Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghemat Ongkos Menyusun Skripsimu

Untuk mendapat gelar sarjana seseorang harus menyusun karya ilmiah sebagai tugas akhir. Karya Ilmiah atau sering disebut skripsi adalah tugas mutlak yang harus diselesaikan agar pendidikan Strata Satu (S1) seseorang dikatakan finish/selesai.

Untuk membuat skripsi yang memenuhi standar harus melalui proses yang tidak sedikit. Mulai dari pengajuan judul, seminar proposal, penelitian, seminar hasil penelitian, bimbingan, sidang hasil akhir, penulisan jurnal dsb.

Prosesnya yang panjang dan hasilnya juga harus dapat dipertanggungjawabkan serta tidak kalah penting ongkos yang dikeluarkan untuk menyelsaikan satu skripsi tidaklah sedikit. Misalnya mulai dari pengajuan judul, seminar proposal, bimbingan, sidang skripsi, cetak hasil akhir.

Nah, semua kegiatan tersebut menghabiskan kertas yang tidak sedikit, ditambah biaya mencetak dan tambah parah kalau bimbingannya tidak kelar-kelar, biaya seminar, biaya penelitian, biaya sidang dan embel-embel lainnya.

Jangan takut ataupun khawatir ada cara agar biaya pembuatan skripsi tidak bengkak, intip deh tipsnya di bawah ini.

1. Riset dulu judul penelitian sebelum kamu mengajukannya pada dosen
Hal yang paling mendasar ketika kita ingin melakukan penelitian skripsi hendaklah kita melakukan penelitian terhadap sesuatu yang kita pahami. Poin yang tidak kalah penting sebelum mengajukan judul penelitian tidak salah jika kamu riset terlebih dahulu tentang judul yang ingin kamu teliti. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah artikel, jurnal, atau buku-buku yang akan dijadikan referensi dalam pembuatan skripsi mudah didapatkan dan harganya terjangkau.

Tidak lucu jika ditengah jalan tiba-tiba kamu mengganti judul karena kamu merasa tidak sanggup melanjutkan penelitian karena tidak paham atau kamu mulai mengeluh karena buku-buku yang akan dijadikan sebagai refrensi harganya selangit dan sulit didapat.

Jika hal itu benar-benar terjadi tidak saja ongkos pembuatan skripsimu yang akan membengkak tapi juga tidak efisensinya waktu.

2. Jadikan tempat magangmu sebagai objek penelitiannya
Biasanya sebelum melakukan penelitian skripsi Si calon sarjana sudah melakukan magang atau praktik lapangan terlebih dahulu. Nah, jangan lewatkan kesempatan untuk melakukan penelitian dan magang dalam waktu bersamaan hal ini akan menghemat waktu dan tentunya juga menghemat biaya.

Ongkos penelitian untuk mengambil data di lapangan tidaklah sedikit. Ketika kita mengambil data di lapangan kita akan berhadapan dengan responden, izin penelitian yang berbelit-belit, tempat yang akan dimintai data tidak welcome atau malah cenderung menutup-nutupi informasi yang ingin kita minta dsb.

Setidaknya di tempat magangmu kamu bisa mendapatkan izin untuk melakukan penelitian di sana dengan mudah. Terlebih kamu sudah sedikit mengenal orang-orang yang tepat untuk dimintai data atau diwawancarai mengenai data yang dibutuhkan.

Tapi hal yang harus diingat ialah jika ingin menjadikan tempat magang sekaligus menjadi tempat penelitian haruslah didahului dengan riset mengenai judul penelitian sebelum melakukan magang ya!

3. Gunakan printer sendiri
Selama proses pembuatan skripsi mulai dari pengajuan judul, seminar proposal, bimbingan sampai sidang dan pencetakan hasil akhir skripsi tidak mungkin lepas dari namanya nge-print. Untuk menghemat biaya print atau cetak, sebaiknya gunakan printer sendiri.

Kalau dihitung lagi sebenarnya mencetak di tukang fotocopy tidak akan jadi lebih hemat atau menguntungkan dari pada membeli printer sendiri. Banyak keuntungan ketika kita menggunakan printer sendiri, misalnya tidak perlu mengantri, tidak perlu takut flashdisk terkena virus, tidak perlu terburu-buru dan kamu bisa santai mengedit hasil skripsimu dan yang paling penting hemat ongkos.

Jika kamu punya printer sendiri, tidak perlu takut akan dikenakan biaya berbeda ketika mencetak yang berwarna atau masih dikenakan biaya ketika salah print. Menggunakan printer sendiri biayanya hanya terasa di awal pembelian, seperti kertas dan tintanya. Namun, percayalah bahwa kalau kamu punya printer sendiri semua akan jauh lebih praktis!

4. Gunakan kertas bekas untuk mencetak draft bimbingan
Ketika kamu mencetak draft bimbingan dan salah, kertas bekas paper, makalah dsb menumpuk jangan terburu-buru dibuang. Kamu bisa menggunakan kembali kertas tersebut untuk bimbingan skripsi, gunakan kembali kertas yang masih kosong dibelakangnya. Hal ini cukup meringankan pengeluaran biaya untuk pembelian kertas selama penggarapan skripsi.

Tapi barangkali hal ini juga perlu didiskusikan dengan dosen pembimbingmu. Karena ada dosen yang tidak menghendaki membaca draft yang dicetak dalam kertas bekas.

5. Lakukan bimbingan lewat email jika dosenmu menghendakinya
Di zaman digital sekarang bimbingan skripsi lewat email bukan hal yang baru lagi. Selain hemat kertas, kamu juga bisa memeriksa hasil bimbinganmu dimana saja dan kapan saja.

Bisa saja kamu memeriksa hasil bimbingan skripsi di tepi pantai, membuka email hasil balasan dari dosen pembimbing dari smartphone, tidak perlu membawa kertas setumpuk dsb. Tapi untuk hal ini sebaiknya kamu diskusikan terlebih dahulu dengan dosen pembimbing karena masih ada dosen yang ogah bimbingan lewat media email.

Nah, itu dia tips hemat anggaran menggarap skripsi. Selamat mencoba dan semoga skripsimu lancar ya!

Penulis : Elsa Fy
Sumber : Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s