3 Alasan Mengapa Tidak Diterima Kerja Meski Wawancara Berlangsung Sempurna

Anda mungkin menjalani wawancara dengan baik dan sempurna. Wawancara kerja berlangsung baik sesuai dengan panduan, pewawancara pun menunjukkan tanda-tanda menyukai proses wawancara Anda. Namun akhirnya lamaran kerja Anda justru tidak diterima. Aneh sekali bukan karena seharusnya bila hasil wawancara kerja menunjukkan tanda positif, Anda sudah bisa diterima kerja. Lalu, apa yang menjadi alasan mengapa tidak diterima kerja?

Ada beberapa alasan mengapa tidak diterima kerja meskipun wawancara berlangsung baik. Sebenarnya memang akan ada banyak sekali alasan mengapa lamaran kerja tidak memenuhi ketentuan. Di bawah ini adalah 3 di antara sekian banyak alasan mengapa lamaran tetap ditolak meskipun wawancara kerja berlangsung sesuai dengan seharusnya.

3 Alasan Mengapa Tidak Diterima Kerja Walau Wawancara Berlangsung Baik

1. Wawancara Kerja Berlangsung Terlalu Sempurna

referensi kerja

Anda mungkin berpikir bagaimana bisa wawancara kerja yang berlangsung sempurna, bahkan terlalu sempurna, justru membuat Anda tak mendapatkan pekerjaan. Ada sebuah alasan mengapa pewawancara sebenarnya justru tak terlalu menyukai wawancara yang berlangsung terlalu sempurna. Anda akan dinilai terlalu “menjaga diri” dan berhati-hati dengan jawaban yang diberikan. Membuat pewawancara tak bisa melihat diri Anda yang sebenarnya melalui wawancara tersebut.

Jawaban yang sudah terlatih dari pelamar kerja rupanya tak begitu disukai oleh pewawancara. Mereka akan menganggap bahwa Anda terlalu mempersiapkan segalanya. Jadi jangan heran bila Anda tidak mendapatkan pekerjaan setelah wawancara yang nampaknya begitu sempurna tersebut.

Sebaliknya, pewawancara justru lebih menyukai jawaban yang spontan sehingga memperlihatkan bagaimana karakter pelamar kerja yang sebenarnya.

2. Wawancara Berlangsung Baik, namun Anda Terlihat Gugup

gugup saat wawancara
Sumber : adzuna

Merasakan gugup ketika wawancara kerja memang satu hal yang biasa. Namun di sisi lain, memperlihatkan kegugupan bisa menjadi indikator wawancara kerja yang tak berlangsung baik. Pewawancara kerja biasanya mengungkap tak begitu tertarik dengan pelamar yang terlihat begitu gugup. Meskipun pada akhirnya wawancara kerja mungkin berakhir dengan sempurna.

Rasa gugup yang terlihat seperti berkeringat dingin, tak mampu melihat pewawancara kerja hingga melakukan hal lain yang ceroboh membuat berkurangnya nilai sempurna dari wawancara itu sendiri. Inilah mengapa bila Anda merasa gugup, sebaiknya tidak memperlihatkan perasaan tersebut. Atau malah mengatakan dengan jelas bahwa Anda merasa gugup. Kejujuran itu sendiri mendapatkan sebuah poin tersendiri.

3. Wawancara Berlangsung Sempurna, namun Anda Nampak Tidak Siap

Tak adanya persiapan seperti tak membawa kopi dari lamaran kerja dan resume menjadi tanda Anda tak memiliki persiapan. Selain itu juga, tak ada persiapan lain seperti Anda tak mampu menyebutkan hal yang ingin diketahui dari perusahaan. Hingga bagaimana Anda gagal menanyakan pertanyaan sederhana untuk menunjukan rasa tertarik pada pekerjaan yang akan dilamar.

Hal-hal seperti diatas memang nampaknya sederhana. Tapi rupanya memberikan efek yang sangat besar pada keputusan akhir apakah Anda diterima atau tidak.

Source : Job-like.com

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di bawah ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih 
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s