9 Cara Networking Jitu untuk Kamu yang Introvert

Kamu seorang introvert? Seorang introvert, walaupun tidak pemalu, biasanya tidak seluwes seorang extrovert dalam hal berjejaring dan berkenalan dengan orang-orang baru. Namun, bagaimana pun networking dibutuhkan untuk memperluas pergaulan dan jejaring. Hal ini juga bermanfaat untuk pengembangan diri secara profesional.

Nah, simak dan catat ya, sembilan cara networking jitu untuk kamu para introvert!

1. Persiapkan poin-poin penting tentang dirimu sampai pekerjaan.


pexels.com

Dalam acara atau sesi networking, kamu tidak punya banyak waktu untuk memperkenalkan dirimu. Maka dari itu, sebelumnya siapkanlah talking points atau poin-poin penting tentang dirimu dan pekerjaanmu yang dapat dengan mudah kamu hapalkan dan sampaikan ke setiap orang yang kamu ajak bicara.

Misalnya, jika seseorang bertanya tentang pekerjaan yang kamu lakukan, kamu sudah siap dengan empat poin penting, yaitu nama perusahaan tempat kamu bekerja, posisi yang kamu pegang, proyek terakhir yang kamu kerjakan, serta rencana jangka pendek yang telah kamu siapkan.

2. Lakukan riset sederhana secara online, tahu satu dua hal penting tentang orang-orang.


pexels.com

Jika kamu sudah tahu siapa saja yang akan datang ke suatu sesi networking, lakukanlah riset online terlebih dahulu untuk mengetahui profil tiap orang yang akan datang. Hal ini akan membantu kamu menyiapkan topik pembicaraan yang terkait dengan orang-orang yang hadir di sesi networking tersebut.

3. Introvert akan merasa sungkan ketika melihat banyak orang, jadi datanglah lebih awal.


pexels.com

Saat datang ke suatu acara networking, seorang introvert biasanya merasa canggung memulai percakapan jika acara sudah dipenuhi banyak orang. Datang lebih awal saat belum banyak orang yang hadir akan sangat membantu dalam memperlancar usaha networking. Seorang introvert bisa memulai percakapan dalam kelompok kecil dengan satu atau dua orang yang juga hadir lebih awal.

4. Siapkan pertanyaan yang mampu membuat kamu dan lawan bicara terpancing untuk ngobrol.

Siapkan beberapa pertanyaan terbuka yang bisa kamu ‘lontarkan’ untuk memancing orang-orang bercerita. Jika orang yang kamu ajak bicara sudah terlebih dahulu bicara tentang dirinya dan pekerjaannya, maka kamu yang seorang introvert akan merasa lebih nyaman untuk bercerita tentang dirimu juga.

5. Jangan terlalu khawatirkan isi pembicaraan, tapi tetap hargai lawan bicara!


pexels.com

Biasanya, introvert tidak terlalu suka dengan percakapan yang penuh basa-basi. Mereka selalu menginginkan percakapan yang mendalam dan berkualitas. Namun, dalam acara atau kesempatan networking di mana orang-orang belum saling mengenal, basa-basi menjadi hal yang lumrah. Kamu tidak perlu khawatir bahwa apa yang kamu bicarakanlah bukanlah sesuatu yang dalam atau cerdas. Hal yang penting adalah, kamu menghargai lawan bicaramu–tidak terlalu dominan, dan tidak terlalu pasif juga.

6. ‘Tarik napas sejenak’ untuk kamu yang introvert agar tidak cepat ‘letih’.

Tidak seperti extrovert yang mendapatkan energi dari percakapan, seorang introvert mudah letih jika sudah terlibat terlalu banyak percakapan, apalagi dengan orang yang baru dikenal. Tidak perlu menyamakan dirimu dengan seorang extrovert yang tak henti-hentinya berkenalan dengan banyak orang. Setelah satu atau dua percakapan, beristirahatlah sejenak, misalnya dengan pergi ke toilet atau mengambil minuman.

7. Networking bukan soal kuantitas, tapi kualitas yang bisa kamu dapatkan!


pexels.com

Tujuan dari sesi atau acara networking bukanlah untuk mengenal sebanyak-banyaknya orang, melainkan untuk mendapatkan beberapa koneksi berharga yang bisa membantu karir atau pekerjaanmu. Maka dari itu, fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas. Cobalah mengobrol santai dengan beberapa orang, lalu identifikasi satu sampai dua orang yang kamu memang suka dan memiliki potensi untuk menjadi teman, tidak hanya sebagai kenalan atau rekan kerja.

8. Introvert pasti punya gaya dan cara sendiri, jangan ragu, jadi dirimu sendiri!

Jika kamu melihat seorang extrovert yang dapat langsung dengan nyaman “menjual diri” saat bertemu orang baru, bukan berarti kamu juga harus menggunakan pendekatan tersebut. Temukan gayamu sendiri dalam berjejaring. Mungkin saja kamu lebih senang mengenal terlebih dahulu lawan bicaramu sebelum mulai menemukan peluang untuk ‘menjual dirimu’.

9. Santai, bukan hanya introvert kok yang gugup!

independentsearchsolutions.com

Interaksi antara orang yang baru saling mengenal tentu banyak dipenuhi kecanggungan. Bukan hanya kamu yang takut akan hal ini. Lawan bicaramu pasti juga merasa sedikit canggung. Jadi, jangan terlalu khawatir bahwa kamu tidak menimbulkan kesan atau tidak mendapatkan kenalan yang potensial. Setiap selesai bicara dengan seseorang, yang penting ingat untuk bertukar kartu nama atau kontak, sehingga interaksi yang canggung sekali pun bisa tetap diperbaiki dengan tindak lanjut melalui email atau telepon di lain waktu.

Nah, kamu yang introvert tidak perlu khawatir lagi. Mulailah mencari koneksi yang bisa membantu karier dan masa depanmu!

Source : IDN TIMES via bukapintu.co

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s