Ingin Tembus LPDP? Ini Lho 5 Hal Penting yang Wajib Kamu Persiapkan

Setiap beasiswa pada dasarnya memiliki persyaratan tertentu yang mungkin berbeda dengan beasiswa lainnya. Ini disebabkan karena setiap beasiswa memiliki tujuan yang berbeda dalam memberikan beasiswa. Namun, secara umum untuk beasiswa S2 ke luar negeri seperti salah satunya LPDP memiliki lima persyaratan utama yang harus dilengkapi oleh para pelamar.

Kelima persyaratan utama ini sangat penting untuk diketahui oleh setiap pemburu beasiswa. Pengetahuan tentang persyaratan ini memungkinkan para pemburu beasiswa seperti LPDP dapat mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Tentunya kalau sudah siap di awal bisa lebih fokus dan lebih baik dalam persiapan selanjutnya sehingga bisa menjadi kekuatan untuk meraih beasiswa LPDP ini.

Nah apa saja persyaratan dasar untuk menembus beasiswa LPDP?

1. Pengalaman organisasi
Di dalam formulir administrasi awal pelamar beasiswa biasanya diminta untuk menjelaskan tentang pengalaman organisasi mereka. Bila kita berbicara tentang beasiswa S2 khususnya LPDP, akan ada dua jenis organisasi yang akan kita dapati. Jenis organisasi yang pertama adalah organisasi kemahasiswaan di Universitas ketika masih studi S1.

Organisasi kemahasiswaan ini bisa meliputi Himpunan Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa maupun Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lain. Bila masih dalam periode penyelesaian S1, kita bisa memilih milih organisasi yang benar-benar bernilai untuk persyaratan LPDP.

Selain itu, berusahalah untuk tidak hanya menjadi anggota biasa saja. Jenis organisasi yang kedua adalah organisasi kemasyarakatan, misalnya Karang Taruna, Perhimpunan Akuntan Indonesia dll yang pada intinya tidak berada didalam naungan Universitas.

Perlu diketahui bahwa nilai pengalaman terjun diorganisasi kemasyarakatan bisa lebih tinggi dibandingkan organisasi kemahasiswaan. Hal ini dikarenakan organisasi kemasyarakatan memiliki program yang langsung bersentuhan dan berdampak pada masyarakat. Oleh karena itu, mulailah memilah milah organisasi yang kamu ikuti.

2. Pengalaman kerja
Beasiswa S2 keluar negeri seperti LPDP umumnya mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 atau 3 tahun bagi pelamarnya. Kolom pengalaman kerja selalu terdapat di dalam setiap formulir beasiswa S2 keluar negeri.

Bisakah fresh graduate atau orang yang belum memiliki pengalaman kerja melamar beasiswa S2 luar negeri? Jawabannya bisa. Hanya, bila kita berbicara tentang peluangnya untuk memenangkan beasiswa tersebut, maka jawabannya kecil bila dibandingkan dengan pelamar pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja.

3. TOEFL/IELTS
Persyaratan bahasa memang diperuntukkan bagii pelamar yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa ibu. Hal ini menjadi kewajiban dasar yang harus dipenuhi oleh pelamar beasiswa untuk menunjang dan mempermudah pendidikan diluar negeri.

So, tidak aneh bila sponsor beasiswa S2 keluar negeri seperti LPDP menempatkan skor TOEFL atau IELTS sebagai salah satu persyaratan melamar beasiswa. Pada umumnya skor TOEFL minimal untuk mendaftar beasiswa keluar negeri bisa berbeda beda, namun untuk S1 biasanya sekitar 550 dan untuk IELTS minimal 6,5. Hal ini bisa berbeda beda setiap sponsor beasiswa.

4. Publikasi
Bia kita membaca informasi informasi beasiswa S2 ke luar negeri seperti LPDP, kita tidak ada akan menemukan publikasi sebagai salah satu persyaratannya. Namun, saat kita mendownload formulir beasiswa beasiswa tersebut, kita akan menemukan kolom yang meminta kita untuk mengisi informasi tentang tulisan kita yang telah diterbitkan.

Publikasi yang dimaksud bisa dalam bentuk artikel koran atau penelitian yang telah diterbitkan di jurnal, maupun dalam bentuk buku baik perorangan maupun kelompok. Tulisan yang terbit tersebut boleh berhubungan dengan bidang ilmu yang akan kita pelajari di S2 nanti atau tidak berhubungan sama sekali.

Hanya saja, tulisan kita yang sejalan dengan topik ilmu yang akan kita pelajari dijenjang S2 nanti akan membangun image bahwa kita sudah concern dengan topik tersebut sejak lama.

5. Rencana penelitian masa depan
Setiap orang yang ingin melamar beasiswa S2 keluar negeri seperti LPDP harus memilih satu topik penelitian. Topik penelitian inilah yang kemungkinan besar akan digarapnya di S2 nanti. Topik penelitian ini bisa jadi masih dalam skup yang luas. Tetapi, kita harus paham tentang topik yang akan kita bawa karena ditahap wawancara nanti hal ini selalu ditanyakan. Ingat, sponsor beasiswa tidak memberikan beasiswanya kepada pelamar yang sama sekali tidak punya gambaran topik atau isu yang akan mereka teliti nantinya.

Selain itu, sponsor juga ingin mengetahui topik yang kita pilih nanti akan memberikan manfaat atau tidak untuk orang banyak. Pendeknya, pemberi beasiswa akan tertarik kepada orang yang mengangkat topik penelitian atau isu isu yang krusial di masyarakat.

Meski tidak menjadi penilaian yang mutlak, namun kelima hal tersebut sangat penting kamu miliki. Tentu saja semuanya akan menambah nilai plus dalam seleksimu sehingga memperbesar kemungkinan untuk memperoleh beasiswa. Nah, persiapkanlah mulai sekarang karena meraih beasiswa juga perlu persiapan yang matang. Selamat berjuang ya!

Penulis : Tedi Dwi Sampurno
Sumber : Idntimes.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s