9 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Mahasiswa Sebelum Ujian, Pernah?

Sebagai mahasiwa, kamu pasti mengetahui bahwa ujian akhir semester (Final Test) punya dampak besar bagi nilai keseluruhan suatu mata kuliah. Nggak jarang ujian akhir bernilai 30 atau 40% dari nilai keseluruhan. Ujian akhir ditambah tugas-tugas yang dikerjakan sepanjang semester, itulah nilai yang kamu dapatkan.

Sayangnya, sebagian besar mahasiswa jarang mengetahui cara belajar secara efektif untuk ujian. Metode yang mereka anggap efektif sebenarnya nggak terlalu berguna juga. Misalnya SKS (Sistem Kebut Semalam), jarang banget kan mahasiswa yang punya nilai bagus saat ia mempraktikkan cara SKS.

Nah, untuk dapat nilai bagus di akhir semester, kamu mesti paham apa saja kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa sebelum ujian. Dikutip dari creatingpositivefutures.com, inilah 9 kesalahan yang wajib kamu ketahui.

1. Gak punya target nilai
Kalau kamu nggak tahu berapa nilai yang wajib kamu hasilkan pada setiap ujian akhir semester, bagaimana kamu bisa mengetahui materi mana yang paling penting untuk dipelajari? Idealnya kamu akan mempelajari semua materi pada suatu mata kuliah yang kamu ambil, lalu kamu berharap dapat nilai maksimal pada ujian akhir nanti.

Tapi nyatanya waktumu terbatas untuk belajar, apalagi membaca buku teks yang tebal-tebal, sehingga masuk akal kalau kamu menghabiskan lebih banyak waktu belajar untuk materi di mana nilaimu pada ujian lebih besar. Baik karena kamu lebih menguasai materi tersebut, atau karena ada kisi-kisi dari dosen sebelum hari ujian.

Jadi, yang bisa kamu lakukan:

  • Mengetahui materi mana yang bisa mendongkrak nilaimu.
  • Mengestimasi apakah kamu bisa mencapai minimal batas nilai B

2. Kurang memahami materi
Beberapa mahasiswa berasumsi kalau mereka bisa dapat nilai ujian yang bagus selama mereka jarang bolos, sering bertanya kepada dosen, dan melihat kontrak perkuliahan di minggu pertama perkuliahan. Tapi sebenarnya nggak juga.

Materi yang diberikan dosenmu selama perkuliahan adalah petunjuk yang bagus tentang apa saja yang penting untuk diketahui pada saat ujian akhir nanti. Tapi kalau cuma hadir di kelas dan melihat panduan studi, rasanya kurang cukup untuk menjamin kamu bisa melewati ujian dengan baik.

Jika kamu benar-benar ingin mendapatkan nilai maksimal, kamu harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa dirimu benar-benar memahami materi. Caranya:

  • Simak, seringkali dosen menerangkan materi yang penting secara berulang-ulang, atau memberikan tugas setiap pekan. Simak dan cermati kedua hal itu, karena di situ kuncinya.
  • Catat, kebiasanya mencatat bukan hanya untuk memudahkan ingatan kamu, tapi juga membuat bisa memilih dan memilah kata kunci dari sebuah informasi. Dengan mencatat kata kunci, itu memudahkanmu memahami konsep-konsep dari materi kuliah untuk persiapan belajar ujian akhir.

3. Menunda-nunda waktu belajar
Ada banyak mahasiswa punya niat mulai belajar untuk ujian akhir beberapa minggu sebelumnya. Biasanya nih jadwal itu tertunda-tunda sampai mendekati hari ujian.

Alasannya macam-macam, misalnya, “kayaknya nggak apa-apa nih kalau malam ini santai dulu, besok masih ada waktu.” Tiba-tiba apa yang seharusnya menjadi minggu belajar berubah menjadi satu atau dua malam yang menjengkelkan. Belajar untuk ujian membutuhkan lebih banyak waktu, maka kamu harus mengantisipasinya.

Pastikan kamu mulai belajar lebih awal, dan usahakan menjauhkan hal-hal berikut ini.

  • Media Sosial. Sesekali memeriksa media sosial ya nggak apa-apa, barangkali ada informasi penting. Tapi jangan gunakan untuk bermain dan mengobrol hal-hal yang nggak penting.
  • Game. Main game itu boleh, apalagi untuk me-refresh otakmu setelah bekerja berat dalam belajar. Tapi jangan bermain sebelum kamu memahami suatu konsep materi.
  • Makanan. Maksudnya makan yang berat-berat sebelum kamu belajar. Sebab itu bisa menyebabkan ngantuk dan otak sulit bekerja. Makanlah sekadarnya, seperti buah-buahan, susu, atau kopi.

4. Mempelajari materi secara kronologis daripada secara prioritas
Hal paling umum yang banyak dilakukan mahasiswa saat belajar untuk ujian akhir adalah dengan duduk dan melihat semua catatan materi dalam urutan kronologis. Selain menjadi strategi belajar yang sangat pasif, itu juga berisiko menghabiskan waktu.

Daripada belajar dalam urutan kronologis, cobalah belajar dalam urutan prioritas. Habiskan sebagian besar waktumu untuk mencari informasi apa saja materi yang kira-kira akan keluar saat ujian akhir.

Yang bisa kamu lakukan:

  • Memeriksa kisi-kisi materi yang diberikan dosen
  • Kemudian mulai belajar dari materi yang sulit hingga yang termudah
  • Jika merasa masih kurang, bisa bertanya kepada beberapa teman, kira-kira materi apa yang akan ada di ujian nanti.

5. Gak menguji diri sendiri
Uji coba (para peneliti menyebutnya “active recall”) adalah cara paling efektif bagi mahasiswa untuk mempersiapkan ujian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menguji diri mereka pada materi yang mereka pelajari akan mudah mengingat informasi dibanding mahasiswa yang nggak latihan soal.

Uji coba juga membantu siswa menghindari “ilusi kompetensi”, yaitu situasi di mana mereka pikir mereka paham materi kuliah padahal nyatanya sih nggak. Sayangnya, banyak mahasiswa menghabiskan lebih banyak waktu untuk membaca catatan mereka daripada melakukan tes latihan.

Sangat disarankan untuk:

  • Mencari contoh soal. Coba lakukan tes pada dirimu sendiri (bisa mencari contoh soal di internet) tentang materi yang sudah kamu pelajari, baik itu soal perhitungan, atau soal konsep.
  • Catat. Dengan melakukan ini, kamu bisa mengetahui perkembangan belajarmu saat kamu sudah berhasil menjawab soal dengan benar.

6. Latihan dengan cara yang salah
Beberapa mahasiswa belajar dengan cara yang sama untuk semua ujian akhir. Misalnya, mereka mungkin belajar Pendidikan Pancasila dengan membuat kartu flash untuk semua istilah kunci dalam catatan mereka. Ini mungkin strategi yang bagus untuk ujian yang sebagian besar pilihan ganda.

Tapi itu bisa membuatmu kesulitan kalau ujianmu sebagian besar jawaban singkat dan pertanyaan esai yang mengharuskanmu menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”. Jika kamu akan mempersiapkan ujianmu, kamu perlu memastikan bahwa caramu belajar sama dengan bentuk soal nantinya.

Mungkin yang bisa kamu lakukan:

  • Bertanya. Sebelum dosen mengumumkan hari ujian atau jadwal ujian sudah kamu ketahui, kamu mesti menanyakan terlebih dulu kepada dosenmu bentuk soal seperti apa yang akan diberikannya. Apakah pilihan ganda, esai, open book, atau kerja kelompok. Semuanya tergantung dosenmu. Jadi kamu bisa mempersiapkan dirimu untuk menghadapi bentuk soal ujian.

7. Mengulang materi yang dikuasai
Bahkan saat mahasiswa menguji diri mereka sendiri dan sudah menggunakan strategi belajar aktif, mereka sering menghabiskan sebagian besar waktu mereka pada topik yang sudah mereka kuasai.

Menjawab pertanyaan dari materi yang sudah kamu kuasai dan tahu cara menyelesaikannya tentu membuatmu nyaman, dan kamu lebih percaya diri. Nah, masalahnya bisa-bisa kamu akan kehabisan waktu dan melewatkan materi yang kamu belum kuasai, itulah yang akhirnya kamu lewatkan dalam ujian.

Jadi kamu harus:

  • Hemat waktu. Jangan buang waktumu mempelajari hal-hal yang sudah kamu kuasai!
  • Catat. Setelah kamu yakin bahwa kamu memahami dan dapat menjawab pertanyaan dari materi tertentu, catat bahwa kamu sudah menguasai, dan beralihlah ke materi yang lain.

8. Menghafal alih-alih memahami
Banyak mahasiswa seringkali menghafal semua materi di kelas alih-alih benar-benar memahami konsep yang mendasarinya. Menghafal bisa efektif di beberapa kelas, terutama di sekolah dasar dan menengah, tetapi sering menjadi masalah untuk sistem perkuliahan.

Jika kamu telah menghafal suatu definisi tetapi tidak benar-benar memahami apa artinya, maka jika materi itu disajikan dalam format yang sedikit berbeda, atau kamu diminta untuk menerapkannya ke jenis masalah yang baru, kamu mungkin kesulitan bagaimana cara mejawabnya.

Daripada menghafal materi, kamu bisa menggunakan strategi seperti ini untuk memahami:

  • Menjelaskan ide kepada dirimu sendiri dengan suara keras dengan kata-kata kamu sendiri.
  • Mengajarkan materi-materi kuliah kepada temanmu.

9. Gak memiliki rencana
Salah satu kesalahan terbesar dari mahasiswa adalah mereka akan duduk dan mulai belajar tanpa benar-benar mengetahui apa prioritas mereka, atau apa yang perlu mereka fokuskan saat belajar.

Kalau kamu nggak tahu berapa nilai yang bisa kamu dapatkan, materi apa yang paling penting untuk dipelajari, atau bagaimana cara mempelajarinya secara efektif, kemungkinan besar kamu akan mengikuti ujian tanpa persiapan. Atau membuang banyak waktu untuk mempelajari materi yang nggak penting.

Kamu bisa melakukan:

  • Membuat rencana. Atur tanggal dan jam belajarmu untuk memulai persiapan suatu ujian.
  • Materi yang Lengkap. Kamu harus memastikan catatan materimu sudah lengkap dari mulai kisi-kisi sampai definisi dan rumus, jangan lupa buku teks kalau kamu belum memahami suatu konsep atau rumus.

Jadi, kamu sudah tahu apa saja yang membuat nilaimu kurang memuaskan? Segera ubah cara belajarmu sebelum ujian akhir datang lagi.

Penulis : Agung Setya
Sumber : Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s