Jangan Mengaku High Achiever Kalau Belum Melakukan 4 Hal Ini!

Untuk menjadi seorang high achiever, yaitu seseorang yang memiliki pencapaian lebih daripada orang-orang sekitarnya, memiliki kepintaran saja tidak cukup. Ada disiplin yang harus kamu terapkan dalam hidup kamu sehari-hari. Disiplin ini harus kamu pegang teguh dalam perjalanan mencapai tujuan-tujuanmu.

Maka dari itu, jangan mengaku high achiever kalau belum menerapkan empat disiplin di bawah ini:

1. High achieverselalu percaya mereka bisa melakukan hal-hal besar

Semua dimulai dari rasa percaya terhadap diri sendiri. Mungkin kita semua pernah berpikir untuk melakukan hal-hal besar. Namun, hanya sedikit dari kita yang benar-benar percaya bahwa hal-hal tersebut mungkin untuk dicapai.

Tidak harus menjadi hebat terlebih dahulu untuk mempercayai diri sendiri. Justru, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berkomitmen ke diri sendiri untuk selalu percaya akan kemampuan dirimu. Pola pikir ini yang akan menuntunmu dalam jalan mencapai kesuksesan.

2. High achievertegas kepada diri sendiri untuk mengeliminasi hal-hal yang hanya menjadi pengganggu

Image credit: digitaltrends.com

Kalau kamu langsung mengecek handphone setiap kali ada bunyi notifikasi yang masuk, maka kamu belum bisa menjadi high achiever.

Seorang high achiever akan fokus mengerjakan tugas di depan mata. Ia tidak membiarkan dirinya diatur oleh faktor-faktor eksternal seperti social media atau pesan dari teman di saat jam kerja sedang berlangsung. Justru, high achiever mendesain lingkungannya sedemikian rupa agar hal-hal yang mengganggu tereliminasi dari hari-hari mereka.

Kamu bisa mulai dengan hal sederhana seperti mematikan notifikasi handphone saat sedang bekerja atau mengerjakan tugas, dan baru memeriksa handphone di jam makan siang.

3. High-achievertidak membiarkan dirinya diatur oleh waktu. Justru, dia yang mengelola waktu yang ia miliki dengan baik.

Pernahkah kamu membatalkan rencanamu berolahraga karena meeting dengan teman kantor? Pernahkah kamu membatalkan rencanamu menghabiskan waktu dengan keluarga saat atasanmu mendadak meminta untuk lembur? Jika hal-hal seperti ini sudah terjadi terlalu sering di keseharianmu, tandanya kamu tidak mengelola waktu dengan baik.

Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, seorang high achieversejati justru menempatkan hal-hal seperti berolahraga, melakukan hobi, dan menghabiskan waktu dengan keluarga di jadwal rutin mereka. Mereka sadar bahwa work-life balance itu penting sehingga hidup mereka tidak diatur oleh pekerjaan.

4. High achievertidak mengambil opportunity yang tidak sesuai dengan tujuan mereka, sebagus apa pun opportunitytersebut

Bedakan antara high achiever dan mereka yang hanya ambisius tanpa tujuan. Orang-orang high achiever tahu betul bidang apa yang mereka ingin kuasai, sehingga mereka merelakan bidang-bidang atau skill yang memang tidak relevan untuk mereka kuasai.

Tidak masalah jika kamu tidak mengetahui atau menguasai semua hal di dunia ini. Ignorance atau ketidakpedulian terhadap hal-hal yang tidak perlu justru adalah disiplin yang penting untuk menjadi seorang high-achiever.

Source : bukapintu.co

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s