Dari 400 Museum di Indonesia Hanya 15 Persen yang Aktif

Dari 400 museum yang ada di Indonesia hanya 15 persen yang masih berfungsi aktif. Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan ratusan museum tidak dapat hidup karena berbagai persoalan.

Misalnya tidak memiliki kurator hingga persoalan manajemen yang buruk. Ia menyebutkan pemerintah memang tidak memiliki anggaran untuk mengakomodasi kurator museum di seluruh Tanah Air.

Untuk itu cara yang tepat untuk membangkitkan museum adalah mengadakan acara pameran di daerah-daerah. “Bikin pameran koleksi inti, yang seluruh Indonesia tahu,” kata Hilmar di Museum Tekstil Jakarta.

Hilmar menjelaskan pemerintah daerah yang memiliki museum aktif bisa menyelenggarakan pameran. Pameran nantinya berisi produk-produk budaya seperti kain khas di setiap daerah. Konsep pameran dirancang agar bisa keliling ke daerah. Pemerintah daerah pun bisa berkontribusi dengan mengeluarkan ragam koleksi di daerah tersebut.

Menurut Hilmar yang disiapkan adalah narasi dan identitas setiap barang yang dipamerkan. “Koleksi intinya keliling karena ini dibilang kumpulan masterpiece, begitu sampai di daerah dilengkapi dengan koleksi daerah,” ujar dia. Bahkan masyarakat yang memiliki barang-barang layak pameran bisa ikut serta.

Langkah awal, kata Hilmar, bisa dengan membentuk panitia dari berbagai elemen. Termasuk kementerian dan lembaga dilibatkan. Ia menilai dengan adanya pameran itu maka kesadaran masyarakat tentang upaya pelestarian budaya akan muncul. Selain itu minat kunjungan ke museum milik pemerintah juga akan meningkat. Saat ini kesadaran publik mengunjungi museum milik pemerintah masih kurang. Padahal, ujar Hilmar, tiket yang dibebankan hanya Rp 5 ribu.

DANANG FIRMANTO

Source : Tempo

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di bawah ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s