Sulit Mengingat Materi Kuliah? Buatlah Mind Map dengan Cara Ini

Otak kita memang terbatas dalam hal ingatan. Mindmapping adalah metode yang bisa digunakan agar bisa mencatat ide dan gagasan pikiran dengan mudah dan cepat. Tony Buzan, seorang penulis dan bintang televisi terkenal di Inggris adalah orang yang pertama kali memperkenalkan metode mindmapping pada publik. Selain dapat membantu dalam mengingat materi dengan cepat, dengan mind map akan membuat ingatan itu bertahan lebih lama dibandingkan catatan linier. Ada beberapa tahapan dalam membuat mind map agar menarik, efektif, mudah, dan cepat dipahami.

1. Menemukan Poin-poin Penting
Jika kamu ingin membuat mind map dari sebuah buku kuliah, tulislah poin-poin yang menurutmu penting dari setiap bab dan sub-bab. Lakukan ini sebelum kamu membuat mind map dengan mencatatnya secara linier.

2. Siapkan Peralatan Tulis dan Gambar
Peralatan yang dibutuhkan dalam membuat mindmap adalah kertas gambar persegi panjang, spidol warna atau pensil warna, penghapus, penggaris, pensil, dan peralatan tulis lainnya yang kira-kira kamu perlukan. Persiapkan semua, dan jangan sampai keasikan kamu membuat mind map terganggu dan terhenti karena tinta spidol yang sudah habis atau kamu tidak memiliki penggaris untuk membuat garis lurus.

3. Menulis Judul atau Kalimat Utama di Tengah Kertas
Setelah selesai, tulis judul buku atau kalimat utama tersebut di bagian tengah kertas kosong. Tuliskan dengan menggunakan huruf kapital dan warna yang mencolok, atau bisa juga menggunakan bentuk atau gambar yang bisa menarik perhatian.

4. Membuat Cabang Utama
Permasalahan umum yang biasa dihadapi dalam membuat mind map adalah ruang kertas yang tidak cukup untuk menuliskan semua poin-poin penting yang sudah dibuat di awal. Untuk menghindari ini, kamu bisa membuat cabang utama terlebih dahulu untuk memastikan ada ruang yang cukup untuk cabang-cabang yang lainnya. Karena banyak orang yang lebih menyukai mendahulukan satu cabang utama dulu, baru pindah ke cabang utama yang lain sehingga cabang-cabang yang terakhir tidak cukup. Jangan lupa untuk menggunakan memberi masing-masing cabang utama dengan warna yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk membantu kamu mengingat dengan mudah.

5. Membuat Cabang-cabang detail
Setelah selesai membuat cabang-cabang utama, selanjutnya adalah membuat cabang-cabang detail pada setiap judul. Lakukan dengan cara yang sama kamu lakukan di langkah yang sebelumnya. Sesuaikan warna cabang-cabang detail dengan cabang utama. Cabang-cabang detail ini berisi tentang penjelasan detail yang terdiri dari satu atau dua kalimat, atau kamu bisa gunakan gambar, simbol, dan lainnya untuk menghemat ruang di kertas dan memudahkan kamu dalam mengingatnya.

Sumber : Seputarmahasiswa.com

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di bawah ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s