Saat Mendapat Pekerjaan yang Diinginkan Sulit Luar Biasa, Ternyata Inilah Penyebabnya

Memang beruntung orang yang bisa menjadikan hobi sebagai kariernya. Sudah pasti setiap hal yang dilakukan berasal dari dalam jiwa. Stress dan masalah tak akan terlalu mengganggu, toh, dia melakukannya dengan penuh suka cita.

Tapi kalau dihitung lagi, ada berapa banyak orang yang bisa bekerja sesuai dengan passion dan hobinya? Ada berapa banyak orang yang terjebak di meja kerja sempit 8 jam setiap harinya melakukan hal-hal yang kurang disuka demi memenuhi kebutuhan hidupnya?

Sulit mendapatkan pekerjaan yang diinginkan barangkali salah satu hal yang ‘wajib’ dihadapi oleh lulusan baru. Segudang rencana yang disusun semasa belum wisuda, ternyata mentah semua ketika sudah dilepas di dunia nyata.

Ada yang tumbang karena persaingan. Dalam satu momen wisuda, ada ribuan orang yang mendapat gelar sarjana. Lalu semuanya bersaing dalam pasar tenaga kerja, yang ditentukan oleh berbagai indikator yang tak melulu ditentukan oleh ijazah dan IPK. Tak sedikit lulusan baru yang menghadapi kenyataan: bahwa pekerjaan yang tersedia bukanlah yang diinginkan, sementara yang diinginkan nyatanya tidak ada kesempatan.

Image credit: stocksnap.io

Ada juga yang hanya sekadar menyimpan keinginan, karena merasa tidak punya kemampuan. Passion tanpa kemampuan memang bukanlah akhir segalanya. Dengan tekad dan kemauan untuk belajar, semua bisa menjadi semahir yang dibutuhkan. Tapi tentu saja, ini perlu waktu, sementara yang sedang dicari saat ini juga barangkali adalah pekerjaan yang siap mendukung keuangan.

Yang lainnya menghadapi dilema antara passion dan kebutuhan finansial yang membuat sakit kepala. Pekerjaan yang dicintai, nyatanya hanya memberikan penghasilan pas-pasan. Jangankan traveling minimal dua bulan sekali, untuk memenuhi kebutuhan saja harus pontang-panting cari sambilan.

Karena itulah, banyak yang akhirnya terjebak dalam pekerjaan yang tidak diinginkan. Sebab terkadang, nasihat ‘do what you love’ terasa begitu utopis, mudah dikatakan namun sulit diwujudkan.

Dia yang lebih lapang dada, akan belajar mencintai apa yang dikerjakan saat ini. Sebab katanya sebagaimana sebuah hubungan asmara, cinta juga bisa saja muncul karena terbiasa menggeluti hal yang sama.

Tapi, bila kamu tetap teguh untuk mengejar pekerjaan yang menurutmu paling sempurna untuk dilakukan sampai hari tua dan tak kunjung bisa menemukannya, barangkali hal-hal inilah yang kamu lakukan selama ini:

Tidak apply karena ragu-ragu pada kemampuan sendiri

Image credit: entrepreneur.com

Keinginan akan tetap jadi keinginan kalau tidak ada usaha untuk diwujudkan. Terkadang lowongan itu ada, tapi merasa minim pengalaman membuatmu ragu untuk mencoba. Apalagi untuk kamu yang terlanjur tercebur di bidang yang sangat berbeda. Silih berganti lowongan datang, dilewatkan karena kamu ragu pada kemampuan.

Kekhawatiran itu wajar. Kamu yang sudah berkutat dengan bidang administrasi tapi sesungguhnya mendambakan pekerjaan sebagai copy writer, tentu minder bila harus bersaing dengan yang sudah punya pengalaman memadai. Namun apa pun itu, harus ada kali pertama bukan?

Jadi bila tekadmu benar-benar keras, coba saja dahulu. Tentukan awal pertamamu, dan berangkatlah dari situ.

Menyimpan keinginan dalam hati, padahal siapa tahu orang-orang lain memiliki informasi yang kamu butuhkan

Soal informasi, mau tak mau kita harus mengakui keterbatasan. Meski sekarang dunia sudah serba digital, tentu tidak mungkin kamu terus-terusan menghadap media sosial. Networking-mu pun mungkin terbatas. Karena itu, kamu butuh supply informasi.

Ada gunanya kamu mengumbar cerita soal pekerjaan yang kamu inginkan kepada sebanyak mungkin teman. Karena ketika ada lowongan yang kamu butuhkan, mereka bisa memberimu informasi. Dengan begitu, peluangmu mungkin akan semakin terbuka.

Kurang banyak membaca dan menggali informasi

Apa pun alasannya, meningkatkan kemampuan tetap perlu. Bila kamu masih tersesat di jalur yang salah, setidaknya kamu bisa mengejar ketertinggalan sambil mencari-cari kesempatan. Bila kamu sudah di jalur yang benar namun masih menghadapi masalah insentif yang kurang, menambah pengetahuan barangkali bisa membawamu ke posisi yang lebih tinggi.

Menambah pengetahuan tentu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Perbanyak membaca hanyalah salah satunya. Meskipun begitu, membaca barangkali yang paling murah di antara semuanya. Apalagi kini sudah banyak perpustakaan digital yang bisa dipakai tanpa biaya.

Mengejar pekerjaan impian tak ubahnya dengan mengejar cinta. Harus penuh perjuangan, meskipun terkadang yang didapat hanya penolakan. Tapi dengan kesungguhan usaha, tak ada yang tak mungkin di dunia.

Source : bukapintu.co

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s