10 Terima Kasih yang Seharusnya Diucapkan Semua Anak pada Ibu

Semahal-mahalnya berlian, masih lebih mahal pengorbanan ibu yang sudah melakukan segalanya untuk anaknya. Kamu pasti tahu bahwa bertambahnya usiamu, maka bertambah tua juga usia ibumu. Dari banyak kesibukan yang kamu punya; sekolah, kuliah, kerja, pacaran, les privat, pergi sama teman-teman sampai jalan-jalan di setiap akhir pekan, jangan pernah lupa bahwa kamu mampu melakukannya sekarang adalah karena apa yang dilakukan ibumu dulu.

Jika kamu membaca artikel ini sekarang saat kamu sedang melakukan aktivitasmu, maka hentikan sejenak aktivitasmu untuk berterima kasih pada ibumu. Walau sepele, faktanya masih banyak sekali anak yang tidak berani mengungkapkan rasa terima kasihnya karena merasa malu atau aneh. Padahal, dengan berterima kasih saja, percayalah ibumu akan senang luar biasa!

1. “Terima kasih sudah selalu ada buat aku.”

Kamu mungkin belum pernah mengatakannya tapi ibu memang yang selalu ada saat semuanya pergi. Saat kamu bertengkar dengan teman baikmu, saat pacar kamu memutuskanmu, saat guru di sekolahmu terasa sangat keras, ibu selalu ada memantaumu untuk menjagaimu. Dia selalu ada waktu kamu sedih, dia juga selalu ada saat kamu senang.

2. “Terima kasih sudah mengajarkan aku banyak hal.”

Mandi sendiri, berjalan, memakai sepatu dan baju sendiri, menulis, membaca sampai menghadapi orang lain, semuanya sudah diajarkan untukmu sedari kamu kecil. Ibu tidak pernah bosan mengajarkanmu banyak hal, jadi sudah seharusnya kamu tidak bosan untuk berterima kasih padanya.

3. “Terima kasih sudah menyerahkan seluruh waktumu untuk mengurusku.”

Walau lelah karena bekerja, ibu bahkan masih bisa menyiapkan segala keperluanmu. Belum lagi segala macam pesan yang diberikannya agar kamu tetap baik-baik saja. Ibu sama sekali tidak merasa membuang waktunya jika sedang bersamamu, jadi masa kamu lebih memilih menghabiskan banyak waktu dengan smartphone kamu daripada ngobrol dengan ibumu?

4. “Terima kasih untuk selalu mendorongku melakukan yang terbaik.”

Saat kamu takut gagal, saat kamu merasa ragu-ragu, saat kamu merasa kamu tidak bisa, ibu yang ada di sampingmu untuk memberimu semangat. Ibu yang mendorongmu menemukan kepercayaan dirimu dan ibu juga yang selalu mendorongmu melakukan yang terbaik. Ibu tidak pernah lelah melakukannya, dia bahkan tidak pernah bosan mengingatkanmu bahwa kamu berharga.

5. “Terima kasih untuk memaafkanku saat aku berbuat banyak kesalahan.”

Saat kamu berbuat salah, pernahkah ibu menghukummu secara tidak masuk akal sehingga kamu merasa menderita? Sebaliknya, ibu memberimu pengertian bahwa dengan bersalah kamu bisa belajar. Ibu bahkan sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf.

6. “Terima kasih untuk tidak lelah dengan semua ocehanku tentang segala hal.”

Mengomel karena guru yang galak, marah karena dikhianati teman, kecewa karena mendapat nilai buruk, semuanya didengarkan ibu tanpa pernah menyuruhmu berhenti bicara. Faktanya, semakin dewasa kamu malah semakin jarang bicara dengan ibumu. Padahal ibumu ingin mendengarkan semua hal tentang harimu dan teman-temanmu, seperti saat kamu kecil dulu.

7. “Terima kasih sudah membuatku menjadi diriku sendiri.”
Banyaknya pengaruh dari luar yang menyuruhmu untuk ini dan itu, hanya ibu yang mengingatkanmu untuk tetap menjadi dirimu sendiri. Orang lain yang tidak mengenalmu tidak akan mengambil tanggung jawab apapun jika terjadi sesuatu denganmu, sedangkan ibumu pasti hanya menginginkan segala yang terbaik untukmu.

8. “Terima kasih untuk memperbolehkanku meraih mimpiku.”

Bukan mimpi saudara ataupun orang lain, melainkan mimpimu sendiri. Berterima kasihlah karena ibu selalu mendorongmu untuk meraih mimpi. Untuk tidak memaksamu memiliki mimpi yang tidak kamu suka, untuk membuatmu tetap yakin akan mimpimu sendiri, berterima kasihlah untuk semua itu.

9. “Terima kasih karena tidak pernah membiarkanku kelaparan.”

Sesulit apapun hidup yang dijalani ibumu, tanpa kamu tahu dia sangat berusaha agar kamu tetap mendapatkan asupan gizi yang baik. Ibu bangun jauh lebih pagi dari yang lain untuk menyiapkan makanan. Ibu tidak pernah mengeluh walaupun mungkin dia lelah. Pernahkah kamu memuji masakannya? Atau berterima kasih karena masih selalu disiapkan makanan? Jika belum, mulai sekarang berterima kasihlah.

10. “Terima kasih untuk tidak pernah menyerah dengan tingkahku yang menyebalkan.”

Mengeluh bahkan menuntut, tanpa sadar banyak sekali anak yang masih melakukan hal ini pada orangtua mereka bahkan sampai mereka tumbuh dewasa. Coba ingat-ingat, pernahkah ibu berencana membuangmu karena tingkahmu yang menyebalkan? Ibu bahkan dengan sabar menerima keluh kesahmu. Semakin dewasa, ingatlah untuk semakin mengurangi sikap menyebalkanmu, ya.

Kamu bisa berterima kasih untuk banyak hal lain yang belum dituliskan di atas. Kamu bisa berterima kasih tanpa alasan pada ibumu. Intinya adalah kamu sebagai anak setidaknya mengucapkan ungkapan terima kasih atas banyak hal yang sudah kamu terima dengan cuma-cuma.

Untuk kamu yang sudah tidak bisa bertemu lagi dengan ibu karena usia, kamu masih bisa mengungkapkan terima kasihmu lewat doa. Percayalah, ibumu pasti mendengarnya.

[idntimes.com]

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s