersebut ternyata juga diperlukan mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi mereka, bukan menargetan IP tinggi namun mahasiswa tingkat akhir ini perlu menargetkan waktu kelulusan yang diinginkan. Hal ini sangat mempengaruhi bagaimana tingkat pencapaian akhir kuliah mereka.

Merencanakan kapan target kelulusan berkaitan dengan dua hal, pertama adalah tingkat kesulitan topik tugas akhir dan kedua adalah rencana pengerjaan skripsi. Biasanya mahasiswa selalu diselimuti dengan tantangan pemilihan topik dan tingkat kesulitan skripsi. Kalau target lulusnya masih agak lama, maka wajar saja bila diberikan skripsi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan yang tenggat waktunya sudah sangat dekat dimana hal ini disesuaikan dengan jadwal wisuda yang terdapat beberapa kali dalam setahun. Tingkat kesulitan ini biasanya dapat didiskusikan dengan dosen pembimbing, karena dosen pembimbing dapat memperkirakan kemampuan dari mahasiswa bimbingannya dengan target kelulusan yang mereka inginkan.

2. Pikirkan Secara Tepat Topik Skripsi yang Akan Diambil
Topik atau judul merupakan pondasi awal bagi mahasiswa dalam menyusun skripsi. Ibarat sebuah pondasi, apabila tidak dipersiapkan dengan matang dan tepat maka suatu saat akan runtuh. Dan jika hal ini terjadi, maka kita perlu mulai membangunnya lagi dari awal.

Namun, permasalahan yang sering kali dialami oleh seorang mahasiswa tingkat akhir adalah ketika semangat awal ketika penelitian topik yang akan diangkat untuk pondasi skripsi mulai terasa goyah dikarenakan kesulitan yang ditemui saat pengerjaan skripsi. Sehingga penyesalan akan penulisan skripsi mulai berdatangan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, maka sebaiknya kita memilih topik skripsi secara tepat dan berpikiran panjang. Kita juga harus memikirkan apakah dengan tema yang kita ambil sebagai dasar dari skripsi yang kita kerjakan tersebut, dapat kita jalani dan kerjakan hingga akhir.

Namun hal ini akan berbeda ketika topik skripsi yang akan kita kerjakan sudah ditentukan oleh dosen pembimbing kita, maka akan lebih baik jika kita tidak langsung menerimanya. Bertanya dan berdiskusilah panjang lebar dengan dosen. Serta lakukan studi awal untuk menilai bagaimana tingkat kesulitannya dan apakah kita mampu untuk menyelesaikannya tepat waktu dan sesuai target kita.

3. Pilihlah Dosen Pembimbing yang Memahami Karaktermu
Penentuan dosen pembimbing skripsi yang kita kerjakan bukanlah sebuah hal yang sepele, karena keberadaan dari dosen pembimbing juga menjadi salah satu hal terpenting untuk menentukan keberhasilanmu dalam mengerjakan skripsi.

Skripsi adalah penentu pencapaian akhirmu, yang pastinya akan menemui berbagai kendalan. Oleh karena itu, diperlukan pembimbing yang bidang ilmunya sesuai dengan topik skripsi kita. Pembimbing yang bisa sering berada di kampus juga sangat diperlukan apabila kita memerlukan bimbingan secara mendadak. Pembimbing yang mudah ditemui tidak akan mengulur-ngulur waktu kita untuk segera lulus sehingga efektivitas waktu yang kamu rencanakan akan dicapai.

Hal yang perlu diperhatikan apabila sudah menemukan dosen pembimbing yang tepat adalah buatlah strategi komuniasi yang baik dalam menyampaikan ide-ide atau gagasan kita dan tentunya jangan sekali-sekali melawan dan mendebatnya dengan spontan karena hal tersebut akan berdampak negatif terhadap kita.

4. Latihlah Komitmen yang Kamu Miliki
Ketika mulai mengerjakan skripsi maka saat ini bukan lagi waktunya untuk menunda-nunda waktu. Sebagai mahasiswa tingkat akhir kamu harus segera menyusun skripsimu dengan tepat sehingga nantinya kamu tidak akan mengalami kewalahan pada saat pengerjaannya. Mulailah untuk menerapkan efektivitas waktu contohnya seperti dengan menyicil sedikit demi sedikit skripsi yang kamu kerjakan.

Mahasiswa tingkat akhir tentu mempunyai waktu yang jauh lebih banyak dari mahasiswa pada umumnya karena lebih sedikit kelas yang mereka ikuti. Hal ini menyebabkan dua kemungkinan akan muncul. Menjadi semakin cepat mengerjakan skripsi, karena tersedianya waktu luang yang cukup banyak. Ataukah, terlena dengan kenikmatan waktu luang yang membuat tergoda melakukan hal-hal yang lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan skripsi yang sedang dikerjakan.

Jika kamu memang memiliki niat untuk dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu maka mulailah untuk berlatih berkomitmen dan fokus pada target yang kamu miliki selama ini. Janganlah kamu menunggu mood baik datang untuk mulai mengerjakan skripsi, karena mood tidak akan datang jika kamu terus menunggu. Mood akan ada pada dirimu kalau kamu fokus dan berkonsentrasi untuk memulai mengerjakan skripsimu.

5. Jangan Malu Untuk Bertanya
Jika kamu merasa kesulitan dalam menyelesaikan skripsimu dan mendapatkan jalan buntu untuk menyelesaikannya sendiri, maka janganlah kamu merasa malu untuk bertanya dan berkonsultasi pada orang lain. Karena dengan kamu mau secara terbuka untuk bertanya kepada orang lain, maka beban yang kamu rasakan juga akan terasa lebih ringan.

Kamu bisa sering bertanya dan berdiskusi dengan kakak kelas dan teman-temanmu. Atau juga bisa menghadap untuk meminta waktu bertemu dengan dosen agar masalahmu segera terselesaikan. Salah satu masukan untukmu yang sudah tak malu bertanya, belajarlah berkomunikasi dengan santun agar mereka yang membantumu dapat nyaman ada di dekatmu dan tak sungkan memberikanmu bantuan lagi.. dan lagi…

Semoga bermanfaat bagi kamu mahasiswa tinggi akhir yang ingin menyegerakan memakai toga. Tak ada yang sulit bila kita mau memulai. Selamat mencoba dan sukses selalu

Sumber : Seputarmahasiswa.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s