Lebih Baik Kehilangan Masa Muda Daripada Kehilangan Masa Depan

Impiannya untuk menjadi seorang pengusaha sudah sejak remaja ada di benaknya. Hanya dengan modal nekat, kesuksesannya kini menjadi hadiah terindah di usianya yang menginjak 21 tahun. Yasa Paramitha Singgih ternyata tidak memulai karirnya sebagai seorang pebisnis, melainkan menjadi MC dalam sebuah event organizer di salah satu mall besar di Tanggerang. Memiliki keinginan untuk tidak membebani kedua orang tuanya lagi, sejak umur 15 tahun Yasa mulai memenuhi kebutuhannya sendiri dengan berjualan lampu hias. Tapi usaha lampu hias  tersebut tidak bertahan lama.

Akhirnya ia memutuskan untuk memulai usaha kaus dengan kemampuan design yang pas-pasan dan sebuah Microsoft word. Bermodalkan 700 ribu uang sisa tabungannya, Yasa membawa design pertamanya pada penyedia jasa layanan konveksi. Ternyata usaha kaus juga gagal. Tidak menyerah sampai di sana, dengan modal tekad dan nekad Yasa menuangkan ide gilanya pergi ke Tanah Abang untuk mencari penyuplai kaus pria yang mau meminjamkan  barang. Setelah menerima banyak penolakan, akhirnya ia mendapatkan penyuplai yang bersedia meminjamkan barang.

Kerja keras memang tidak pernah berkhianat. Disinilah titik balik Yasa Singgih dalam berbisnis. Pria kelahiran 1995 ini mengubah pakaian Tanah Abang menjadi lebih berkelas dan memiliki nilai tambah. Toko Online pertamanya ia beri nama Men’s Republic. Kaus dengan modal 30 ribu ia jual dengan harga 90-120 ribu karena tampilan visual yang menarik. Usahanya berkembang pesat, pelanggannya pun ada yang berasal dari luar pulau.

Namun bukan pengusaha dengan mental baja jika tidak pernah mengalami pasang surut, seperti juga yang dialaami Yasa Singgih. Perkembangan usaha kaus yang ia jalani membuat ketertarikan pada dunia bisnis semakin besar. Dengan niat menambah income, Yasa kemudian membuat bisnis baru di bidang kuliner dengan nama “Kedai Ini Teh Kopi”. Hanya bertahan kurang lebih 9 bulan, kedai ini teh kopi ditutup dengan kondisi bangkrut. Di Usianya yang menginjak 18 tahun, Yasa telah mengalami kerugian mencapai hampir 100 juta rupiah. Bukan Yasa namanya jika tidak segera bangkit dari keterpurukan. Ia kembali menata Men’s Republic yang sempat di tinggalkan karena bisnis baru yang ia jalani. Bagi Yasa menjadi seorang pengusaha adalah salah satu cara menjadi kaya. Namun untuk kaya, tidak semua orang harus menjadi pengusaha. Kalau mau jadi kaya orang tersebut harus memiliki MENTAL pengusaha!

Kini di usianya yang masih sangat muda, Yasa telah berhasil menunjukkan hasil kerja kerasnya menjadi sebuah hadiah paling istimewa. Ia sudah memiliki perusahaan, menjadi pembicara di banyak seminar dan membuktikan diri pada orang-orang yang dulu memandangnya sebelah mata. Anak ini menjadi telur emas di tengah anak-anak seusianya.

slide131

“Masa tua yang nyaman tidak lahir dari masa muda yang leha-leha, jauh lebih baik kita kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan”. – Yasa Singgih

Yasa Singgih kini menjadi sosok anak muda penembus batas. Dengan bisnis Men’s Republic dibawah naungan PT Paramitha Singgih, Yasa menjadi salah satu ikon young entrepreneur  dengan banyak penghargaan dari berbagai institusi. Nama Yasa Singgih pun sudah tidak asing dikalangan pebisnis Indonesia.  Pengalaman jatuh bangun yang ia alami sejak muda memberinya waktu untuk menghabiskan jatah gagal lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Kisah suksesnya telah banyak dimuat di Koran, majalah dan tabloid sebagai salah satu pengusaha muda yang menginspirasi. Yasa Singgih juga telah menuangkan pengalaman, dan sesi sharing dalam sebuah buku dengan judul yang sesuai dengan prinsip hidupnya Never To Young To Become a Billionaire.  

Source : Hipwee.com

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s