Panduan Bijak Buat Kamu Pertimbangkan Sebelum Memilih D3 atau S1

Banyak dari kamu mungkin bingung, setelah lulus SMA enaknya kuliah di mana dan jurusan apa. Cukup banyak orangtua yang mengira bahwa dengan anaknya kuliah D3 masa depannya jadi suram. Gak sedikit dari mereka berharap bahwa pekerjaan mudah didapat setelah selesai gelar S1.

Eh, hal-hal tersebut gak sepenuhnya benar lho. Sering banget yang lulusan D3 lebih cepat menghasilkan uang dan malah yang lulusan S1 akhirnya lama menganggur dan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan minatnya. Gimana nih?!

Apa yang harus jadi pertimbangan? Bedanya apa? Mari kita bahas bareng-bareng.

1. Fokus pembelajaran S1 vs. D3
Nah, kalau di jenjang S1, pembelajarannya bersifat luas dan lebih teoritis daripada D3. Sementara D3 sangat fokus pada keterampilan-keterampilan tertentu. Jadi apakah kamu sebaiknya ambil D3 atau S1 itu sangat tergantung pada minat dan bakatmu sendiri.

Mau jadi guru? Itu berarti kamu harus menguasai banyak teori pendidikan dulu, jadi yang cocok ambil S1. Tapi kalau bakat dan minatmu adalah fashion design atau seni kuliner misalnya, jangan buang waktu masuk S1. Kamu pasti akan tersiksa, karena fashion design dan seni kuliner erat hubungannya dengan ketrampilan lapangan, jadi harusnya masuk D3 aja. Selama kamu belajar D3, banyak kegiatan praktek lapangan yang berhubungan langsung dengan jurusan tersebut. Jarang sekali kamu harus duduk di kelas berjam-jam membahas teori.

2. Durasi belajar S1 vs. D3
Gak tahan duduk di kelas, membaca, dan belajar lama-lama? Ugh, jangan nekat kuliah S1 deh. Karena S1 di mana-mana, apalagi di universitas bagus, membutuhkan konsentrasi tinggi dalam belajar dan menulis skripsi selama paling tidak 3 sampai 4 tahun. Kalau kamu gak sabar untuk segera bekerja, maka lebih baik ambil D3 karena durasinya jelas lebih pendek. Malah kamu gak harus nulis skripsi segala. Tapi kalau kamu menikmati belajar ilmu baru dan menikmati proses membaca teori dan hal baru, S1 adalah jawabannya.

3. Para pengajar di kampus S1 vs. D3
Pengajar D3 rata-rata adalah praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya dengan langsung. Contohnya, kalau kamu kuliah jurusan D3 khusus Teknik Mesin Penerbangan, maka staf pengajarnya adalah orang-orang yang bekerja di bidang tersebut dan berhubungan langsung dengan mesin penerbangan dalam kesehariannya.

Sementara untuk staf pengajar jenjang S1, yang biasa disebut dosen, kegiatan utama mereka adalah mengajar teori dan riset atau penelitian, hanya segelintir dari mereka yang memiliki pekerjaan langsung dengan apa yang mereka ajar. Misalnya, dosen Desain Komunikasi Visual belum tentu bekerja di perusahaan advertising sebagai desainer karena fokus mereka harus mengajar dan riset.

4. Potensi mendapatkan pekerjaan setelah lulus S1 vs. D3
Tebak deh? Mana yang lebih cepat mendapat pekerjaan? S1 atau D3? Jawabannya adalah: tergantung! Hal itu karena kebanyakan universitas D3 memiliki jaringan kuat untuk menyalurkan siswa-siswanya ke perusahaan-perusahaan tertentu, jadi mereka bisa langsung mendapat pekerjaan yang sesuai dengan jurusan mereka. D3 jurusan Perhotelan pastinya langsung bekerja di hotel. Nah, kalau mahasiswa S1 biasanya setelah semester 4 pasti sudah didesak jurusan untuk memilih disiplin.

Siswa S1 yang cerdas akan langsung memilih displin yang cocok dengan kemampuannya, dan mulai proyek dan magang pada semester-semester akhir kuliah dan masih harus nulis skripsi juga. Sehingga setelah wisuda, mereka tahu hendak bekerja sebagai apa. Sementara yang masih buta akan buang-buang waktu dan ketika tiba-tiba wisuda, bingung deh cari pekerjaan. Akhirnya lama-kelamaan baru tahu kalau jurusan S1-nya gak cocok dengan minatnya.

5. Katanya lulusan S1 lebih dihargai daripada lulusan D3, benarkah?
Gak juga. Kalau kamu lulusan D3 dengan segudang prestasi dan bukti bahwa kamu sudah melakukan hal-hal besar, kamu akan bernilai jauh lebih tinggi daripada lulusan S1 yang baru wisuda dan tidak tahu mau bekerja di bidang apa. Tapi kalau kamu lulusan S1 dan sudah mulai “menabung” prestasi dan pengalaman pada saat kuliah, potensi dihargai juga lebih tinggi. Intinya, kamu harus punya pengalaman bahkan sebelum kamu lulus kuliah. Dengan begitu, baik D3 maupun S1 juga sama-sama dihargai kok.

6. Jadi gimana dong?
Jadi gini. Kalau cita-citamu nantinya memang bekerja untuk perusahaan dan masih belum tahu mau bekerja apa, memang lebih baik kuliah S1. Kamu punya waktu 2-3 tahun untuk menentukan fokusmu. Sehingga pada saat kamu melamar pekerjaan ke perusahaan tertentu, mereka akan menilai latar belakangmu berdasarkan IPK dan seberapa banyak kamu tahu tentang posisi yang kamu lamar tersebut.

Tapi kalau kamu mau buka bisnis sendiri dan punya passion dan minat yang sangat spesifik seperti fotografi, mending ambil D3 deh! Kalau kamu nantinya punya jasa pemotretan gak mungkin calon klienmu akan bertanya apakah kamu punya gelar S1 atau D3 gak. Mereka lebih suka melihat hasil karyamu.

7. Jadi belajar di mana saja gak masalah selama sudah tahu masuk D3 atau S1?
Ya, gak dong. Ketika memilih institusi pendidikan, selalu perhatikan hal-hal penting dulu selain biaya dan lokasi. Kalau memilih S1, perhatikan akreditasinya dan kualitas dosennya. Jangan pilih jurusan dan universitas yang status akreditasinya “terdengar” atau malah cuman “diridhoi”. Kalau memilih D3, perhatikan lulusan dan koneksi dari institusi tersebut. Apakah mereka bekerja di tempat-tempat atau sukses berbisnis di bidang tersebut. Jangan ragu bertanya langsung dengan pakarnya. Kalau kamu mengagumi si chef A, misalnya, bertanya di mana dia bersekolah.

Sudah terlalu banyak kasus di mana lulusan S1 membuang waktu dan biaya banyak pada saat kuliah tapi kesulitan mencari pekerjaan karena setelah wisuda mereka tetap tidak tahu bidangnya. Dan sudah terlalu banyak orang mengira para lulusan D3 adalah manusia kelas dua.

Di Amerika Serikat banyak lho siswa lulusan S1 masih berstatus menganggur karena pekerjaan sedang sulit, namun lulusan D3 keperawatan dan teknisi mesin malah sedang dicari dan mendapatkan pendapatan yang stabil.

Sudah tahu kan bedanya. Kamu pilih yang mana?

Published by Raden Mas Suparman
Sumber : Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s