Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir sebagai syarat kelulusan mahasiswa untuk menjadi seorang sarjana yang sering jadi momok bagi mahasiswa tahap akhir untuk menyelesaikan studinya. Tidak semua mahasiswa punya kemampuan atau bakat dalam membuat sebuah rangkaian penelitian dalam bentuk sebuah hasil akhir skripsi untuk di uji sebagai syarat kelulusan menjadi seorang sarjana. Tak jarang, syarat skripsi ini membuat mahasiswa sering mengalami pikiran buntu, akhirnya malas mengerjakan dan berujung kuliah tak kunjung selesai.

Angkernya pembuatan skripsi sering ditambahi beberapa mitos yang beredar dikalangan mahasiswa bahwa sepintar apapun mahasiswa dan secepat apapun menyelesaikan mata kuliah, mahasiswa tersebut belum teruji dan belum tentu bisa cepat menyelesaikan skripsi.

Ibarat sebuah maraton, yang penting adalah finishnya. Buru-buru menyelesaikan mata kuliah namun lambat di skripsi juga tidak bisa cepat lulus. Jika kamu kalah dalam menyusun strategi skripsi, bisa jadi proses kelulusanmu akan di salip oleh mahasiswa yang biasa saja tapi rajin. Jadi kunci skripsi adalah rajin, namun juga harus tahu strategi mengerjakannya, tanpa itu akan banyak waktu terbuang percuma yang justru menghambat kelulusanmu.

Walaupun Sulit, Pahami Penyebabnya agar Semangat Mengerjakannya

Idealnya sebuah skripsi adalah hasil orisinil sebuah pemikiran mahasiswa berdasarkan riset ilmiah yang akhirnya dijadikan sebuah karya ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademis. Kesulitan membuat skripsi secara garis besar ada 2 faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal, seperti ulasan berikut ini:

  • Faktor Eksternal, harus Pintar Adaptasi dengan Lingkungan

Kendala skripsi dari faktor eksternal ini berasal dari lingkungan terutama sekali dosen. Dosen yang terlalu sibuk dan susah ditemui seringkali menimbulkan masalah lain yaitu malas melanjutkan skripsi. Kamu harus punya strategi khusus mengatasi hal ini agar bisa cepat lulus misalnya terkait literatur ilmiah yang harus dilampirkan atau dijadikan sumber skripsi.

Kondisi seperti ini bisa diatasi dengan kepiawaian atau kerja keras kamu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Jika karakter dosen menjadi masalah, cari celahnya dan ikuti alur pemikirannya. Jika aturan kampus yang menyulitkan, tanya kira-kira bagaimana menyiasatinya.

  • Faktor Internal, Ingat Masa Depan dan Harapan Orang Tua

Kendala skripsi dari faktor internal ini muncul dari diri mahasiswa itu sendiri. Kendala internal ini hampir pasti akibat kemalasan yang akhirnya merembet ke hal yang lain. Kemalasan sendiri bisa jadi disebabkan susah menemui dosen atau faktor lainnya. Jika kamu menghadapi kondisi seperti ini solusinya adalah ingat masa depan dan harapan orang tua. Kalian kuliah tidaklah gratis, ingat berapa besar biaya orang tua agar kalian cepat lulus. Lagi pula makin lama lulus makin sempit kesempatan kalian untuk berkarir karena persaingan kerja juga semakin ketat akibat makin banyaknya pesaing dari adik-adik kelas.

Kedua faktor diatas solusinya hanya satu yaitu kerja keras dan pantang menyerah. Bagaimanapun susahnya ketemu dosen, jika kamu  kejar terus maka akan berhasil juga. Kuncinya adalah motivasi. Setelah motivasi untuk menyelesaikan skripsi itu ada, langkah selanjutnya adalah membuat strategi yang bisa mahasiswa akhir terapkan agar skripsi cepat terselesaikan, seperti ulasan berikut ini:

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Asuransi Kesehatan Terbaik! 

Ingin Cepat Selesai Skripsi? Coba 8 Langkah Praktis Agar Skripsi Cepat Selesai Berikut ini!

mengerjakan skripsi
Mengerjakan Skripsi

Skripsi, sebagai tugas akhir yang harus diselesaikan menuju sarjana, adalah kombinasi kemampuan motivasi diri, kepiawaian adaptasi dengan lingkungan serta kemampuan menerapkan kemampuan akademis yang kita miliki. Tahapan dibawah ini bisa kalian jadikan pertimbangan agar skripsi cepat selesai:

1. Kuliah Tidaklah Gratis, Ingat Biaya dan Harapan Orang Tua

Biaya pendidikan itu mahal, ingatlah bagaimana sulitnya orang tua mencari dana kuliah kamu. Makin lama kalian lulus makin mahal biaya sekolah dan juga biaya hidup. Orang tuamu pasti akan makin bersedih jika kalian telat lulus.

Tidak semua orang tua mampu membiayai pendidikan anaknya dengan mudah. Tak jarang untuk bisa kuliah mereka berjuang keras menyisihkan hasil dagang, uang gaji bulanan, atau bisa saja uang yang dikirimkan itu adalah uang hasil pinjaman.

Jika terlalu bersantai-santai dalam mengerjakan skripsi kuliah, bisa jadi kita termasuk anak durhaka yang tidak bisa memanfaatkan jerih payah orang tua kita.

2. Adaptasi dengan Karakter Dosen dan Belajar Mulai Mendekatinya

Sebagai mahasiswa kita tidak bisa memilih dengan dosen siapa kita akan mendapatkan pembimbing skripsi. Semua sudah diputuskan dari pihak jurusan atau fakultas. Kalau dapat dosen yang enak bersyukurlah skripsi bisa cepat selesai, kalau dapat dosen “killer” bersyukur juga karena kamu akan mendapatkan ilmu penting bagaimana bisa adaptasi dan mengikuti alur pikiran pembimbing yang bisa jadi kamu tidak sukai. Kelak ilmu seperti ini penting dalam dunia kerja.

Jika sudah mendapatkan dosen pembimbing belajarlah untuk mendekati dosen pembimbing, dan sampaikan keinginanmu terkait skripsi yang akan dibuat atau akan diselesaikan. Proses skripsi sebenarnya bisa lebih mudah jika kita mengajukan skripsi sesuai dengan usulan proyek dari dosen. Karena sedikit banyak kita akan terbantu dengan adanya proyek penelitian tersebut. Kita butuh cepat lulus, dosen juga butuh proyek penelitiannya cepat selesai. Jika tidak bisa menemukan kondisi ideal tersebut, maka jalan berikutnya adalah kamu harus pintar mendekati dosen pembimbing.

Tak ada salahnya kita belajar dari Asisten Dosen dan mahasiswa yang aktif dimana mereka cenderung lebih cepat saat menyelesaikan skripsi, bukan karena mereka hebat atau pintar sekali, namun karena mereka mendapat dosen pembimbing yang mudah ditemui dan banyak memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsinya.

3. Jangan Terlalu Idealis

Judul atau tema skripsi sebenarnya banyak, namun tak jarang banyak mahasiswa yang sering bimbang sampai memakan waktu berbulan bulan hanya untuk mencari dan memilih judul. Percayalah, tidak ada judul yang ideal, terlalu sulit untuk dikerjakan atau akan seterusnya mudah jika dikerjakan. Semua punya tingkat kerumitan tersendiri, apapun tema dan judulnya. Prinsipnya segera putuskan judul mana yang akan diajukan dan segera dikerjakan.

Kondisi yang sering terjadi, banyak mahasiswa cepat dalam studi mata kuliah, rata-rata selesai 4 tahun, namun untuk menyelesaikan skripsi jarang yang bisa selesai dalam 1 semester.

Untuk mempermudah dalam mengerjakan skripsi nantinya, hal paling mudah adalah mengambil judul dari apa yang kita pahami dengan baik dan ada di sekitar kita. Dari sini kamu tinggal menambahkan metode saja sudah bisa mengerjakan layaknya menyelesaikan mata kuliah saja.

Selain itu, hindari mencari judul yang terlalu sulit dan susah diselesaikan. Jangan terlalu idealis, khusus skripsi tahap S1 ambil saja prinsip yang penting cepat lulus, karena skripsi itu membuat penelitian ilmiah, bukan perlombaan mencari judul paling susah.

4. Buat Jadwal Waktu Penyelesaian dan Pasang Target Harus Selesai 1 Semester

Perlu diketahui bahwa untuk bisa sukses kita harus memiliki target, tidak hanya dalam dunia kerja, namun juga sudah harus dimulai sejak jaman kuliah. Target penyelesaian skripsi salah satu contoh paling tepat bagi mahasiswa tahap akhir. Target bisa dibuat dalam bentuk ”time schedule” mingguan yang bermanfaat agar penyusunan skripsi itu bisa dilakukan  semaksimal mungkin dan tidak molor.

Jika bingung membuat time schedule, tips berikut ini bisa dicoba:

  • Konsultasi dosen terkait jadwal dosen yang membimbing laporan skripsi kita.
  • Atur jadwal sendiri untuk bimbingan dari  jadwal luang dosen tadi.
  • Idealnya konsultasi bimbingan skripsi adalah ketika dosen selesai mengajar atau jam istirahat yang lumayan lama. Biasanya hari senin-rabu dosen sering sibuk dengan jadwal kuliah, namun setelah masuk hari kamis-jum’at, seringkali jadwal mulai longgar dan banyak jam kosong. Manfaatkan jam-jam seperti ini.

Mempelajari jadwal dosen pembimbing merupakan salah satu strategi menyelesaikan skripsi yang perlu diketahui. Dosen pembimbing adalah konsultan kita, harus rajin ditemui, dan jangan justru ditakuti atau malah dihindari.

5. Mengurangi Kegiatan Ekstra kurikuler Di Kampus

Mahasiswa tahap akhir sudah bukan waktunya lagi untuk aktif di Kegiatan ekstra kurikuler.  Idealnya masa studi sarjana adalah 8 semester untuk studi mata kuliah sedangkan 1 semester untuk menyelesaikan skripsi dengan cadangan 1 semester berikutnya jika belum selesai. Jadi pas waktunya 4,5-5 tahun. Habiskan hobi ekstra kurikulermu di 4 tahun kuliah dan hanya fokus untuk skripsi di sisa semester diatas 4 tahun tersebut agar skripsi cepat selesai.

6. Banyak Berkumpul dengan Sesama Mahasiswa Tingkat akhir

Memilih teman saat menjadi mahasiswa tahap akhir ikut menentukan kapan kamu bisa lulus. Jika kamu sudah masuk tahap skripsi, maka banyaklah berkumpul dengan mahasiswa tahap akhir lainnya agar semangat dalam menyelesaikan skripsi. Selain itu jika bertemu dengan teman sesama proses skripsi maka bisa saling berbagi metode penyelesaian skripsi dan juga kendala yang sedang dialami, misalnya terkait literatur atau cara menghadapi dosen pembimbing. Hal ini bisa membantu kita mempercepat penyelesaian skripsi.

Selama skripsi banyak-banyaklah mencari teman seperjuangan yang bisa memotivasi kamu dan hindari teman yang jarang ke kampus karena bisa jadi racun yang menghambat penyelesaian skripsi.

7. Jangan “Nyambi” Kerja atau Memikirkan Cari Kerja

Skripsi saja belum selesai, jangan sampai sibuk berpikir mencari kerja. Konsentrasi yang pecah bisa menghambat penyelesaian skripsi itu sendiri. Banyak mahasiswa yang coba-coba “nyambi” kerja akhirnya gagal wisuda karena terlanjur mendapatkan pekerjaan sehingga skripsinya jadi molor atau bahkan tidak pernah selesai karena sibuk bekerja. Coba kalian pikirkan setelah lulus pasti kita akan mencari kerja, dan alangkah ruginya kalau sampai gagal jadi sarjana padahal sudah sampai tugas akhir.

Ingat, orang tua selama ini bekerja keras membiayai kuliah kita dan pastinya keinginan melihat anaknya memakai toga dan menjadi sarjana.

Usaha yang Keras dan Rajin Berdoa

Doa memiliki dua manfaat kaitannya dengan skripsi yaitu agar kita dimudahkan dalam menyelesaikan skripsi (sebagai orang beriman kita tentu yakin bahwa usaha tanpa doa adalah kesombongan), sedangkan disisi lain doa juga membuat kita secara psikologis lebih tenang menghadapi semua kendala kedepannya. Hal ini akan membuat kita lebih mudah dalam mengerjakan skripsi kita. Selain doa sendiri, doa orang tua juga sangat baik bagi kemajuan skripsi kita.

Skripsi merupakan ujian akhir proses perkuliahan agar bisa selesai dan menjadi seorang sarjana. Tidak mudah memang dalam mengerjakan skripsi. Ada faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap penyelesaian skripsi. Ulasan diatas bisa membantu anda manakala menghadapi kendala dalam skripsi agar kuliah bisa cepat selesai dan menjadi sarjana.

Source : Cermati.com 

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s