7 Gaya Belajar yang Dimiliki Setiap Orang, Jangan Disamaratakan Ya!

Seberapa sering kamu bertemu dengan orang yang terkadang butuh gerakan ketika belajar, dan juga ada yang butuh berbicara keras ketika menghafal? Gaya belajar mereka yang seperti ini mungkin sangat berbeda dengan kamu yang butuh duduk diam dan suasana tenang.

Berikut adalah gaya belajar yang berbeda-beda dan dimiliki setiap orang. Kalau kamu punya teman yang gaya belajarnya sangat berbeda denganmu, jangan dipaksakan sama menuruti kamu ya. Siapa tahu, itu merupakan salah satu cara mereka untuk konsentrasi.

1. Verbal (lingustic)
Gaya belajar ini lebih menyukai terapan auditori. Dia lebih mudah menghafal ketika pelajaran tersebut diceritakan. Kalau ada drama, dia pasti bisa menjiwai dan lebih mudah untuk menghafal skripnya. Kalau ada temanmu yang menghafal sambil berbicara, jangan dianggap berisik dulu ya. Soalnya, ini cara dia agar semua pelajaran bisa masuk ke otak.

2. Physical (kinesthetic)
Ketika kita batita sampai balita, ini merupakan gaya belajar yang diterapkan oleh orangtua kita. Gaya belajar ini lebih mudah menghafal ketika dia bisa menyentuh, atau menggunakan badannya sendiri untuk belajar. Ketika sudah dewasa, gaya belajar seperti ini lebih menyukai berdiri dan mondar-mandir untuk berpikir atau menghafal sesuatu.

3. Logical (mathematical)
Jika ada temanmu yang tidak mudah menerima kenyataan tanpa ada penjelasan, mungkin sejak kecil dia diterapkan gaya belajar ini. Orang dengan tipe logical lebih menyukai adanya penjelasan atau langkah untuk suatu jawaban. Gak heran, orang dengan gaya belajar seperti ini rata-rata menyukai pelajaran ilmu pasti.

4. Aural (auditory – musical)
Biasa dimiliki oleh pemusik, gaya belajar seperti ini lebih terbiasa menghafal jika ditemani musik. Dia termasuk tipe orang yang tetap bisa konsentrasi biar ada musik sekencang apapun.

5. Visual (spatial)
Gaya belajar ini lebih menyukai menghafal dengan gambar-gambar. Dia merupakan observant yang bagus, bahkan sampai ke detail-detailnya. Kalau untuk menghafal apapun, dia lebih menyukai itu dicetak dan ditempel ke seluruh kamarnya agar lebih masuk di otak.

6. Social (interpersonal)
Biasanya, gaya belajar ini seseorang yang punya cara berkomunikasi yang baik. Dia lebih bisa menyerap semua informasi ketika dalam diskusi. Di dalam kelas, dia lebih bisa menghafal ketika ada pertanyaan yang dijawab daripada mendengarkan penjelasan panjang. Gaya belajar seperti ini identik dengan orang ekstrovert.

7. Solitary (intrapersonal)
Kebalikan dengan Social, gaya belajar ini lebih suka ketika sendirian. Dia lebih mudah menghafal ketika suasana sedang sepi, dan lebih percaya hasil pekerjaannya dibandingkan hasil pekerjaan orang lain. Kurang lebih gaya belajar seperti ini dimiliki oleh orang introvert.

Kalau kamu belum menemukan gaya belajarmu, cocokkan saja dengan deskripsi di atas. Percayalah, ketika kamu sudah menemukannya, belajar dan menghafal sesuatu akan lebih ringan daripada dengan usahamu yang sebelumnya.

Penulis : Liem Ling
Sumber : Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s