Kalau Masih Melakukan 6 Hal Ini, Wajar Saja Kalau Bahasa Inggrismu Mentok di Level Teri!

Dahulu, Bahasa Inggris memang hanyalah salah satu mata pelajaran sekolah yang muncul di Ujian Nasional. Namun kini Bahasa Inggris adalah salah satu tuntutan perkembangan zaman. Bukannya melupakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa, namun Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional, akan mempermudah komunikasi dengan orang dari berbagai negara. Karenanya, Bahasa Inggris menjadi adalah satu skill yang harus kamu punya untuk bisa lancar di dunia kerja. Bukan hanya itu, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang S2 juga memerlukan sertifikasi bahasa yang tidak main-main.

Menyadari pentingnya Bahasa Inggris, lantas kamu merogoh kocek dalam-dalam. Mulai les di lembaga bimbingan belajar mulai dari level awal. Namun setelah sekian lama les, sudah banyak menghabsikan uang, kok rasanya Bahasa Inggrismu belum meningkat juga. Presentasi dalam Bahasa Inggris masih menjadi momok terbesarmu. Ada apakah gerangan?

Tenang saja. Itu bukan masalah kecerdasan, melainkan masalah ketelatenan. Kalau kamu merasa melakukan beberapa hal yang akan Hipwee bahas kali ini, wajar bila Bahasa Inggrismu sulit berkembang.

1. Rajin belajar grammar dan baca buku panduan, tapi selalu enggan menerapkan di kehidupan nyata. Kalau begitu terus, kapan kamu bisanya?

Selama ini, seberapa banyak kamu memakai Bahasa Inggrismu untuk kemampuan sehari-hari? Mungkin kamu hanya memakainya saat membaca petunjuk di HP, atau mungkin juga nggak kamu pakai sama sekali. Sekadar jadi kenang-kenangan pelajaran masa SMA. Bila betul begitu, wajar kalau kemampuan Bahasa Inggrismu nggak maju-maju.

Karena bahasa bukan hanya soal pengetahuan, namun juga skill yang harus dipraktikkan. Kamu bisa belajar melalui berbagai buku panduan hingga kamus tebal yang jumlah halamannya sampai ribuan. Namun bila kamu tidak pernah menerapkannya di dunia nyata, sulit untuk kamu benar-benar menguasainya.

2. Kalau ada orang asing, kamu selalu ragu untuk menyapa. Takut salah, takut jadi bahan ketawa. Padahal salah satu cara paling efektif belajar bahasa inggris adalah dengan langsung bicara

Bila ada orang asing di sekitarmu, apakah kamu berani menyapanya? Sekadar menanyakan kabar atau berbasa-basi sebentar? Atau kamu justru merunduk takut, buru-buru menghindar sebelum si bule menanyakan sesuatu? Ingat nggak dulu ketika masa study tour SD di Borobudur, kamu nggak lupa minta foto bareng dengan bule-bule yang datang ke sana? Rasanya kegaulanmu meningkat kalau punya foto dengan orang Eropa.

Barangkali karena kita terlalu mengagumi orang asing berbahasa Inggris, kamu jadi jiper duluan untuk menyapa. Kamu takut salah grammar, salah pronounciation, dan bahkan salah vocabulary. Padahal salah satu cara paling efektif untuk belajar bahasa Inggris adalah dengan berbincang langsung dengan native. Di sana, kamu bisa mempelajari bagaimana pronounciation, bahkan sampai kata-kata slang yang nggak akan kamu temui di kamus. Jadi, jangan takut lagi ya kalau ada bule mendekat! Siapa tahu jodoh~

slide131

3. Nonton film masih pakai terjemahan Bahasa Indonesia? Duh, padahal dengan nonton tanpa subtitle bisa mengasah kemampuan listening-mu

Kamu yang nggak bisa Bahasa Korea, selama ini nonton drama Korea dengan subtitle apa? Kamu yang Bahasa Inggrisnya masih terbata-bata, kalau nonton film Hollywood, pakai subtitle apa? Apa kamu menunggu film itu ditayangkan di TV dan di dubbing dengan Bahasa Indonesia? Duh.

Bukan maksud melarangmu mencintai Bahasa Indonesia, namun membiasakan diri menonton tanpa subtitle akan membantumu meningkatkan kemampuan listening. Atau bila kamu belum mampu menyimak Bahasa Inggris tutur, kamu bisa memakai subtitle Bahasa Inggris. Biasakan ini, maka dengan sendirinya kemampuanmu meningkat levelnya.

4. Kamu rela keluar uang banyak untuk les bahasa inggris, tanpa waktu latihanmu hanya dua kali seminggu di hari les. Ya percuma saja…

Untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris, kamu memutuskan untuk menggunakan lembaga les. Memang di sana kamu akan diberi modul-modul yang berguna, serta pembimbing yang siap membenarkan bila kamu melakukan kesalahan. Namun kembali lagi, sejauh mana kamu mau berlatih menggunakan Bahasa Inggrismu?

Apakah kamu hanya latihan di ruang les, yang artinya maksimal seminggu dua kali dalam dua jam? Akibatnya, apa yang kamu pelajari minggu ini, bisa terhapus dari memori saat kamu les lagi minggu depan. Percuma. Bila kamu tak ingin uangmu sia-sia, berlatihlah setiap saat kamu bisa.

5. Belajar bahasa inggris harus dengan les yang biayanya berjuta-juta? Lalu kamu terus menunggu tiada habisnya. Padahal belajar bahasa asing bisa dengan berbagai cara

Baik, kamu sudah sadar bahwa Bahasa Inggris itu perlu. Demi karir yang cemerlang dan peluang yang lebih besar. Lantas kamu mencoba menabung, mengumpulkan sedikit-demi sedikit untuk membayar biaya les di lembaga bimbingan yang biayanya sekitar 2-3 juta/level. Namun ternyata banyak kebutuhan tak terduga yang harus kamu urusi, sehingga sudah berbulan-bulan berlalu, tabunganmu masih segitu-gitu juga.

Akibatnya lagi, rencana belajar Bahasa Inggris juga hanya di angan-angan dengan alasan belum ada uang. Padahal, belajar Bahasa Inggris bisa dengan berbagai cara. Banyak website dan aplikasi yang bisa memandumu belajar bahasa Inggris. Gratis, cuma modal paket data dan niat yang membara!

6. Mulai Hp sampai waktu main game, semuanya disetting Bahasa Indoneasia. Adanya Bahasa Indonesiamu yang makin terasah

Coba cek lagi ponselmu. Apakah kamu memakai panduan dalam bahasa Indonesia? Lalu ketika kamu main game, apakah kamu sengaja menyetting bahasa pengantarnya Bahasa Indonesia? Jika ya, mulai ganti dengan Bahasa Inggris. Meski awalnya terasa sulit, namun lama kelamaan kamu akan terbiasa. Menyetting ponsel dan game-game dalam Bahasa Inggris dengan sendirinya akan melatih kemampuan Bahasa Inggrismu. Jangan beralasan soal Nasionalisme. Sebab memasang setting Bahasa Inggris di ponsel tidak berarti kamu nggak cinta bahasa Negara. Bukan juga sekadar untuk keren-kerenan. Namun sekalian untuk latihan.

Bahasa Indonesia terkesan mudah karena kita menggunakannya sebagai bahasa sehari-hari. Sementara Bahasa Inggris, barangkali hanya kamu gunakan dua kali seminggu dalam ruang les. Wajar bila lancar berbahasa Inggris terkesan sulit. Karena bahasa bukan hanya pengetahuan yang bisa kamu dapatkan dalam buku-buku panduan ataupun kamus Inggris-Indonesia 1 Milyar. Bahasa adalah skill yang perlu diterapkan setiap hari, supaya kamu bisa menguasai.

[Pradnya Wardhani/hipwee.com]

Kami sedang membuka DONASI untuk sekolah binaan iCampus Indonesia dan Hastag Campus. Salurkan donasimu dengan cara melalukan klik IKLAN atau ADVERTISEMENTS dari para sponsor yang ada di pada website ini. Penghasilan IKLAN akan kami berikan ke SEKOLAH ALAM PROBOLINGGO.  Terima Kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s