Mengungkap Identitas Nenek ‘Si Merah Muda’, Presenter Berita Legendaris Korea Utara

Pembaca berita paling terkenal di Pyongyang, kembali tampil di layar televisi saat mengumumkan bahwa Korea Utara memiliki bom hidrogen yang dapat dipasang di hule ledak.

“Uji bom hidrogen yang dirancang untuk dipasang di rudal balistik antar benua kami adalah sebuah kesuksesan yang sempurna. Ini adalah langkah yang sangat berarti dalam menyelesaikan program senjata nuklir nasional,” paparnya saat membacakan berita terkait uji coba bom hidrogen pada Minggu (3/9/2017) kemarin.

Adapun perempuan ini memang bukan sosok asing. Ia bahkan merupakan langganan saat membacakan berita-berita penting. Contohnya ketika pembawa acara berusia 70 tahun ini mengabarkan kematian Kim Il sung dan Kim Jong Il.

Perempuan bernama Ri Chun Hee ini memang memiliki ciri khas dalam membawakan acara. Ia memiliki pengucapan yang jelas dengan penjiwaan yang membuat siapapun bisa larut dalam suasana.

Ri Chun Hee saat ini sudah berusia 74 tahun. Pembaca acara yang dijuluki “presenter rakyat” ini terlahir dari keluarga miskin di Tongchong, Korut tenggara. Dirinya memulai karir dengan mengikuti kuliah ilmu performance art di Universitas Theater Pyongyang.

Kemudian dia bergabung dengan televisi negara (KCTV) pada tahun 1971. Hanya dalam waktu tiga tahun dia dipromosikan menjadi presenter berita utama.

Ketika banyak rekan-rekannya disingkirkan oleh rezim keluarga Kim yang berkuasa, Ri menjadi salah satu yang mampu bertahan selama puluhan tahun.

Karirnya semakin lama semakin menanjak. Semula dia rutin menyiarkan berita malam, muncul di layar kaca warga Korut yang hanya memiliki satu kanal televisi di rumahnya.

Dia mengabarkan apa yang terjadi di Korut terutama kegiatan yang dilakukan pemimpin tertinggi mulai dari pendiri Korut Kim Il Sung hingga cucunya Kim Jong Un.

Dia dipercaya memberitakan berita-berita krusial seperti wafatnya Kim Il Sung dan penggantinya Kim Jong Il.

Ri juga selalu menyiarkan uji coba senjata nuklir negeri tertutup itu.

Suaranya yang mampu menyesuaikan diri dengan konten berita ditandai dengan melodrama yang menawan serta lengkingan suara yang menggelegar membuat dia disenangi oleh keluarga Kim.

Suaranya menyihir dan dia piawai membacakan berita dengan nada yang naik turun disertai semangat yang luar biasa.

Ia rajin menyiarkan propaganda terutama menyangkut revolusi negara komunis itu berdasarkan prinsip Juche.

Tidak ada yang melupakan bagaimana dia dengan berapi-berapi mengecam musuh-musuh barat terutama AS.

Namun orang akan lupa bahwa dia pernah berapi-api ketika dia dengan linangan air mata yang membasahi pipinya membacakan wafatnya Kim Il Sung dan Kim Jong Il.

“Ketika Ri membacakan berita, musuh akan ketakutan” sebuah majalah mengutip berita mengenai dia.

Ri sesungguhnya telah pensiun tahun 2012 lalu. Dia menghabiskan waktunya sekarang melatih generasi-generasi baru presenter.

Walaupun begitu, dia tetap dipercaya kembali menyiarkan berita penting terutama menyangkut ambisi nuklir Korut.

Source : Tribun Jogja

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s